Menjadi seorang ayah adalah impian sebagian besar laki-laki di masyarakat Indonesia. Bagi seorang laki-laki, menjadi seorang ayah terdengar begitu menantang dan penuh kesulitan. angan berpikir demikian terlebih dahulu! Menurut go-dok.com, beberapa tips untuk mempersiapkan diri menjadi seorang ayah.

1. Anti baper dengan kesiapan emosi

Menjadi orang tua memang membutuhkan kesiapan mental dan emosional. Kamu dan pasangan harus menerima kenyataan bahwa tidak hanya ada kamu dan pasangan di rumah, tetapi nantinya akan ada keturunan yang akan membutuhkan banyak bantuan kamu dan pasangan selama beberapa tahun pertama kelahirannya.

Pasanganmu akan mengalami beberapa kali naik-turun dan masa-masa emosional. Oleh karena itu, disanalah ia memerlukan perananmu dalam meredakan masa-masa tersebut. Tidak menutup kemungkinan kamu juga akan mengalami momen emosional, terlebih ketika sang anak telah lahir.

2. Manajemen waktu

Advertisement

Memiliki anak akan menyita banyak waktu senggang. Jika biasanya Anda memiliki waktu 'me time' untuk menonton pertandingan sepakbola favorit, kini kamu harus meluangkan waktu dan perhatian pada sang keluarga kecil. Jangan segan untuk sesekali membantu istri yang sedang kerepotan walau tak diminta.

3. Uang, uang dan uang

Keuangan sudah menjadi sebuah hal besar yang harus Anda persiapkan sebelum menjadi ayah. Kamu harus memperhitungkan biaya persalinan hingga pascapersalinan, kamu dan pasangan harus saling mengomunikasikan perihal keuangan agar bisa sama-sama mengatur pemasukan dan pengeluaran mana yang akan dialokasikan untuk anak.

Jika selama ini kamu menyisihkan uang untuk keperluan hobi, kini harus mengutamakan keperluan keluarga di atas segalanya. Terlebih lagi masa-masa setelah kelahiran anak karena membutuhkan banyak keperluan, seperti popok, susu, pakaian, makanan bayi, hingga mainan.

Perhitungan keuangan ini juga harus direncanakan untuk jangka panjang, misalnya untuk biaya daycare jika kamu dan pasangan tidak dapat mengasuh si kecil di rumah karena harus berkantor, bahkan biaya sekolahnya nanti.

4. Membantu tanpa disuruh

Jangan segan untuk saling membantu via http://www.go-dok.com

Saat memiliki momongan kelak, kamu dan pasangan harus saling bahu membahu untuk dapat membantu si kecil, misalnya ketika lapar, merasa kegerahan, kedinginan, bosan, atau butuh perhatian.

Selain itu, jangan segan untuk terbangun tengah malam saat si kecil menangis. Pastikan kamu dan pasangan bisa saling bergantian dengan istri untuk bekerjasama membantu si kecil, seperti mengganti popok, memandikan, menidurkan, hingga bermain.

5. Kesehatan keluarga prioritas utama

Happy Family via http://www.go-dok.com

Sebagai orang tua pasti tidak ingin si kecil yang terserang penyakit. Kamu juga harus siap dan siaga jika terlihat sesuatu yang tidak normal dan mengkhawatirkan. Ingat, tubuh bayi masih sangat lemah dan rentan terhadap penyakit. Bisa jadi itu ternyata gejala penyakit tertentu. Di sini kamu mengakalinya dengan memperbanyak membaca informasi kesehatan yang terpercaya.

Nah, sudah siapkah kamu menjadi ayah?