Kalo kau mengetahui fakta dan cerita aslinya pasti akan terkesima, berikut beberapa diantaranya:

1. Sangat setia menjaga cintanya

Kisah cinta orang jaman dulu tak jarang memang membuat kita terkesima. Simbah adalah anak pertama dari 7 bersaudara. Beliau sesosok wanita dengan 5 anaknya. Beliau ditinggal suaminya yang telah terlebih dahulu menghadap Sang Pencipta. Beliau meninggal saat semua anaknya masih kecil dan belum ada yang menikah. Yah memang, umur adalah salah satu dari empat hal yang sudah digariskan oleh-Nya bahkan sebelum kita dilahirkan ke dunia.

Advertisement

Semuanya sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau tak mau kau harus mempercayai umur dan datangya kematian. Tapi yang perlu diketahui, hebatnya simbah adalah, beliau tidak memilih untuk menikah lagi. Beliau membesarkan semua anaknya seorang diri. Entah apa yang menjadi dasar beliau dengan pilihannya, tapi beliau memberiku pelajaran agar menjadi orang yang setia, dengan mengabdi pada satu hati dan setia pada satu nama.

2. Ibu sekaligus ayah bagi anaknya

mencari nafkah via http://google.co.id

Menjadi seorang single parent yang mengasuh lima orang anak sekaligus, mau tak mau keadaan ini memaksa simbah berperan menjadi seorang ibu sekaligus ayah bagi semua anaknya. Mendidik dan mengajar semua anak seorang diri. Bekerja membanting tulang untuk menghidupi seluruh anak dan dirinya. Untuk jaman sekarang mungkin memang sudah menjadi hal biasa, kedudukan seorang wanita dan laki-laki adalah sama. Tak terlalu dibedakan siapa yang mencari nafkah. Tapi bukankah fitrah seorang wanita itu sejatinya menjadi ibu rumah tangga yang baik?

Ini bukan masalah tak sependapat dengan para wanita karir. Karena semua itu boleh dan sah saja siapapun bekerja. Namun yang lebih dan harus ditekankan adalah, bahwa laki-laki fitrahnya mencari nafkah dan wanita itu fitrah pokoknya menjadi ibu rumah tangga yang mengurus keluarganya. Jadi jika kau ingin berkarir boleh saja, asal kau ingat, ada hak keluargamu, anakmu, dan suamimu, atas dirimu. Jangan kau lupakan tanggungjawabmu menjadi seorang ibu dan seorang istri.

3. Rajin Ibadah

beribadah via http://google.co.id

Advertisement

Agama pada jaman dulu bukanlah menjadi hal yang umum seperti jaman sekarang yang dimana-mana kita jumpai banyak orang yang mendakwahkan agamanya masing-masing dan bebas belajar agama dimanapun atau kapanpun. Dulu fasilitas agama dan peribadatan tak semudah kita jumpai layaknya sekarang. Namun kondisi keprihatinan masa kecil membuat ayahku, yang merupakan anak keempat dari simbah, menjadi dekat dengan Sang Pembuat Skenario Hidup. Hal itulah yang mungkin membuat keberuntungan kala itu ada di keluarga simbahku.

Awalnya simbah memilih untuk tak menyekolahkan anaknya karena faktor ekonomi pada jamannya. Namun atas kegigihan upaya ayahku, beliau mendapat tawaran sekolah gratis yang mengantarkannya menjadi seorang guru. Hal inilah yang selalu ayahku dan simbahku tekankan, bahwasannya tak ada yang tak mungkin. Layaknya quote ini: Nothing impossible and everything will be possible if you believe in Allah SWT.

4. Keras kepala dan tak pernah menyerah

semangat via http://google.co.id

Keadaan tak membuat simbahku patah semangat begitu saja. Beliau tetap menjalani hidupnya sebaik mungkin. Simbah adalah sosok keras kepala dan berkeinginan kuat versiku. Hal inipun tercermin pada salah satu anak lelakinya, ayahku. Dua orang itulah yang mengajarkanku agar tak pernah menyerah dan selalu semangat berjuang untuk hal-hal yang masih bisa diperjuangkan.

5. Pejuang sekaligus Pahlawan bagi keluarganya

bersyukur via http://google.co.id

Dari kesemua fakta, yang utama bagi saya adalah, bahwa simbah adalah seorang pahlawan. Simbah adalah seorang pejuang. Pahlawan yang telah berhasil berjuang membesarkan kesemua anaknya.

Pahlawan yang tak pernah menyerah berjuang untuk tetap menjalani hidup, bagaimanapun dan apapun kondisinya. Dan mensyukuri setiap proses kehidupan, termasuk apapun takdir Allah SWT yang telah digariskan. Semoga Allah SWT perkenankan setiap lelah kita menjadi lelah yang bermanfaat, berpahala, menggugurkan dosa, dan membawa ke syurga-Nya. Aamiin.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya