Siapa sih yang nggak mau sukses? Hampir sebagian besar orang menginginkan hidupnya berakhir bahagia dengan tercukupinya kebutuhan rohani dan materil. Nggak memungkiri, mereka berusaha sekuat tenaga demi meraih apa yang diinginkan, khususnya mempersiapkan masa depan. Walaupun kita semua pasti setuju, tolok ukur kesuksesan bukan hanya dilihat dari jumlah gaji, melainkan hal lain seperti attitude.

Namun, ternyata ada banyak lho hal yang bisa menghambat kesuksesanmu padahal ini tergolong sepele. Parahnya, sebagian besar dari kamu mungkin sudah menjadikannya sebuah kebiasaan dan nggak sadar bahwa ini bisa menjadi bumerang! Berikut ini Hipwee Community paparkan hal-hal apa saja yang bisa menunda atau bahkan menggagalkan kesuksesanmu…

1. Doyan ngeluh, nggak bisa diandalkan dan menggantungkan segalanya ke orang lain

Tidak bisa diandalkan

Tidak bisa diandalkan via http://www.zcloco.com

Siapa yang mau bekerja dengan orang yang tak bisa diandalkan? Sebelum berangan-angan menjadi orang sukses, pastikan dulu kita dianggap orang lain bisa diandalkan. Minimal, rekan kerja maupun bos kita yakin kita pasti berusaha melakukan semua yang kita bisa untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Bagaimana cara terbaik membuat orang lain percaya pada kita?

Advertisement

Pertama, jangan pernah membuat janji yang sejak awal kamu tahu takkan kamu tepati. Kalau deadline atau tugas yang kamu terima tidak realistis, sampaikan dengan terus terang. Karena begitu kamu menyanggupi sesuatu, orang akan beranggapan kamu pasti menyelesaikannya. Dan jika kamu tidak menyelesaikannya, kamu akan kehilangan kepercayaan mereka.

Kedua, buat perkiraan yang realistis. Lebih baik menjanjikan sesuatu yang kamu yakin bisa kamu lakukan, lalu kerahkan kemampuan terbaikmu agar sebisa mungkin kamu mencapai hasil yang melebihi apa yang kamu janjikan daripada membuat janji muluk yang akhirnya tak bisa kamu penuhi.

Ketiga, minta maaflah ketika kamu melakukan kesalahan. Tidak ada orang yang tak pernah membuat kesalahan, tetapi bagaimana kamu menanganinya yang menentukan apakah kepercayaan yang susah payah kamu dapatkan bisa kamu pertahankan. Jangan mencari-cari alasan atau melempar tanggung jawab ketika terjadi masalah. Bertanggung jawablah, cari solusi atas permasalahan tersebut, dan cari tahu apa yang menyebabkan masalah itu terjadi agar kamu tidak mengulanginya.

2. Sering bilang dan mesugesti diri sendiri dengan kalimat, "ini kan bukan passion gue! Udah ah, gue mau keluar aja!"

Advertisement

Bukan berarti kita mengerjakan semua kerjaan orang lain, tapi kalau ada tugas tambahan yang bisa dan perlu kita lakukan demi kesuksesan tim kita, akan lebih baik jika kita melakukannya. Kalau kamu punya waktu dan kemampuan untuk memberi sedikit bantuan kepada anggota timmu, lakukan saja. Tak ada ruginya membantu orang, tapi ingat juga tak selalu orang yang kita bantu akan membalas perbuatan kita.

Kalau kamu tidak bisa menyanggupi permintaan rekan kerjamu, berikan penjelasan yang jujur dan tulus. Selain itu, kamu juga bisa menunjukkan kalau kamu sebenarnya ingin membantu dengan cara memberi saran agar pekerjaan itu tetap selesai walau bukan kamu yang mengerjakannya.

3. Menunda-nunda hal kecil, padahal ini penting sebelum memulai hal besar

Menunda melakukan sesuatu tidak selalu merupakan hal yang buruk. Lantaran, menunda adalah cara kita membuat prioritas. Kita tidak bisa melakukan semua hal pada saat bersamaan. Ada hal yang lebih penting dan genting sehingga kita perlu sengaja menunda melakukan beberapa hal supaya bisa segera menyelesaikan tugas yang menjadi prioritas kita.

Namun, menunda menjadi masalah kalau alasan kamu menunda adalah karena kamu tidak mau mengerjakan suatu tugas, atau kamu takut melakukan pekerjaan itu, atau karena kamu menemukan hal yang lebih menarik untuk dilakukan walau tugas yang kamu tunda sebenarnya seharusnya kamu selesaikan lebih dahulu.

Bagaimana membedakan menunda yang positif dari negatif?

Pertama, tanyakan pada dirimu mengapa kamu menunda. Apakah kamu menunda karena ada hal lebih penting yang perlu kamu lakukan? Atau kamu sebenarnya melarikan diri, karena pekerjaan yang kamu tunda terasa terlalu sulit untuk dilakukan, atau kamu tidak tahu harus mulai dari mana, atau kamu takut hasil kerjamu tidak sebagus yang kamu inginkan?

Bagaimana cara mengatasi kebiasaan buruk yang satu ini?

Pertama, belajarlah membuat prioritas. Ada hal yang penting dan genting, yang penting tapi tidak genting, yang genting tapi tidak penting, dan yang tidak genting sekaligus tidak penting. Kedua, ingatlah kamu selalu bisa mencapai hasil yang lebih baik jika kamu terus berusaha. Jangan terpaku pada standar yang tidak realistis dan mulailah mengerjakan tugasmu. Ketiga, jika pekerjaanmu terasa terlalu berat atau besar, kategorikan menjadi tugas-tugas yang lebih sederhana. Ini akan membantumu menentukan apa yang perlu kamu lakukan. Selain itu, kamu juga bisa merasakan kepuasan tersendiri setiap kali kamu menyelesaikan satu tugas simpel, yang pada akhirnya akan membuatmu semakin puas ketika kamu akhirnya menyelesaikan tugas besarmu.

Terakhir, jangan menipu diri sendiri. Orang yang bilang menunda hingga detik terakhir karena tekanan deadline membuat mereka kreatif dan fokus sepertinya hanya mencari-cari alasan. Kalau kamu punya waktu lebih lama untuk memikirkan dan mengerjakan tugasmu, kemungkinanmu mencapai hasil yang lebih baik lebih besar daripada kalau kamu menunda hingga detik terakhir. Soalnya, kamu bisa mengecek apakah ada kesalahan dalam tugas yang kamu kerjakan serta bisa mengeksplorasi ide alternatif daripada kalau kamu dikejar waktu dan langsung menggunakan ide yang pertama kali terpikirkan olehmu.

4. Anti perubahan dan terlalu nyaman berleha-leha di zona nyaman

Perubahan adalah gabungan dari kekacauan dan kesempatan. Orang yang anti perubahan mungkin adalah orang yang hanya melihat sisi kekacauan, tanpa melihat adanya kesempatan. Tak mungkin menghindari perubahan, jadi sebenarnya menentang perubahan adalah sesuatu yang sia-sia. Kamu perlu menerima perubahan kalau ingin sukses, bahkan jika tampaknya perubahan itu hanya menghasilkan ketidakpastian.

Untuk mengatasi kebiasaan buruk ini, pertanyakan mengapa kamu menolak perubahan. Apakah karena kamu takut? Mengapa kamu mundur ketika yang lain berjalan maju? Ingat, perubahan adalah kekacauan plus kesempatan. Daripada hanya berfokus pada kekacauan yang dibawa perubahan, temukanlah kesempatan yang ditawarkannya.

5. Pesimistis dan selalu menganggap dunia itu kejam, keras serta menakutkan

Mungkin menurutmu, "Aku hanya bersikap apa adanya. Karena aku nggak fake."

Itu tidak salah, tapi ingat bahwa senantiasa memandang semua hal dari sisi negatifnya bisa memengaruhi mental rekan kerjamu. Bukan berarti memiliki pendapat yang berbeda dan bersikap terus terang adalah hal yang buruk, tapi cara menyampaikannya juga penting. Lalu, bagaimana cara memperlihatkan sikap positif tanpa kehilangan jati dirimu di tempat kerja?

Pertama, banyaklah tersenyum. Orang lain akan turut tersenyum atau memandangmu dengan lebih positif dan kamu pun akan merasa lebih positif. Kedua, berfokuslah pada solusi. Bagaimana kita bisa mencapai hasil yang kita inginkan? Bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah yang ada?

Sikap negatif menyedot energi dari orang-orang di sekitarmu juga. Jadi, bahkan ketika kamu tidak merasa optimistis, ingat bahwa kamu adalah bagian dari tim dan sikapmu memengaruhi rekan kerjamu. Kamu tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain. Cukup sadari seberapa besar pengaruh sikap yang kamu tampilkan, dan tunjukkan sikap yang bisa menguntungkanmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya