5 Hal yang Bisa Kamu Pelajari dari Nenek, Untuk Jalani Hidup Lebih Baik!

Dari nenek kita bisa belajar banyak hal, termasuk hal kehidupan.

Mungkin ada beberapa dari kalian merasakan hal sepertiku, tinggal bersama dengan kakek dan nenek sedari kecil. Walaupun tidak bersama orang tua, tapi kakek dan nenek selalu menghujaniku dengan kasih sayang yang melimpah. Tak jarang juga Nenek memberikan aku petuahpetuah hidup yang bisa aku jadikan pelajaran. Walau singkat tapi banyak sekali hal yang dapat kupelajari dari beliau yang setelah dipikir menjadi kebiasaan yang lekat hingga sekarang.

Inilah 5 hal yang nenek ajarakan tentang kehidupan yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup. Semoga hal-hal ini berdampak positif bagi kehidupan kamu! Selamat membaca!

Advertisement

1. Menjadi orang yang tepat waktu itu tidak ada ruginya

Foto oleh Yan Krukov dari Pexels

Foto oleh Yan Krukov dari Pexels via https://www.pexels.com

Dengan adanya pandemi, mayoritas kita akan bekerja di rumah. Bisa sayonara sama kemacetan dan hiruk pikuk di jalan karena banyak hal bisa dilakukan sambil rebahan. Saat Eyang Putri masih hidup, kita selalu menjadi yang pertama untuk datang ke acara keluarga atau janji lainnya. Terkadang, kita terlalu awal tapi itu ternyata banyak membawa berkah.

Misalnya saja, pre-pandemi jalanan Jabodetabek itu macet dan tidak terprediksi. Merencanakan perjalanan lebih awal tentunya membuat kita tidak harus stres akan terlambat karena semua sudah diperhitungkan dengan baik. Walaupun itu sesama keluarga, datang tepat waktu atau lebih awal menjadi bentuk hormat kepada yang mengundang.

Advertisement

Nah, kembali lagi ke gaya rebahan kita sambil bekerja. Semua bisa dilakukan lewat laptop seharusnya tidak ada lagi alasan untuk datang telat ke sebuah meeting, kan? Memastikan kita masuk ke dalam ruangan tersebut lebih awal atau tepat waktu, memastikan meeting akan mulai on time dan kemungkinan bisa selesai lebih cepat. Keuntungannya? Tentu bisa melakukan lebih banyak hal dan waktu rebahan bisa dimulai on-time juga, dong? Setuju?

2. Berbuat kebaikan itu tidak usah pandang bulu

Foto oleh RODNAE Productions dari Pexels

Foto oleh RODNAE Productions dari Pexels via https://www.pexels.com

Untuk bagian ini aku akan sangat hati-hati karena beliau ini sudah makan asam garam hidup. Oleh karena itu, beliau mungkin lebih bijak dalam melihat hidup. Apalagi ia lahir sebelum masa kemerdekaan. Bisa kebayang kan betapa sulitnya hidup. Ia memiliki prinsip bahwa melakukan kebaikan itu merupakan tindakan tanpa pamrih alias ikhlas.

Menurut nenek, kalau kebaikan itu diperhitungkan namanya kita menolak rezeki. Sebagai manusia, melakukan kebaikan itu menjadi bagian mengapa kita ada di dunia kok. Bagaimana kok bisa? Beliau percaya bahwa kebaikan itu bisa dilakukan oleh siapa saja asal kita mau.

Nah, modal mau ini saja merupakan working in progress dalam diriku tapi kalau kita bisa mencoba untuk melakukan satu hal baik saja dalam tiap harinya, seharusnya ini bisa menjadi sebuah kebiasaan yang nantinya bisa dilakukan dengan sendirinya.
 

3. Semua manusia itu sama, tidak usah sibuk membeda-bedakan

Foto oleh William Fortunato dari Pexels

Foto oleh William Fortunato dari Pexels via https://www.pexels.com

Ini hal yang selalu aku banggakan dari beliau. Dia itu tidak pernah merendahkan ataupun melihat orang lain berbeda. Semua memiliki strata yang sama sebagai manusia. Sampai sekarang masih berpikir, kok bisa yaa beliau seperti ini? Ada beberapa kemungkinan: Hal yang pertama ialah kesulitan yang pernah dihadapi sebelum kemerdekaan, menjadikan ia harus bisa menjalin hubungan dengan orang lain dengan baik karena kita tidak pernah tahu kapan pertolongan bisa datang dari pihak lain.

Hal yang kedua ialah hidup dengan ego yang berlebih itu buatnya hanya membuat kepala pusing. Jadi, dia paling tidak suka dengan orang yang merasa dirinya sok dan paling berkuasa. Habis lah kau kalau berani-berani bertingkah.
 

4. Its okay to feel not okay

Foto oleh Liza Summer dari Pexels

Foto oleh Liza Summer dari Pexels via https://www.pexels.com

Kalau diingat kembali saat beliau masih hidup, aku sudah tidak tahu betapa banyak curahan yang diberikan kepada beliau. Ia adalah seorang pendengar yang baik. Yang lebih hebat lagi ialah ia bisa memberi solusi sehingga kita bisa menyelesaikan permasalahan kita.

Namanya juga hidup, masa tidak ada masalah? If only that's the case but in reality we are constantly facing different issues! Hal itu tentu membuat kita stres dan terkadang frustasi. Di sini kita boleh merasa butuh tidak okay. Menjadi okay setiap saat juga bukan hal yang normal karena kita punya emosi yang terkadang hal-hal di sekitar kita menjadi trigger sehingga emosi itu memberi feedback.

5. Bukan harta yang dikenang melainkan amalmu di dunia

Photo by Papagnoc  on Pixabay

Photo by Papagnoc on Pixabay via https://pixabay.com

Aku bukan orang religius tapi nenek menunjukkan bahwa kebaikan kita di dunia itu bisa membuat kita ingat kepada seseorang hingga akhir hayat. Saat mereka tidak ada di dunia ini, bukan berapa banyak harta yang mereka miliki melainkan hal baik apa saja yang sudah dilakukan kepada orang-orang di sekitarnya.

Membuka rumah beliau untuk aku selama beberapa tahun serta mencurahkan cinta dan kasihnya untuk banyak orang menjadikan beliau seseorang yang diingat sepanjang masa. Ketulusan hati dalam melakukan segala hal dengan penuh cinta membuat kita merasa tersentuh.

Tidak ada resep rahasia untuk membuat hidup kita lebih baik. Banyak kesalahan, pelajaran, dan kebahagiaan yang perlu diselami untuk membuat diri kita semakin baik setiap harinya. Sosok nenek dengan berbagai prinsip dan contoh dalam hidupnya berhasil menginspirasi diriku untuk selalu menjadi lebih baik. Siapa tahu dengan mengenal beliau dengan singkat lewat tulisan ini bisa memberi sedikit bumbu penyedap dalam agar hidupmu memiliki lebih banyak rasa.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE