5 Hal Yang Kamu Harus Lakukan Sebelum Menyusun Career Path!

Simak baik-baik, ya!

Perencanaan jenjang karir merupakan hal yang perlu kamu lakukan dalam melakukan manajemen karir mendatang. Perencanaan tersebut dapat kalian tuangkan dalam career path. Career path ini dapat dianalogikan sebagai petunjuk untuk mencapai posisi karir yang diinginkan. Tak jarang, dalam penyusunannya pun sering merasa galau dan bimbang. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh para fresh graduate saja namun, orang yang sudah memiliki pengalaman bekerja pun sering merasa demikian.

Pada dasarnya, penyusunan career path harus disesuaikan dengan kualifikasi diri. Tak hanya itu, untuk mencapai keberhasilan dalam jenjang karir yang lebih tinggi, kalian juga harus memastikan skill dan pengalaman yang kalian miliki telah berkembang. Ingin tahu mengenai cara penyusunan jenjang karir lebih dalam lagi? Yuk, simak pembahasan berikut!

Advertisement

1. Melakukan refleksi diri, ini dapat membantu mengenal profil diri kalian lebih jauh

Photo by Ante Hamersmit on Unspalash

Photo by Ante Hamersmit on Unspalash via https://unsplash.com

Refleksi diri dapat dilakukan dalam setiap kesempatan yang ada. Melalu  berbagai keadaan yang sudah terjadi, kalian dapat memetik nilai pembelajaran dalam proses mengenal diri kalian lebih jauh. Refleksi ini juga dapat dimulai dengan langkah yang sederhana. Kalian dapat mengajukan pertanyaan yang mungkin sudah sangat klasik namun, akan membutuhkan waktu untuk menjawab. Seperti dengan pertanyaan,

Siapa diri saya yang sebenarnya?,

Kemampuan dan passion apa yang yang saya miliki?

Bidang pekerjaan apa yang akan saya geluti ke depan?

Advertisement

Tentu akan banyak lontaran pertanyaan lain yang dapat kalian gunakan untuk memperdalam profil diri masing-masing. Dengan diketahuinya profil diri, akan sangat membantu kalian agar lebih mudah untuk menentukan karir ke depan.

2. Memahami value diri yang menjadi nilai jual dalam berkarir

Photo by Diana.grytsku on Freepik

Photo by Diana.grytsku on Freepik via https://www.freepik.com

Value diri merupakan nilai yang berkaitan dengan kualitas diri yang dimiliki. Setiap orang memiliki value yang beragam, dimana value tersebut dapat berupa idealisme, prinsip hidup, kompetensi, skill. bahkan pengalaman yang dimiliki. Value tersebut tentu akan menjadi salah satu nilai ‘jual’ terhadap diri kita.

Semakin tinggi value yang kita miliki maka, akan semakin tinggi pula nilai jualnya.  Keberadaan value akan mampu menciptakan sebuah pekerjaan juga memiliki values (work values). Nilai yang demikian menjadi prinsip yang mengarahkan  kita dalam bekeja untuk terus termotivasi.   

Advertisement

3. Menyadari kelemahan dan mulai mencari solusi pengembangan diri

Photo by Rawpixel.com on Freepik

Photo by Rawpixel.com on Freepik via https://www.freepik.com

Tak dapat dipungkiri, setiap orang pasti memiliki kelemahan meskipun tidak ditunjukkan secara gamblang. Mungkin kita seringkali merasa insecure karena kelemahan yang kita miliki. Namun, kelemahan bukan menjadi suatu alasan yang dapat mengagalkan proses pencapaian kita. Dengan kelemahan, kita diharuskan untuk belajar dan mengembangkan diri kita ke arah yang lebih baik.

Kita tak perlu berbohong mengenai kelemahan terhadap diri kita sendiri. Karena, pada akhirnya kita sendiri yang akan menerima dan memperbaiki kelemahan tersebut. Misalnya kita berkarir di multinational company tapi masih lemah dalam berbahasa inggris maka mengambil kursus bahasa inggris akan menjadi solusi tepat untuk mengembangkan skill bahasa inggris.

4. Mempertimbangkan pencapaian yang diinginkan, catat itu sebagai goals ke depan

Photo by Kelly Sikkema on Unspalash

Photo by Kelly Sikkema on Unspalash via https://unsplash.com

Tujuan atau goals menjadi hal yang dapat digunakan untuk menentukan skala prioritas yang akan dicapai. Sehingga, goals dapat menjadi penentu mengenai langkah dan kinerja yang harus kita lakukan agar keinginan kita tercapai. Tidak hanya sekedar keingianan, goals perlu perencanaan dan management yang baik. Umumnya, perencanaan ini terbagi atas short term, mid term, dan long term.

Short term merupakan perencanaan jangka pendek, misalnya pada akhir semester nanti berkeinginan memiliki IPK cumlaude. Untuk mid term yakni pencapaian dalam jangka menengah misalnya, saat lulus kuliah nanti sudah mengantongi sertifikasi dalam bidang yang diinginkan. Terakhir untuk long term yakni pencapaian jangka panjang, misalnya keinginan untuk bekerja di perusahaan multinational setelah lulus kuliah.

Tentu, dengan perencanaan yang demikian dapat membantu kita untuk bertindak sesuai dengan timeline agar keinginan dapat tercapai dalam kurun waktu yang sudah diperhitungkan pula.

5. Memahami kompetensi dan kemampuan yang kamu miliki

Photo by Thought Catalog on Unspalash

Photo by Thought Catalog on Unspalash via https://unsplash.com

Setelah mengetahui mengenai tujuan yang akan dicapai, perlu dilakukan penyelarasan terhadap kompetensi dan kemampuan diri. Hal ini diperlukan karena aspek tersebut menjadi faktor yang dapat menjadi menunjang ketercapaian tujuan. 

Kalian dapat membuat daftar mengenai skill yang dibutuhkan, kemudian nilailah seberapa jauh kompetensi yang kalian miliki untuk menacapi goals. Apabila dirasa sudah cukup maka inidapat menjadi tanda kesiapan kalian untuk berkarir. Namun, apabila kompetensi kalian belum memadai, berarti kalian perlu mengembangkan kompetensi lagi. 

Perencanaan karir yang telah disusun sebaik apapun tanpa usaha untuk menggapainya hanya akan berakhir sia-sia. Pastikan rencana karir yang telah tersusun rapi juga memperoleh eksekusi yang rapi pula. Meskipun tak jarang, rencana tersebut akan berubah menyesuaikan kondisi yang ada. Namun, setidaknya kita sudah memilki gambaran mengenai 'kita' di masa depan, bukan?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

write, wrote, written

Editor

CLOSE