Pada dasarnya menjalin hubungan pacaran itu nggak mudah. Setiap orang yang menjalin hubungan pacaran tentu punya berbagai masalah dengan tingkatan yang berbeda-beda: mulai dari masalah kecil hingga masalah akut. Kita nggak akan siap menghadapinya kalau kita nggak punya bekal berupa kualitas diri yang baik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ketidaksiapan kita justru akan merusak hubungan yang sedang terjalin bahkan membuat hati terluka.

 

Masa-masa single adalah masa-masa terbaik untuk memantaskan diri kita sebelum membina hubungan pacaran dan pernikahan. Nggak melulu dihabiskan untuk galau atau mengeluh karena terlalu lama menyandang status single. Ada kutipan yang mengatakan: “love is not about finding the right person, but about being the right person.” Menjalin hubungan percintaan bukanlah tentang bagaimana menemukan pasangan yang tepat bagi hidup kita, tetapi bagaimana caranya agar kita bisa menjadi pasangan yang tepat dalam hubungan yang kita jalani. Untuk menjadi pasangan yang tepat, kita perlu membekali diri dengan kualitas-kualitas yang baik selama masih berstatus single.

 

Beberapa kualitas diri berikut ini perlu kita usahakan dan miliki dalam hidup sebelum membina hubungan pacaran dan pernikahan.

1. Punya pemahaman tentang bagaimana hubungan yang sehat, serta cara menerapkannya

Pacaran sehat

Pacaran sehat via https://unsplash.com

Kalau masuk perguruan tinggi aja kita perlu nyiapin diri buat belajar, perihal pacaran pun sebenarnya sama. Kita yang masih single perlu membekali diri kita dengan wawasan dan pemahaman yang benar tentang bagaimana cara membangun hubungan pacaran yang sehat, dan juga bagaimana cara memilih pasangan yang sepadan dengan kita.

Advertisement

 

Kita perlu tahu batasan-batasan apa saja dalam membangun hubungan pacaran nantinya. Nggak semata-mata menuruti keinginan hati dan mengabaikan norma-norma serta ajaran agama yang kita yakini.

 

Advertisement

Sayangnya, nggak ada pendidikan khusus mengenai hal tersebut meskipun sebenarnya hal semacam ini tuh penting banget. Kurangnya pendidikan/wawasan inilah yang membuat kaum muda akhirnya belajar sendiri melalui proses trial and error: pacarannya putus-nyambung dan ada pula yang gonta-ganti pasangan. Sebagian mungkin belajar secara otodidak dari pengalaman sahabat-sahabat atau bahkan dari drama korea (#eehh).

 

Tapi sebenarnya masih ada cara lain kok yang lebih efektif. Caranya simple: cari dan pelajarilah beberapa referensi terpercaya seperti buku-buku rohani khusus kaum muda dengan tema relationship atau kalau kamu gak begitu suka baca buku, kamu bisa berdiskusi dengan seseorang yang dianggap lebih dewasa dan bijaksana soal relationship biar bisa dapat saran dan motivasi yang membangun.

2. Punya karakter yang kuat serta kecerdasan emosional

karakter yang kuat

karakter yang kuat via https://redsheepphotocinema.com

Emotional Quotient (EQ) adalah salah satu hal yang punya peranan penting dalam sebuah relationship. Bukan hanya untuk hubungan pacaran ya, tapi juga berperan penting dalam membangun relasi di lingkungan kantor maupun lingkungan pergaulan kita.

 

Banyak sih hubungan pacaran yang akhirnya kandas di tengah jalan karena kita kurang cerdas mengelola emosi diri sendiri dan kurang cerdas dalam merespon emosi pasangan kita.

 

Menurut Howard Gardner (1983), ada lima pokok utama dari kecerdasan emosional seseorang yaitu kemampuan mengelola emosi diri sendiri, kemampuan untuk peka terhadap emosi orang lain, kemampuan merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional, serta kemampuan menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri sendiri.

 

Agar bisa cerdas secara emosi, kita perlu melatih diri kita setiap waktu secara berulang-ulang karena karakter yang kuat nggak bakal langsung “jadi” dalam semalam. Karakter perlu dibangun, dilatih, dan diuji. Kita nggak bisa mengandalkan kemampuan intelektual kita saja ketika menghadapi persoalan karena punya otak yang cerdas dan pintar di bangku pendidikan gak menjamin kita bakal sukses dalam membina hubungan entah pacaran atau pun pernikahan.

3. Kedewasaanmu pun sudah harus di tahap yang matang

Kedewasaan merujuk pada kesiapan mental.

Kedewasaan merujuk pada kesiapan mental. via https://redsheepphotocinema.com

Ada kutipan yang mengatakan bahwa kedewasaan itu nggak bisa diukur dari usia seseorang saja karena menjadi tua itu pasti tapi menjadi dewasa adalah sebuah pilihan.

 

Menurut Arie Saptaji (2009), kedewasaan itu sebenarnya lebih merujuk pada kesiapan seseorang untuk berbagi hidup dan kesediaan diri sendiri untuk memikul tanggung jawab. Jadikan masa-masa single ini sebagai kesempatan untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih dewasa, yang siap lahir dan batin untuk membangun hubungan pacaran bahkan pernikahan di masa yang akan datang.

 

Masing-masing kita sebenarnya bisa menguji diri sendiri sudah sejauh manakah tingkat kedewasaan kita. Buat cowok, “Sudahkah kalian siap menjadi imam dan pemimpin bagi keluarga kalian kelak?” Buat cewek, “sudahkah kalian siap menjadi penolong yang sepadan dan istri yang cakap dalam mengurus rumah tangga kalian kelak?”

 

Sebagai seseorang yang telah dewasa tentu kita paham bahwa membangun hubungan pacaran gak melulu soal kenyamanan dan romantisme, juga gak melulu soal rasa. Ibarat membangun rumah, untuk membangun hubungan pacaran yang sehat perlu didasari fondasi yang kuat yaitu karakter, komitmen, kecocokan, dan keintiman. Kalau ketampanan/kecantikan yang menjadi kriteria utama kita dalam memilih pacar/pasangan hidup, sesungguhnya kita sedang membangun hubungan kita di atas fondasi yang rapuh.

 

Hubungan yang dijalin pun akan terasa hambar seiring berjalannya waktu. Rasanya terlalu naif kalau kita cuman sibuk mengurusi fisik untuk menarik perhatian lawan jenis sampai lupa kalau masih ada banyak hal yang lebih penting dari sekedar fisik.

4. Karena salah satu modal hubungan itu rasa percaya, sudah sepatutnya kamu punya integritas diri

Jadilah seseorang yang berintegritas

Jadilah seseorang yang berintegritas via https://unsplash.com

Berintegritas artinya kita menjunjung tinggi kejujuran dan punya karakter yang kuat. Kita nggak hanya mengumbar-umbar janji tapi sanggup menepatinya. Kita berani mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya. Kita mampu menjaga kepercayaan yang sudah diberikan kepada kita. Kita juga bertanggung jawab atas segala tindakan kita.

 

Integritas ini penting banget. Kita nggak bisa bangun hubungan (entah hubungan pertemanan, bisnis, atau pacaran) yang sehat kalau kita gak punya integritas. Orang-orang bakal menjauhkan diri dari kita karena kita berpotensi merugikan dan mengecewakan hati mereka.

 

Memang integritas di zaman sekarang seakan menjadi “barang mahal” apalagi kalau ngomongin soal integritas kaum muda dalam membangun hubungan pacaran.

 

Untuk bisa dipercayai oleh pasangan kita kelak, kita perlu belajar untuk jujur sama diri sendiri terlebih dahulu. Kita perlu belajar bertanggung jawab terhadap segala keputusan yang diambil, agar kelak kita gak selalu bergantung pada pasangan kita.

 

Masing-masing kita bisa mengevaluasi diri kita sejenak, apakah kita sudah menjadi seseorang yang berintegritas atau belum. Jika belum, masa-masa single ini bisa jadi kesempatan terbaik buat kita untuk belajar membangun dan mengembangkan integritas diri.

5. Biar hubungan terus berjalan dengan sehat, sikap positif dalam segala situasi dan kondisi jelas perlu dipunya

Jadilah pribadi yang positif di segala situasi.

Jadilah pribadi yang positif di segala situasi. via https://unsplash.com

Salah satu kualitas diri yang paling baik adalah mampu bersikap positif dalam segala situasi dan kondisi. Orang yang bersikap positif cenderung akan menciptakan hubungan yang positif, begitu pun sebaliknya. Orang yang bersikap negatif cenderung menciptakan hubungan yang negatif. Sikap positif yang kita miliki dalam diri akan membawa dampak positif bagi orang-orang di sekitar kita dan hubungan yang kita bina.

 

Bersikap positif membantu kita untuk tetap menikmati kehidupan ini meskipun banyak tantangan dan persoalan hidup yang muncul, bahkan membantu kita untuk menikmati masa-masa single yang mungkin sudah berlangsung cukup lama. Yap! Membantu kita untuk lebih tabah ketika dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan: “Sudah punya pacar atau belum?” dan “kapan menikah?”

 

Milikilah kualitas-kualitas diri ini sebelum membina hubungan pacaran atau pun pernikahan. Pasanganmu kelak pasti akan merasa beruntung dan bersyukur bisa punya pendamping yang berkualitas! So, siapkah kamu menjadi wanita/pria single yang berkualitas?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya