"Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim"

Banyak orang-orang yang awam dengan dunia desain interior. Karena bidang desain interior adalah bidang yang jarang digeluti oleh sebagian orang. Sangat jarang kita dengar anak kecil yang bercita-cita untuk menjadi seorang desainer interior. Alhasil pamor dari profesi desainer interior kalah mentereng dibandingkan dengan dokter, polisi, tentara, dosen, arsitek dan profesi-profesi umum lainnya.

Kali ini penulis akan membagikan beberapa fakta menarik tentang dunia desain interior karena penulis sendiri adalah seorang desainer interior. Pengalaman penulis mengikuti kegiatan kelas Inspirasi, yaitu kegiatan pengenalan profesi ke anak-anak SD di beberapa daerah di Indonesia membuat penulis resah dikarenakan minimnya pengetahuan anak-anak tentang keberagaman profesi di Indonesia. Tanpa banyak sambutan pembuka, silahkan disimak fakta-fakta menarik dari profesi desainer interior berikut:

1. Desain Interior Tidak Sama dengan Arsitek

Arsitek vs Desainer Interior

Arsitek vs Desainer Interior via http://information-slovenia.com

Banyak orang awam mengira bahwa pekerjaan desainer interior sama dengan arsitek. Memang secara garis besar kedua profesi tersebut saling melengkapi dan mendukung, namun faktanya di lapangan pekerjaan desainer interior hanya mencakup bagian dalam ruangan saja, yang terbatas pada lantai, dinding dan plafon.

Advertisement

Sedangkan arsitek adalah keseluruhan bangunan namun khusus bagian interior tidak didesain secara mendetail. Sehingga biasanya hal-hal mendetail untuk interior ruangan seperti furnitur, aksesoris interior, dekorasi, lighting, dan penghawaan dikerjakan oleh para desainer interior.

2. Ingat! Desain Interior Tidak Melulu Soal Dekorasi, Apalagi Dekorasi Pengantin

Bukan Dekorator Pengantin Lho

Bukan Dekorator Pengantin Lho via http://desainrumahnya.com

Sering kali kita menemukan orang bertanya demikian, "Oh mahasiswa desain interior itu tugasnya bikin dekorasi pengantin itu ya?"

Faktanya desainer interior itu tidak melulu soal dekorasi, apalagi dekorasi pengantin. Semasa kuliah, mahasiswa desain interior tidak pernah mendapatkan ilmu terkait dengan dekorasi pengantin. Mungkin hanya kebetulan saja sebagian lulusan desain interior membuka usaha dekorasi pengantin, sehingga orang menjadi salah kaprah mengartikan desainer interior itu adalah dekorator pengantin.

3. Desain Interior Tidak Bisa Dipelajari Secara Otodidak

Katakan Tidak pada Desain Murah dan Desain Gratis!

Katakan Tidak pada Desain Murah dan Desain Gratis! via https://3.bp.blogspot.com

Advertisement

Akhir-akhir ini begitu banyak orang-orang yang membukia jasa desain, terlebih jasa desain interior baik interior hunian maupun komersil. Yang paling mencanangkan bahwa sebagian besar ternyata orang-orang yang belajar ilmu desain interior secara otodidak, entah melalui buku bacaan atau tutorial dari internet. Padahal mempelajari ilmu desain interior tidaklah semudah itu.

Tidak hanya faktor bentuk dan warna saja yang dipikirkan, namun juga faktor fungsi, estetika, kenyamanan dan keamanan serta filosofi dari sebuah desain itu sendiri yang mana kesemua hal tersebut hanya bisa didapatkan melalui bangku akademik.

Akhirnya mereka yang membuka jasa desain interior secara otodidak biasanya akan menghargai karyanya lebih murah dari harga standar, bahkan beberapa pihak akan menggratiskan biaya desainnya. Padahal untuk mempelajari ilmu desain interior butuh waktu yang cukup lama dan biaya kuliah yang tidak sedikit tentunya. Miris bukan?

4. Lulusan Desain Interior Dijamin Tidak Akan Menjadi Pengangguran

Pekerjaan Dijamin kok, Asal....

Pekerjaan Dijamin kok, Asal…. via http://properti.kompas.com

Bersyukurlah bagi kalian para mahasiswa yang tengah mengenyam ilmu desain interior. Pasalnya kebutuhan dan tren akan desain interior terus berkembang dari waktu ke waktu, sehingga apabila telah lulus dari bangku kuliah kelak, lulusan desain interior pasti akan memperoleh pekerjaan sesuai dengan bidangnya.

Karena persaingan dunia kerja untuk profesi desainer interior tidaklah sebanyak bidang profesi lain. Hal ini dapat dibuktikan dari terbatasnya universitas-universitas di Indonesia baik negeri maupun swasta yang memiliki jurusan desain interior.

Sebut saja ITB, ITS, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, ISI Denpasar, UNS dan beberapa kampus swasta lainnya yang dapat dihitung dengan jari.Entah itu akan merintis usaha konsultan secara mandiri atau bergabung dengan perusahaan-perusahaan penyedia jasa konsultan dan kontraktor interior yang tersebar begitu banyak di seluruh Indonesia. Yang jelas lulusan desain interior pasti akan mudah untuk mendapatkan kerja, asal mau berusaha keras, tekun mempelajari ilmu dan aktif untuk mencari koneksi.

5. Harus Banyak Latihan Menggambar Sketsa dan Modelling

Hasil Render Tampak Seperti Aslinya

Hasil Render Tampak Seperti Aslinya via http://studioruanghati.tk

Sebagai desainer tentunya wajib untuk bisa menggambar sketsa, tidak hanya menggambar digital melalui komputer. Karena desainer dituntut untuk bisa menciptakan konsep dan memberikan ide, bukan hanya sebatas bagus-bagusan dalam menggambar atau bahkan akhir-akhir ini banyak mahasiswa desain interior yang hobi sekali pamer hasil render gambar komputer.

Padahal hasil render itu tidak begitu penting, karena ketika di dunia kerja nanti sudah ada bagiannya tersendiri yang akan memvisualisasikan gambar dari para desainer interior sehingga tampak seperti aslinya, sehingga desainer interior tidak perlu repot-repot berkutat pada hasil render akhir.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya