Guru BK di sekolah sering menjadi guru yang dianggap paling punya banyak waktu untuk bersantai. Mereka hanya duduk-duduk di ruang BK tanpa harus mengajar ke kelas. Bahkan bagi siswa Guru BK kadang dianggap seperti momok. Mereka takut jika dipanggil oleh Guru BK.

Terlebih jika siswa diminta datang ke ruang BK, pandangan negatif selalu dilayangkan pada siswa tersebut. Belum lagi jika siswa yang melanggar tata tertib sekolah, mereka harus berurusan dengan Guru BK, mulai dari terlambat masuk, seragam yang tidak dimasukkan, rambut gondrong yang kemudian harus dipotong Guru BK, bahkan sepatu yang disita karena tidak sesuai norma.

Sampai-sampai label “Polisi Sekolah” melekat pada Guru BK. Tetapi sebenarnya apa tugas Guru BK itu? Hal-hal berikut mungkin bisa menambah pengetahuan kita sehingga kita tidak salah paham lagi dengan Guru BK di sekolah ya.

1. BK adalah Singkatan dari Bimbingan dan Konseling

Bimbingan dan Konseling

Bimbingan dan Konseling via https://www.google.com

BK adalah singkatan dari bimbingan dan konseling. Berangkat dari sana, kita bisa tahu bahwa makna bimbingan adalah pemberian bantuan kepada siswa dengan tujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa sehingga siswa bisa aktualisasi diri. Bimbingan juga bersifat preventif atau pencegahan.

Advertisement

Sedangkan konseling merupakan proses pemberian bantuan dari konselor ataupun Guru BK kepada konseli atau siswa dengan tujuan mengentaskan siswa dari permasalahan yang sedang dihadapi. Konseling ini harus dilakukan oleh ahli. Selain itu konseling juga bersifat kuratif atau penyembuhan. Berdasarkan pengertian ini seharusnya tugas Guru BK lumayan berat ya dan tidak main-main.

Karena berhubungan dengan potensi dan permasalahan siswa. Merujuk pada pengertian tersebut seharusnya pandangan negatif pada Guru BK bisa dihilangkan karena Guru BK tidak hanya mengurusi siswa yang bermasalah saja melainkan juga bertugas dalam mengembangkan potensi siswa sehingga gelar polisi sekolah tidak harus disematkan pada Guru BK.

2. Beban Kerja Guru BK 150-160 Peserta Didik Ekuivalen 24 Jam Pembelajaran

Bimbingan dan Konseling

Bimbingan dan Konseling via https://previews.123rf.com

Berdasarkan Permendikbud 111 Tahun 2014 seorang Guru BK memiliki beban kerja sebanyak 150-160 peserta didik dengan jam mengajar selama 24 jam pembelajaran. Bisa dibayangkan bagaimana repotnya, bahwa seorang Guru BK harus melayani 150 siswa. Guru BK harus melakukan perencanaan untuk memberikan layanan sampai melakukan evaluasi layanan yang ia berikan pada siswa.

3. Guru BK itu Sosok Guru yang Harus Kuat dan Mandiri

Bimbingan dan Konseling

Bimbingan dan Konseling via https://imgwm.com

Advertisement

Guru BK harus jadi sosok yang kuat dan mandiri. Bagaimana tidak, dalam pemberian layanannya saja ia sudah dituntut untuk mengerjakannya secara mandiri. Mulai dari melakukan asesmen kebutuhan siswa, menyusun program tahunan BK, menyusun rencana pelaksanaan layanan BK, sampai dengan melakukan evaluasi layanan BK.

Selain itu Guru BK dituntut untuk memberikan layanan bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling kelompok, konseling Individu, kunjungan rumah, membuat media BK, dan sebagainya. Dari proses tersebut menjadikan Guru BK sosok yang mandiri dan kuat.

4. Guru BK Dituntut Untuk Peka

Bimbingan dan Konseling

Bimbingan dan Konseling via https://dz9yg0snnohlc.cloudfront.net

Seorang Guru BK dituntut untuk peka. Apalagi saat melakukan asesmen kebutuhan siswa. Untuk mengetahui apa yang saat ini tengah dibutuhkan siswa, sifat peka ini sangat diperlukan. Agar kelak saat menyusun program kerja BK sesuai dengan kebutuhan siswa.

5. Guru BK Harus Bisa Jaga Rahasia

Bimbingan dan Konseling

Bimbingan dan Konseling via https://banner2.kisspng.com

Jadi Guru BK itu tak ubahnya recycle bin. Saat siswa sudah merasa percaya dan nyaman untuk bercerita dengan Guru BK, maka ia harus mampu untuk menjaga rahasia. Dalam pemberian layanan konseling, ada asas kerahasiaan yang harus dipegang oleh Guru BK.

Sehingga Guru BK benar-benar dituntut untuk menjaga semua pembicaraan yang ia lakukan dengan siswa saat proses konseling berlangsung. Jadi, jangan seperti ember bocor yang menumpahkan airnya kemana-mana ya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya