4 Tips Kurangi Kebiasaan Mengeluh. Biar Kamu Lebih Menikmati Segala Proses dalam Hidup

tips mengurangi mengeluh

Apa sih resolusimu di tahun 2021? Pastinya menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dewasa. Jangan sampai seiring bertambahnya tahun kamu hanya bertambah umur tanpa kedewasaan.

Di tahun yang baru kamu pastinya akan membutuhkan semangat yang tinggi karena tuntutan entah dari lingkungan rumah,lingkungan pekerjaan atau pendidikan,nah semangat ini akan sulit dipupuk jika mengeluh sudah menjadi kebiasaanmu di tahun sebelumnya. Padahal mungkin saja tahun yang baru akan menuntutmu lebih kuat dan lebih semangat serta lebih sabar dalam menghadapi segala hal.

Mengeluh adalah perasaan yang wajar oleh sebagian manusia yang merasa bahwa apa yang dia lakukan begitu berat,begitu sulit, atau tidak sesuai dengan ekspektasinya. Tapi gimana jadinya jika mengeluh ini terlontar setiap saat bahkan ketika kamu mencapai apa yang kamu inginkan? Wah, sudah tidak wajar lagi kan?

Keluhan dapat keluar karena mungkin kamu sedang berada di tengah permasalahan yang dihadapi, atau sedang melakukan kegiatan yang menguras tenaga dan pikiran atau mungkin saja merasa dirimu sendiri atau orang lain tidak sesuai dengan apa yang  kamu pikirkan ,jangan sampai ya berpikir seperti ini karena kamu bisa kehilangan banyak teman nih jika kamu mengeluhkan banyak hal ke kawan kawanmu hanya karena tidak sefrekuensi denganmu atau kamu merasa kamu lebih hebat dari dirinya sehingga kamu mengeluh tentang perbedaan caranya melakukan hal yang sama denganmu, parahnya lagi kamu mengeluh mengenai banyaknya kegiatan kepada kawan kawanmu demi sebuah pengakuan. Duuuh…

Padahal mengeluh adalah sebuah penyakit kebiasaan, bahkan kamu bisa saja tidak sadar terbiasa melontarkan keluhan yang sebenarnya tidak sepadan dengan apa yang kamu lakukan atau tidak sepadan dengan apa yang kamu alami, karena kamu terbiasa mengeluh, kegiatan atau permasalahan yang kecil jadi dibesar-besarkan, padahal hal ini hanya sepele saja.

Mengeluh menjadi kebiasaan yang akan merugikanmu, di samping mengeluh membuatmu lelah sendiri, kamu akan kesulitan mencari solusi dan pastinya segala hal terasa berat dan tidak menyenangkan. Bahkan kamu bisa membuat orang orang berpikir negatif terhadapmu bahwa kamu orang yang tidak bersukur bahkan sombong karena mengeluhkan banyak hal ke orang lain. Jangan sampai deh..karena menginjak usia dewasa justru kamu harus tahu apa yang seharusnya menjadi kebiasaanmu dan apa yang perlu kamu hilangkan. Yuk baca 5 tips berikut untuk mengurangi kebiasaan mengeluhmu sebagai resolusi di tahun 2021.

Advertisement

1. Menikmati setiap prosesnya dan apa yang kamu lakukan memang itulah yang kamu kehendaki

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Terkadang ketika seseorang melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan atau kehendak hatinya akan terasa begitu berat, sehingga hasilnya adalah keluhan yang keluar lebih banyak dan tidak sepadan dengan apa yang dilakukan.

Terus gimana nih caranya agar kita bisa menyukai apa yang kita lakukan?

Advertisement

Jawabannya adalah temukan sudut pandang lain dari kegiatan tersebut, misalnya saja kegiatanmu ini begitu berat, tapi memang itulah tugas yang harus kamu kerjakan walaupun kamu tidak menyukainya. Kamu harus menemukan tujuan lain  terlepas dari hanya meyelesaikan tugas saja, tapi carilah alasan kenapa kamu melakukan kegiatan itu, contohnya, kamu hanya ingin membantu saja, hitung-hitung dapat pahala di luar dari kewajibanmu, sehingga kamu mempunyai pikiran bahwa apa yang kamu lakukan ini membuat orang lain juga senang.

Selalu temukan sisi lain yang dapat menghasilkan rasa ikhlas dan tulus terhadap apa yang kamu lakukan. Nggak akan terasa berat kok. Karena kalau mindset kamu sudah tidak terima dan merasa berat. Prosesnya akan terasa berat juga. Santuy saja~

2. Semua butuh proses tidak ada yang instan

Advertisement
Photo by Nick Bondarev from Pexels

Photo by Nick Bondarev from Pexels via https://www.pexels.com

Duh jangan pernah berpikir bahwa segalanya instan ya, tapi jangan berpikir pula kalau hal yang tidak instan itu melelahkan. Kita masak mie instan saja butuh proses begitu juga dengan apa yang kita lakukan tidak bisa langsung mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan kita. Butuh proses menyesuaikan, proses belajar, tahap per tahap memang harus dilalui.

