Coba kamu yang sudah mempunyai pasangan saling jujur? Seberapa seringkah kita mengutamakan pasangan di atas segala-segalanya? Seberapa banyak kuota yang keluar demi posting status galau di beranda utama media sosial dan menyukai postingan berbau galau? Seberapa paniknya kita menghampiri dia sedang terjadi apa-apa, sementara di belakang kehidupan kita masih banyak yang merindukan celotehan kita? Apa kalian sering, menghiraukan cakap orang tua ataupun manusia terdekat dan mementingkan nasihat pasangan yang justru saja belum selamanya mau setia di dekat kita hingga akhir tua tiba?

Pasti kita selalu menganggap bahwa rindu kepada pasangan berlama-lama tiada enaknya sama sekali. Ditemukan pada sekumpulan orang di zaman sekarang, kuncinya ada masa-masa remaja maupun anak-anak yang sudah tergodai oleh cinta, justru membawa kita lemah oleh tidak hadirnya sang pasangan berada di dekat kita. Kita semakin tahu, bahwasanya hidup kita terus semakin terlarut di persoalan yang tidak pasti. Dan di dalam hal yang labil, hidup kita semakin tidak berarti lagi. Bukankah itu tandanya kamu sedang ada di dalam kesepian?

Apalagi tragedi pasangan yang bunuh diri semenjak 6 April 2019 yang lalu, persoalan Dedi Suardi (22) yang sangat disayangkan oleh warganet. Dia ditemukan sudah gantung diri di Pohon Mangga, karena persoalan kesalahpahaman bersama pasangannya. Saat dia rindu untuk berjumpa terhadap pasangannya, Ana, alhasil pun Ana menolak karena sedang dalam keadaan sakit.

1. Masih ingat dengan perkenalan singkat yang membuat hatiku terpikat?

Okay, mari kita membahas persoalan pertanyaan yang ada di atas. Ini kembali merujuk kepada sejarah di mana ada satu pasangan yang berharap dia ingat kembali masa-masa pertemuan indah di masanya. Apalagi kalau pengingat sejarah yang baik itu merupakan penghormat waktu yang terus berputar dari detik menuju ke detik.

Advertisement

Mungkin, ini berlaku juga kepada yang lainnya, seperti dari teman ke teman yang sudah tidak pernah berpapasan dan suatu teman kerja yang sedang merayakan hari kebahagiaannya.

2. Dihujani oleh sejuta kerinduan dan tertampar keras oleh kenyataan dan kamu merindu sendiri

Memiliki rasa kesepian lagi dan lagi, membuat kamu pada akhirnya rela ditimbun berkali-kali oleh segelintir waktu tanpa bersamanya. Sempatkah kalian berpikir untuk bisa mandiri sebentar tanpa dia?

3. Posting foto di daerah yang sepi serta caption tambahannya

jackseparo.com

jackseparo.com via https://jackseparo.com

Minta perhatian kasar alias ngekode tingkat banget!

4. Lagi enak-enaknya tidur, tiba-tiba hp bunyi, pas lo cek ternyata di dalamya ada sejuta kerinduan

Advertisement

Saking doinya ngga peka untuk chat, ”Selamat malam? Semoga mimpimu indah,” atau sengaja dia melupakannya.

5. Malam minggu ini aku engga ada kegiatan sama gebetan. Open curhat yuk?

Nah lho, ini yang paling bahaya! Berharap malam mingguan dengan pacar, sedangkan pacar juga sedang sibuk di sana. Bahkan kita justru memotreti suatu kegiatan media sosial dengan terbuka kepada sesama dunia maya. Padahal itu sangatlah salah besar di mata orang produktif. Untuk menghadapi situasi yang lebih dewasa ke depannya, kita itu harus belajar lebih giat lagi supaya dapat menurunkan kinerja prestasi kita ke keturunan kita.

Sebenarnya rindu itu boleh. Bahkan tidak ada aturan ataupun hukuman di Indonesia maupun di negara mana saja. Tetapi, alangkah baiknya untuk bersikap sewajarnya saja. Hargailah keprivasianmu terhadap dia, yang dia jugalah sudah menyayangi engkau apa adanya. Kita tidak usah melebih-lebihkan suatu keadaan yang kurang di kehidupan kita.

Bersyukurlah dengan apa yang engkau miliki sekarang dan kerjakan itu untuk nama besar negara kita, Republik Indonesia. Sama-sama makhluk sosial, sama-sama lahir di planet bumi berevolusi, tidak jauh berbeda dari perintah adanya menjaga pasangan sehidup semati dan menghasilkan keturunan beranak pinak. Banggakan Indonesia dengan hasil kerja keras setiamu terhadap pasangan, yah!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya