5 Contoh Cara Menjawab Kelemahan Saat Interview Kerja

Kalau misalnya dijawab nggak ada kelemahan, salah nggak ya?

Ketika rekruter menanyakan pertanyaan kepada kandidat soal kelemahan, seringkali kandidat merasakan kebingungan dalam menjawab pertanyaannya. Setiap manusia pastinya punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak mungkin jika kalian pastinya menjawab tidak punya kelemahan karena pastinya manusia punya titik lemahnya masing-masing.

Bentuk pertanyaan soal kelemahan diri yang sering ditanyakan oleh HRD dalam sesi interview bervariasi. Misalnya apa kelemahan anda?, apa yang menjadi weak point anda? atau bisa juga seperti ini kira-kira kamu punya kekurangan apa ketika mendapatkan sebuah tugas? Boleh diceritakan sedikit. Kurang lebih seperti itu gambaran pertanyaannya.

Hati-hati terutama bagi kalian yang belum pernah interview atau bisa jadi ini adalah pengalaman pertama kalian untuk dipanggil wawancara kerja. Pertanyaan ini nyatanya sederhana tapi kalau kalian tidak bisa menjawabnya, peluang kalian diterima kerja menjadi lebih sedikit. Terlebih bagi yang sudah berpengalaman pun menjawab pertanyaan seputar kelemahan dalam diri terkadang menjadi momok yang menakutkan.

Ingat, pertanyaan soal kelemahan dalam diri bukan hanya bertujuan untuk mengorek-orek diri kandidat. Tetapi HRD ingin melihat apakah kandidat bisa mengenali karakter dan kepribadian dirinya sendiri. Bagaimana dia bisa mengatasi apa yang menjadi kelemahan pada dirinya ketika mendapatkan sebuah mandat atau tugas. HRD akan melihat juga apakah kamu adalah orang yang jujur. Sebab pertanyaan ini jawabannya bisa berbeda-beda, tergantung kasusnya dan pengalaman pribadi kandidat tersebut.

Tapi tenang, kalian tidak perlu khawatir lagi. Sebab ketika in case kamu mendapatkan pertanyaan seputar kelemahan diri, ada beberapa tips yang bisa kalian coba untuk menjawab pertanyaan seputar kelemahan. Pada artikel ini, kita akan bagikan tips bagaimana cara menjawab pertanyaan seputar kelemahan diri saat interview.

Advertisement

1. Belum Memiliki Pengalaman

Photo by Tima Miroshnichenko from Pexels

Photo by Tima Miroshnichenko from Pexels via https://www.pexels.com

Disini saya akan coba tunjukkan bagaimana cara menjawab kelemahan pertama. Anggap saja, kandidat ini memiliki kelemahan karena sebelum melamar dia belum memiliki pengalaman. Kita anggap saja kandidatnya ini adalah lulusan baru alias fresh graduates. Untuk menutupi kelemahan ini, sebisa mungkin kalian bisa tambahkan informasi bahwa kamu memang orang yang senantiasa terus meningkatkan kemampuan dan going to extra mile. Kamu juga bisa menyampaikan jawaban atas kelemahan diri dengan menjelaskan ketertarikan yang tinggi terhadap posisi yang ingin kamu lamar dan benar-benar serius untuk apply di posisi ini. Berikut adalah contoh cara menjawab dari kelemahan pertama:

Sebelumnya saya belum pernah memiliki pengalaman dalam posisi yang saya lamar saat ini di perusahaan Bapak/Ibu pimpin. Saya merasa bahwa saya ingin mencoba terlebih dahulu posisi ini karena situasinya saya baru lulus kuliah 6 bulan yang lalu. Namun saya tidak menyerah begitu saja. Saya tahu bahwa setiap posisi memiliki porsi kesulitan yang berbeda-beda. Saya mulai bergerak untuk melamar posisi ini, mencoba eksplor dan mengembangkan diri. Melalui posisi ini, saya mencoba untuk belajar beradaptasi dan melihat situasi kira-kira apa yang bisa saya kerjakan di posisi ini. Saya perlu melihat tantangan apa yang terjadi kedepan. Namun terlepas dari itu semua, karena pengalaman saya di posisi ini baru pertama kali maka saya mohon bimbingan dari Bapak/Ibu semua karena saya percaya bahwa hasil yang kita dapatkan tidak akan mengkhianati usaha yang sudah kita lakukan sebelumnya.

Advertisement

2. Terlalu Detail

Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Photo by Karolina Grabowska from Pexels via https://www.pexels.com

Kelemahan selanjutnya adalah terlalu fokus akan hal-hal detail. Memang mengiranya orang-orang menganggap bahwa ini bisa menjadi sebuah kekurangan tapi ini bisa jadi kelebihan. Usahakan ketika mendapatkan pertanyaan soal kelemahan diri atau weak point, selain kamu menjelaskan apa yang menjadi kelemahanmu kamu juga menjelaskan kira-kira bagaimana cara mengatasi kelemahan menjadi sebuah kelebihan yang bisa menunjang dalam pekerjaan. Tunjukkan bahwa jawaban kamu ini setidaknya bisa mengesankan rekruter dan sesuai dengan taste perusahaan (visi-misi perusahaan). Setidaknya kandidat bisa menggambarkan karakter yang ada pada dirinya melalui jawaban-jawaban yang dilontarkan ketika interview. Berikut adalah contoh cara menjawab kelemahan kedua:

Bisa dibilang saya adalah orang yang selalu pay attention in every details dalam tugas yang biasanya saya kerjakan. Terlalu obsesif untuk memperhatikan detail kecil sampai melupakan the biggest picture adalah hal yang menjadi makanan sehari-hari ketika saya mendapatkan tugas. Saya takut tiba-tiba terjadi missing point setiap saya mengerjakan sebuah tugas sehingga saya perlu menghabiskan waktu untuk mengerjakan pekerjaan dengan hati-hati. Saya mengatasinya dengan melakukan to-do-list untuk melakukan listing pekerjaan yang akan saya kerjakan dalam kurun waktu seminggu terakhir. Saya juga melakukan check and recheck sebelum saya melakukan submit pekerjaan kepada atasan agar sesuai dengan brief yang diberikan. Saya rasa dengan adanya kelemahan ini bisa menjadikan suatu kelebihan karena bisa menghindarkan perusahaan dari kesalahan sekecil apapun yang terjadi.

3. Kurang Menguasai Bahasa Asing

Advertisement
Photo by Pixabay from Pexels

Photo by Pixabay from Pexels via https://www.pexels.com

Di beberapa perusahaan, terkadang penguasaan bahasa asing dinilai sebagai salah satu persyaratan wajib di beberapa posisi. Tidak dapat dipungkiri bahwa bahasa asing terkadang menjadi kelemahan bagi beberapa kandidat ketika ingin melamar di perusahaan tersebut. Kalian juga bisa menjawab kekurangan ini dengan menonjolkan penekanan bahwa memang kamu nantinya berencana akan lebih menguasai bahasa asing kedepannya selama bekerja. Usahakan jawaban mengenai kelemahan diri ini jangan terkesan seakan-akan menjatuhkan diri kamu sendiri. Tetap tunjukkan yang terbaik versi kalian sendiri ya. Berikut adalah contoh cara menjawab kelemahan yang ketiga:

Beberapa waktu yang lalu, saya memutuskan untuk melamar posisi ini karena rekam jejak yang sangat bagus dan tren penjualan yang selalu menunjukkan peningkatan di setiap bulannya. Namun saya baru sadar bahwa salah satu persyaratan dalam posisi yang saya lamar ini adalah penguasaan bahasa asing. Sejujurnya saya tidak begitu menguasai bahasa asing dengan fluent atau lancar khususnya dalam berbahasa Inggris. Tetapi jangan khawatir Bapak/Ibu bahwa sambil menunggu proses seleksi di perusahaan ini, saya juga sedang mencoba mempelajari bahasa Inggris. Saya mengikuti kursus bahasa Inggris secara online untuk mempelajari dan melatih kecakapan saya dalam berbahasa Inggris. Saya juga mendengarkan musik berbahasa Inggris dan mempelajari kosakata berbahasa Inggris yang biasanya digunakan dalam dunia kerja. Oleh karena itu, saya yakin dan percaya bahwa dengan memiliki kemampuan berbahasa Inggris maka saya mulai beradaptasi untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris agar dapat meringankan pekerjaan saya.

4. Tidak Sabar Untuk Menyelesaikan Pekerjaan

Photo by Vojtech Okenka from Pexels

Photo by Vojtech Okenka from Pexels via https://www.pexels.com

Terkadang beberapa orang merasakan bahwa pekerjaan di kantor begitu sangat melelahkan. Apalagi dikerjakan sendirian pastinya membuat kita menjadi tidak sabaran untuk segera mengerjakannya. Kandidat seperti ini cenderung untuk melakukan pekerjaan dengan serba cepat dan tidak ingin menunda-nunda pekerjaan baik dalam waktu yang bersamaan atau dalam waktu yang masih lama. Kalian bisa menceritakan kelemahan kalian yang bisa jadi sebuah kelebihan yang dapat menunjang pekerjaan kalian. Jawaban ini bisa kalian susun berdasarkan pengalaman yang telah kalian alami. Berikut adalah contoh cara menjawab kelemahan yang keempat:

Setiap kali saya mengerjakan suatu pekerjaan, terkadang saya merasa tidak sabar untuk melakukannya sehingga saya tidak pernah melewatkan setiap waktu yang telah saya habiskan untuk membuat tugas saya menjadi lebih rapi dan terstruktur. Saya cenderung tidak bisa menunda-nunda pekerjaan sehingga saya bisa memanfaatkan waktu dengan menyicil pekerjaan mana yang bisa saya kerjakan terlebih dahulu dan mana yang saya bisa kerjakan di waktu selanjutnya. Saya selalu menekankan daftar prioritas pekerjaan setiap ada tugas baru yang diberikan kepada saya. Saya membagi prioritas berdasarkan kuadran waktu mulai dari waktu yang mendesak hingga waktu yang tidak mendesak. Kemudian saya bisa mengerjakan pekerjaan tersebut dengan fokus agar pekerjaan dapat segera selesai sebelum tenggat waktu.

5. Kurang Percaya Diri

Photo by Moose Photos from Pexels

Photo by Moose Photos from Pexels via https://www.pexels.com

Terakhir, kelemahan yang paling sering dialami oleh kebanyakan kandidat adalah kurang percaya diri. Apalagi karakter kandidat yang introvert seringkali menjadikan kurang percaya diri sebagai salah satu hal yang menghambat pekerjaan mereka. Terkadang ada beberapa pekerjaan yang menuntut kita harus tampil percaya diri dihadapan umum. Seperti MC, Pengajar ataupun Dosen yang setiap harinya selalu berhadapan dengan klien ataupun mahasiswa didik setiap kali mengajar ataupun menyampaikan materinya. Jika ini adalah salah satu kelemahan kamu, maka berikut ini adalah cara menjawabnya.

Terkadang saya merasa bahwa dalam situasi tertentu saya kurang percaya diri. Misalnya ketika dihadapkan dengan banyaknya audiens lalu kita diberikan kesempatan untuk berbicara maka saya justru memilih untuk menghindar. Contoh lagi ketika dalam sebuah rapat maka saya cenderung untuk mengikuti pendapat orang lain tanpa didasari dengan pendapat pribadi. Namun hal ini sudah saya coba usahakan untuk diminimalisir dengan cara melatih skill public speaking, latihan didepan kaca untuk olah ekspresi dan gestur ketika menyampaikan sesuatu, belajar speak up agar ketika saya merasa tidak sependapat maka saya langsung angkat tangan untuk berani bilang. Ikut organisasi dan melakukan kegiatan kepanitiaan di kampus untuk melatih kemampuan leadership saya sekaligus menumbuhkan rasa kepercayaan diri saya agar saya tidak takut dengan setiap tantangan yang nantinya akan saya hadapi.

Nah itulah tadi kira-kira contoh cara menjawab pertanyaan seputar kelemahan diri ketika interview. Semoga bermanfaat dan pastikan sebelum kalian persiapan untuk melakukan interview, refleksikan diri kamu terlebih dahulu ya. Jawaban-jawaban diatas hanyalah sekelumit contoh saja. Silakan disesuaikan dengan kepribadian kalian masing-masing. Utarakan apa yang sekiranya menjadi kekurangan pada diri kamu. Jangan jadikan celah untuk merendahkan diri. Tapi jadikan itu sebagai sebuah kelebihan untuk maju!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penyuka Seblak dan Baso Aci

CLOSE