Tetapi, karena kamu sudah memutuskan kamu ingin melakukan hal ini, kamu juga harus terima segala prosesnya dan pastinya enjoy menjalaninya karena ini pilihanmu sendiri, kamu tahu bahwa segala hal ini tidak ada yang instan. Ini berlaku terhadap dirimu sendiri dan juga orang lain.

3. Semua orang mempunyai keunggulan di bidangnya masing-masing

Photo by Pixabay from Pexels

Photo by Pixabay from Pexels via https://www.pexels.com

Tuhan memberikan setiap manusia kelebihannya masing-masing, tidak ada yang lebih dari yang lainnya, semua mempunyai kelebihan yang sama merata, cuma setiap orang mempunyai keahlian dibidang yang berbeda beda, dan beberapa kelebihan tersebut hanya dapat terlihat diwaktu dan tempat yang sesuai dengan keahliannya. Namun bukan berarti orang tersebut tidak mampu melakukan apa yang kamu lakukan Lagi-lagi hal itu membutuhkan sebuah proses. 

Kamu pasti pernah melihat atau mungkin pernah mengeluhkan kawanmu yang sedang duduk bersantai karena tugas dia yang sedikit dan lebih mudah darimu, sementara tugasmu tidak kunjung selesai dan terasa lebih sulit. Atau kamu pernah mengeluhkan kawanmu yang melakukan tugasnya dengan cara yang tidak sesuai dengan apa yang kamu pikirkan, atau kawanmu lebih lamban darimu padahal bisa saja hasilnya sama baiknya .

Jangan mudah merasa kecewa dengan segala hal atau terhadap orang lain, Sebenarnya saat dirimu melakukan tugas dengan porsi lebih banyak dari yang lain pastinya orang orang berpikir karena dirimulah yang berkompeten di bidang tersebut. Tapi bukan berarti yang lain pun tidak dapat melakukan apa yang kamu lakukan itu loh. Mereka pun bisa jadi sama ahlinya atau bahkan lebih ahli dari dirimu. Namun proses setiap orang ini berbeda beda. Karena bisa jadi kawanmu mempunyai keahlian yang dirimupun tidak dapat melakukannya, tapi dia tidak mengeluh.

Maka janganlah mudah mengeluh, karena mungkin saja apa yang kamu keluhkan tidak seberapa dengan orang lain, bisa jadi orang lain menganggap apa yang kamu lakukan lebih mudah dibanding dirinya, sama seperti dirimu.

Walaupun kamu berpikir dirimu paling unggul dari teman-temanmu sebaiknya kamu rendah hati dengan memberikan saran secara baik dan positif agar kawan kawanmu pun dapat menyesuaikan dirimu dan bukannya menginti-midasi hingga membuat orang orang di sekitarmu merasa tidak nyaman, jangan sampai kamu dicap orang yang sombong dan kaku. Emmm….gimana? 

4. Sabar adalah obat untuk dirimu yang suka mengeluh

Photo by Pixabay from Pexels

Photo by Pixabay from Pexels via https://www.pexels.com

Sabar itu sulit. Betul sekali karena orang yang sabar membutuhkan hati yang besar untuk ikhlas. Dan betul sekali sabar dan ikhlas berkaitan sangat erat. 

Sabar memang harus diaplikasikan di segala keadaan, karena ketika kita sabar maka pikiran menjadi terbuka untuk mencari solusi dan memberi solusi kepada orang lain. Serta dengan kesabaran dan keikhlasanpun timbul ketulusan yang membawamu mencari solusi dan berpikir dampak apa yang terjadi dengan solusimu bahkan kamu bisa berpikir dampak yang terjadi terhadap dirimu sendiri dan orang lain jika kamu mengeluh.

Kamu tahu apa yang kamu harapkan pada dirimu sendiri ataupun dari orang lain tidak selalu sesuai dengan apa yang kamu pikirkan sebelumnya, namun jika kamu sabar kamu pasti mencari solusi untuk dapat memberikan solusi terhadap dirimu sendiri ataupun orang lain. Tapi lagi lagi kesabaran pun butuh dilatih, sabar ini juga membutuhkan proses. Jika kesabaran bisa kamu kuasai, lontaran kata-kata mengeluh yang setiap kali kamu katakan pasti akan lambat laun berkurang. Sabar di sini adalah obat untuk menyembuhkan kebiasaanmu yang suka mengeluh.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

A Journey of a thousand light years , Begins with a single step

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE