5 Rahasia Tidak Insecure, Hidup Sederhana Hati Bahagia

Hidup Sederhana tidak membuatmu rendah diri

Periode quarter life crisis seringkali muncul pada usia 20 hingga 30 tahun, periode ini seseorang kerapkali merasa kebingungan menentukan hidupnya. Memilih soal karier, percintaan atau masih dalam tahap belum selesai dengan dirinya sendiri. 

Rentan masa peralihan remaja menuju dewasa yang matang, terkadang muncul rasa insecure ketika memilih hidup sederhana. Melihat pencapaian orang lain sudah banyak yang sukses, memiliki rumah mewah, bisa traveling luar negeri atau memiliki buah hati. Sementara pencapaian hanya di titik (begini-begini) saja. 

Memilih hidup sederhana bukan berarti tidak memiliki impian yang tinggi, sederhana berarti hidup yang apa adanya. Tidak muluk-muluk agar dianggap orang penting, yang berujung ribet. Berikut 5 hal penting agar tidak merasa insecure ketika memilih hidup sederhana. 

Advertisement

1. Tidak memamerkan pencapaian, tetapi bersyukur atas pencapaian

Kelulusan wisuda sarjana foto by Christine von Raesfeld on Unsplash

Kelulusan wisuda sarjana foto by Christine von Raesfeld on Unsplash via https://unsplash.com

Kalau ingin hidupmu sederhana, cukup menjadi diri yang suka bergaul dan suka membantu. Orang yang haus validasi dari orang lain, biasanya akan sering pamer atas setiap pencapaiannya. Pencapaian yang belum maksimal akan membuat effort lebih besar lagi. 

Kamu akan mudah lelah jika pamer hanya untuk membahagiakan banyak pemirsa di sosial mediamu. Jalani hidup sederhana tanpa harus berlebihan pamer materi yang dimiliki. Ada baiknya pamer kiat-kiat mewujudkan mimpi daripada hasil.

Advertisement

Hidup sederhana tidak perlu pamer, kalau kamu kebiasaan pamer dan tidak ada yang bisa dipamerkan. Keberhasilanmu ketika lulus wisuda, wujudkan dengan rasa syukur. Mentraktir teman sebagai wujud syukur, tidak pamer dan menyombongkan diri. 

2. Mode silent dalam berproses, tidak banyak rencana langsung take action

Sibuk melakukan proses by StockSnap on Pixabay

Sibuk melakukan proses by StockSnap on Pixabay via https://pixabay.com

Hidup sederhana itu membiasakan berproses dengan tekun. Menggeluti pekerjaan atau passion yang kau senangi dengan fokus. Tidak perlu mengumumkan rencanamu kepada orang lain. Karena hanya membuang-buang waktu. 

Mengumumkan rencanamu barangkali bisa membuat langkahmu terdistraksi pada sesuatu yang tidak terlalu penting. Hidupmu malah semakin rumit jika rencanamu menjadi gagal. Lebih baik diam-diam berproses, hidup sederhana tidak perlu sering update status setiap prosesmu. Karena “Orang yang menyukaimu tidak membutuhkan informasi itu dan orang yang membencimu tidak akan percaya akan hasilmu.”

Advertisement

3. Memilih hidup minimalis, memilih barang yang penting saja

Rumah minimalis by Gambar oleh Monoar Rahman Rony from Pixabay

Rumah minimalis by Gambar oleh Monoar Rahman Rony from Pixabay via https://pixabay.com

Menurut Joshua Becker, Becoming Minimalist adalah tentang mendapatkan apa yang membuat kita bahagia dan menghilangkan segala yang memalingkan kita dari hal tersebut. 

Hakikat dari minimalis ialah bisa memilih barang-barang yang penting, mengerti kegunaan dari setiap barang. Bukan karena nilai historis dari barang tersebut. Memiliki barang tidak perlu mengikuti trend, karena akan menumpuk jumlah barang yang kamu punya. 

Semakin sedikit jumlah barang yang dimiliki, kita tidak pusing merawat barang-barang yang dimiliki. Karena semakin banyak memiliki sesuatu, maka semakin repot. Semakin sedikit barang yang dimiliki, semakin merdeka diri. Misalnya orang memilih satu kendaraan saja, karena biaya perawatan mahal. 

4. Hidup sederhana, lepaskan keterikatan pada sesuatu untuk memiliki barang

Perempuan membersihkan rumah by Volha Flaxeco on Unsplash

Perempuan membersihkan rumah by Volha Flaxeco on Unsplash via https://unsplash.com

Ketika akan memiliki suatu barang, jangan sampai menumpuk jumlahnya. Pikirkan dulu sebelum membeli barang, penting atau tidak? Jika tidak begitu mendesak, maka hindari memiliki barang terlalu banyak. 

Hidup sederhana itu akan memunculkan perasaan bahagia walaupun punya satu ponsel, memiliki satu koleksi perlengkapan pribadi. Hidup sederhana yang paling utama rajin membersihkan rumah dan perabotan yang dimiliki. Meskipun rumahnya mewah namun kotor tentunya tidak nyaman dipandang. Tetapi rumah minimalis dan sering dibersihkan tentu akan nyaman dihuni.

5. Hilangkan rasa insecure ketika memilih hidup sederhana dengan tidak membandingkan dengan orang lain

Seseorang sedang relax by Pexels on Piaxabay

Seseorang sedang relax by Pexels on Piaxabay via https://pixabay.com

Setiap bunga yang mekar tidak bersamaan, begitu juga dengan hasil yang akan kita capai. Kesuksesan yang kita raih tidak akan sama tiap orang. Berhenti membandingan diri dengan keberhasilan orang lain. Agar tidak muncul rasa dilema dan insecure. 

Tiap diri itu sangat berharga, tiap dari kita punya tugas mulia di muka bumi ini. Untuk urusan hidup, sederhanakan impian dan lebih banyak lakukan kegiatan berharga. Rasa tidak percaya diri hanya melemahkan kita, sementara bersyukur mampu meningkatkan value diri. 

Hidup sederhana sebenarnya mudah, yang membuat sulit diri kita sendiri saat menjalaninya. Sederhana dalam hidup sangat membantu kita lebih tenang dan bahagia. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Wanita muda yang suka fotografi, Editor freelance, bookstagram. Suka menulis cerpen, novel dan blog. Bukunya yang sudah terbit DARAH: sepuluh cerita psikopat dan September Wish. Menulis membuatmu ada.

CLOSE