Lucu dan aneh jika membahas tingkah polah para hijrah noob.

Apapun yang mereka lakukan akan menjadi benar saat itu dibalut dengan kata-kata bijak yang agamis. Sehingga mereka adalah yang paling benar dengan apapun tingkah polahnya. Menyebut kata hijrah semua orang pasti tahu dan memaknainya sebagai suatu proses perubahan.

Hijrah adalah fenomena yang lagi in banget saat ini. Mulai dari para remaja hingga dewasa, seringkali membicarakannya. Terutama dengan adanya media sosial, tidak heran jika fenomena ini semakin membuming. Apalagi lini masa yang saat ini sering menyebut kata hijrah atau motivasi-motivasi tentangnya.

Inilah yang semakin menambah eksistensi hijrah memuncak. Ditambah lagi dengan kehadiran para ustadz atau ustadzah muda yang dianggap menginspirasi semakin membuat mereka termotivasi. 

Hijrah biasanya dilakukan karena kesadaran diri seseorang terhadap kedekatannya kepada Tuhan. Banyak cara dari para pemula hijrah untuk bisa memperbaiki diri mereka menjadi lebih baik. Mulai dari memperbaiki ibadah, mengikuti kajian-kajian keagaman, atau mulai menginspirasi orang lain untuk mengikuti langkahnya.

Namun, di balik fenomena ini banyak orang yang mengaku sudah berhijrah tapi tingkahnya akan membuatmu merasa aneh, risih atau bahkan membuatmu merasa lucu. Sontak kamu akan bilang Apaan sih nih, atau timbul pertayaan hijrah tapi kok gini ya? Dan bahkan juga merasa kok lucu ya…

Biasanya mereka yang seperti itulah, yang belum mengerti arti sesungguhnya tentang berhijrah atau bisa dibilang hijrah ikut-ikutan. Bisa jadi itu adalah mereka yang  masih bertahan beberapa saat untuk berhijrah yang bisa kita sebut sebagai para Hijrah Noob.

Untuk lebih tahu, 5 hal ini akan menunjukkanmu ciri hijrah noob yang pasti sering kamu temui di kehidupan sehari-hari atau tanpa kamu sadari kamu sendiri masih melakukannya:

1. Suka Memposting Momen Hijrah

Momen Hijrah

Momen Hijrah via https://www.hetanews.com

Biasanya ini terjadi di kalangan akhwat atau ikhwan yang baru mulai berhijrah. Sebenarnya boleh-boleh aja sih berfoto selfie atau mengabadikan momen lewat video atau foto, tapi terkadang mereka kurang memperhatikan lingkungan dan waktu yang tepat untuk melakukannya.

Bayangkan saja jika kamu sendiri adalah orang lain yang berada di dekatnya pasti akan merasa risih dan menimbulkan ghibah. Karena, hal itu biasanya dilakukan saat momen-momen sakral berlangsung yang dimana semua orang berusaha berkonsentrasi untuk menyimak isi acara keagamaan tersebut.

Advertisement

Seperti saat sholat di masjid, kajian-kajian keagamaan, dan lain sebagainya. Memang, momen-momen itu instagramable banget buat diposting. Tapi, lebih baik jika tidak melakukannya di saat seperti itu karena bisa menimbulkan riya’ yang akan menggugurkan pahalamu atau bahkan bisa menimbulkan dosa pada orang lain karena tingkah polahmu yang dirasa kurang berkenan.

Untuk mengatasinya, kamu bisa mengabadikan momenmu setelah acara selesai entah bersama teman atau keluarga. Jika ingin mengabadikan isi acara secara lengkap kamu bisa meminta file dokumennya kepada panitia.

2. Suka Berdebat Masalah Agama, Padahal Dia Cuma Ikut-Ikutan

Jangan dikit-dikit baper

Jangan dikit-dikit baper via https://www.idntimes.com

Ini nih, yang bisa membuat teman di sekitar para hijrah noob merasa tidak nyaman. Boleh saja jika ingin menebar kebaikan, tapi alangkah baiknya jika tidak melakukan justifikasi pada lawan bicara secara sepihak yang bahkan membuat mereka merasa tidak nyaman.

Advertisement

Ini karena, mereka kurang menelaah lebih lanjut isi dari ilmu yang baru mereka dapat. Sehingga menimbulkan perdebatan yang tidak berujung dengan lawan bicara. Karena mereka kurang mengerti cara yang tepat untuk menyampaikannya kepada orang lain meskipun niat mereka baik. Maka dari itu, penting untuk menelaah dan mempelajari lebih lajut tentang ilmu yang baru didapat.

Sayangnya karena kurangnya pengetahuan, membuat mereka dirasa bertolak belakang dengan apa yang mereka katakan. Sehingga orang lain kurang menyukai keberadaan mereka. Atau bahkan, karena hal ini orang lain akan merasa canggung dan risih karena merasa selalu salah di hadapan mereka.

Salah satu contohnya, para Hijrah Noob ini biasanya merasa yang paling benar dan orang lain adalah salah tanpa menyadari kesalahan mereka sendiri entah dari penyampaian saran atau tingkah polah mereka sendiri yang bertolak belakang dari perkataannya. Karena mereka hanya ikut-ikutan teman atau dengan apa yang mereka dengar dan baca tanpa menelaahnya lebih lanjut.

Maka dari itu, lebih baik jika kamu mempelajari dan menelaah lebih lanjut ilmu agama yang baru kamu dapat sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Sehingga kamu bisa menjadi teladan yang baik bagi orang disekitarmu tanpa adanya perdebatan yang berujung pada kebencian.

3. Pacaran tapi Ngakunya Ta’arufan

Ini Nyata Fenomena Pacaran Konsep Syar'i

Ini Nyata Fenomena Pacaran Konsep Syar'i via https://www.atmosferku.com

Lucu dan aneh pasti kamu rasakan saat melihat postingan Akhy dan Ukhty, terlihat pacaran di media sosial tapi ngakunya ta’arufan. Padahal mereka tidak memiliki rencana menikah dalam waktu dekat.

Biasanya ini terjadi dikalangan remaja yang masih memulai berhijrah tanpa mau memutuskan hubungan dengan pacar. Alasannya sih simpel, karena masih sayang. Apalagi ditambah dengan caption "Pacarku yang sholeh," itu akan semakin membuatmu menggelengkan kepala.

Boleh saja menjalin hubungan dengan lawan jenis, namun jika sudah memutuskan untuk berhijrah alangkah lebih baiknya jika memutuskan hubungan dengan yang belum halal kecuali jika memang berfikir untuk menikah dalam waktu dekat dengan menjalin ta’aruf atau proses pengenalan satu sama lain dengan lawan jenis.

4. Pakai Hijab Panjang tapi Aurot Masih Kelihatan

berhijab!! tapi telanjang mengumbar aurat

berhijab!! tapi telanjang mengumbar aurat via https://www.kompasiana.com

Ini terjadi jika baju yang dipakai dirasa panjang dan syar’i, namun dia tidak melihat lebih lanjut tekstur kain, pola jahitan, atau bahan kain yang tipis membuat warna kulit mereka masih terlihat meski memakai baju. Ini biasa disebut berpakaian tapi telanjang dalam hukum syari’at.

Tekstur kain yang lemas dan pola jahitan yang membentuk bentuk tubuh juga termasuk dalam hal ini.

5. Sehari Baik, Sehari Nggak

Kadang iya, kadang enggak.

Kadang iya, kadang enggak. via http://www.wajibbaca.com

Orang jawa bilang ini namanya dokser. Kadang kalo inget jadi baik, kalo lagi nggak inget kembali ke asalnya. Susah memang merubah apa yang sudah ada dan menjadi kebiasaan. Terkadang lingkungan yang masih sama membuat mereka labil dalam istiqomah. Tidak heran jika ini membuat orang disekitarnya kurang percaya akan keputusannya untuk berhijrah.

Nah, itu tadi beberapa penjelasan dan ciri tentang Hijrah Noob. Agar kamu tidak termasuk di dalamnya, lebih baik jika temui lingkungan yang baik dan keluar dari lingkungan lama yang termasuk dalam masa jahiliahmu.

Tanpa maksud mengasingkan mereka, kamu bisa sesekali berhubungan dengan mereka dengan batasan-batasanmu. Lebih baik jika kamu bisa mengajak mereka ikut hijrah bersama mu. Selain itu, belajar ikhlas dalam berhijrah juga penting agar tidak terjadi riya’.

Meskipun itu sulit, tapi tetap jalani sebisamu dan teruslah berusaha. Anggap itu adalah bagian dari proses yang harus kamu jalani.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya