Pertengkaran memang bumbu dalam hubungan. Ada pula yang bilang pertengkaran dapat memperkuat hubungan dan mengenal si doi. Tapi pertengkaran juga bisa jadi malapetaka, kalau tidak diatasi dengan baik. Bukannya membuat ikatan atau chemistry di antara kalian semakin kuat, tetapi perpisahan yang kamu dan dia dapat. Sementara salah satu penyebab malapetakan itu tak jauh dari kesalahpahaman baru yang dibangun oleh kamu atau dia. Kesalahpaham yang kadang tak disadari atau mungkin disadari tapi terlalu dianggap sepele. Kesalahpahaman yang terangkum di bawah ini.

 

 

 

1. Berharap pasangan lebih dewasa dalam menyikapi pertengkaran, sementara kamunya kekanak-kanakan

Berharap dia lebih dewasa, tapi kamunya....

Berharap dia lebih dewasa, tapi kamunya…. via https://redsheepphotocinema.com

Ketika ada sesuatu yang terjadi, misalnya berdebat atau masalah apapun. Dalam diri kita sudah ada bayangan bagaimana pasangan kita seharusnya merespon dan menanggapi.

Advertisement

Misal kamu sakit, dalam pikiran kamu seharusnya si doi datang dan menemani kamu, padahal si doi tidak bisa datang karena ada acara atau alasan lain. Contoh lain ketika kamu cerita, kamu berharap tanggapan si doi luar biasa menunjukan kalau dia itu sangat peduli sama kamu. Padahal tidak ada hubungan antara respon dan kepedulian.

Sering kita berpikir kalau si doi nggak sesuai seperti yang kamu mau, berarti dia nggak cinta dan sayang. Kembali lagi, kita lihat kamu dan dia punya cara berbeda dalam menunjukan reaksi di keadaan apapun.

2. Respon yang terlalu berlebihan pada setiap persoalan yang kadang terlalu sepele untuk diributkan

Kadang reaksi pertama kita bukan seharusnya reaksi yang kita berikan. Misal masalah si doi lupa menaruh cincin couple kalian, seharusnya respon yang pertama itu adalah ” iya? kenapa bisa? ” tapi sering kali respon kita sangat berlebihan seperti “tuh kan hilang, itu tuh barang berharga sayang!”

Advertisement

Karena ketika ada sesuatu buruk terjadi, respon yang kamu atau dia  inginkan adalah comfort, misalnya seperti bertanya bagaimana bisa, lalu gimana. Kalau respon kita negatif, kamu dan dia pasti merasa ragu karena tahu respon pertama kita tidak baik dan kadang langsung marah tanpa tau kenapa. Belajar mendengar dan memberi kesempatan sebelum tahu apa yang sebenarnya terjadi.

3. Saat masalah datang, kamu ataupun dia saling diam. Lalu bagaimana bisa diselesaikan kalau tak ada obrolan?!

Ini dia tips yang paling butuhkan para kaum adam.

Saat kamu berdebat entah karena kamu atau dia yang memulai, kalian pasti memberikan silent treatmentpada satu sama lain. Misal kamu salah terus si dia marah dan ngomel panjang lebar, kamu diam karena kamu merasa percuma atau diam lebih baik daripada bicara dan dibalas lagi. Ada juga yang bilang lebih baik diam ketika berdebat. You've got the wrong idea about this one.

Kamu sudah sering kan, diam setiap kali debat. Apa berapa menit kemudian dia langsung baik dan bersikap biasa? Ya si dia mungkin diam dan nggak bicara lagi. Tapi kamu cuma membuat si dia menahan emosi dan berpikir, “oh ternyata kamu gini ya orangnya”.

Misal dia berpikir kamu egois, tapi karena kamu tidak menjelaskan kamu cuma membiarkan si dia berpikir kamu egois. Kamu berhutang penjelasan dan masalah sekecil apapun harus di bicarakan, memang benar lebih baik mendinginkan kepala sebelum bicara.

Tetapi kalau kamu diam itu cuma akan menambah masalah untuk diri kamu sendiri. Jika kamu tidak bicara, bagaimana dia bisa tahu?

4. Entah kamu atau dia tak ada yang bisa menahan emosi, lalu menghadapi masalah dengan marah yang berlebih

Marah-marah

Marah-marah via https://unsplash.com

Saat kalian membuat kesalahan dan salah satu dari kalian tahu kemudian marah besar, satu yang pasto ada dalam benak kalian saat kamu atau dia marah adalah bagaimana caranya biar kamu nggak kalihatan salah banget, atau bagaimana caranya biar dia berhenti.

Cara yang paling ampuh (indeed this is so childish) adalah membahas kesalahan yang pernah dia buat pastinya walaupun nggak nyambung sama masalah yang lagi di bahas sekarang.

Misal kamu bikin si dia menunggu beberapa jam, dia kesal lalu kamu menjadi kesal juga dan membahas kalau dia pernah terlambat beberapa bulan lalu. Padahal jelas kan, nggak ada hubungannya kesalahan kamu saat ini dan kesalahan dia beberapa bulan lalu.

Kalau nggak cukup satu kesalahan dan dia belum berhenti marah, here's another most successful trick all the time, ungkap aja semua kesalahan dia sampai dia nggak bisa melawan!” instead of doing that why don't you just accept the punishment that we deserved?

Daripada membela diri dan mencari kesalahan, kenapa nggak kita meminta maaf dan menerima? Kenapa bukan berpikir “duh dia marah, berarti aku nggak boleh gitu lagi untuk kedua kalinya” atau lebih baik “kenapa ya aku lakuin itu, padahal jelas dia nggak suka.”

5. Bukannya mencari duduk perkara dan jalan keluar, kalain justru saling melabeli pasangan macam-macam serta sesuka hati

Melabeli pasangan

Melabeli pasangan via https://unsplash.com

Instead of saying “apa yang kamu lakukan itu egois”, kita lebih sering bilang “kamu egois”. Semudah itu kalian labelling  satu sama lain karena apa yang dia lakukan sekali, seharusnya yang kita salahkan itu tindakannya,  bukan orangnya.

Kesalahan yang dia lakukan sekali tidak menjadikan dia seperti yang kita tuduhkan. Semua orang melakukan kesalahan dalam hal apapun. Jika dia terus melakukan kesalahan yang sama dan tidak pernah berubah baru kamu bisa menganggap dia seperti yang kamu pikir.

Nah, gimana? Siap coba?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya