Sepertinya mudah sekali ya, ketika kita menghadapi suatu masalah atau hal yang tidak menyenangkan hati kita, orang lain atau orang terdekat kita dengan mudahnya bilang sepetri ini: "bersyukur masih bisa diberi cobaan. Sabar aja." Dalam hati kita pasti berkata: "Soalnya kau tidak di posisiku. Kalau iya, bisa saja kau tak kan kuat."

Tapi bagaimanapun juga, tidak ada satupun orang-orang yang menyayangi kita, sampai ingin melihat kita jatuh terpuruk karena permasalahan yang tidak kunjung berhenti menerpa kehidupan kita. Banyak hal yang tak tersadari, ketika kita merasa bersyukur itu sangatlah sukar. Karena kita sendiri sulit untuk membuka hati dan pikiran kita yang merasa tak ada jalan. Ada beberapa kunci bersyukur yang bisa kita renungkan bersama. Syukur-syukur bisa kita terapkan dalam kehidupan kita.

1. Bersyukurlah bila masih terusik dengan dering alarm, itu tandanya kita masih bisa bangun di pagi ini

Alarm bukan pengganggumu

Alarm bukan pengganggumu via https://www.google.com

Seperti kita ketahui bersama, tidak jarang ekspetasi selalu berbeda dengan realita. Saat sebelum tidur, waktu sudah diatur sedemikian rupa. Dengan alarm, ataupun smarthpone yang kita miliki. Tapi, selimut kemalasan masih membelit diri, seakan enggan beranjak dari tempat ternyaman. Dengan meraba-raba, kita mencari sumber bunyi yang memekakan telinga kita.

Advertisement

Tidak jarang pula kita hanya melihat lalu mematikan suaranya. "Ah.. masih 5 menit, tidur aja lagi." Tanpa sadar kebiasaan ini yang sering membuat kita terlambat dari perencanaan jadwal yang sudah kita susun sebelumnya. Karena terburunya waktu, sampai-sampai kita lupa mengucap syukur kepada Sang Pencipta. Sinar mentari masuk dibalik celah-celah jendela. Menandakan hari telah berganti. Selayaknya kita bersyukur masih menghirup udara segar pagi ini.

Cobalah sedikit mengerti arti alarm itu membangunkan kita. Bangunlah! Datanglah kepada Sang Pencipta. Mintalah tuntunan dalam menjalani hari ini. Supaya lancar semua yang kita jalani. Bersyukurlah, karena masih mendengar dering alarm yang kita anggap mengganggu kenyamanan tidur kita.

2. Bersyukurlah, seburuknya diri kita di mata orang lain, kita sangat berharga bagi orang tua kita

Kau sangat berharga

Kau sangat berharga via https://www.google.com

Seburuk-buruknya diri kita, pasti ingin lebih baik dari kemarin, bertindak benar hari ini, dan tidak mengulang kesalahan di hari esok. Sebaik-baiknya diri kita, pasti ada saja orang yang tidak suka. Apa saja yang kita lakukan selalu saja salah dihadapan mereka. Namun, tak usah kita mencari-cari apa yang salah dengan diri kita. Sampai-sampai kitapun terpuruk dan merasa terintimidasi dengan segala tuduhan yang diarahkan kepada kita.

Advertisement

Jika kita merasa tidak berharga di mata dunia, bersyukurlah. Masih ada orangtua yang selalu setia menunggu kita pulang. Mereka rela bahkan tidur di sofa, hanya untuk memastikan kita pulang cepat dari biasanya.

3. Bersyukurlah jika saat ini masa depan kita masih menjadi rahasia Tuhan

Kuterbangakn impianku sampai ketujuan

Kuterbangakn impianku sampai ketujuan via https://www.google.com

Usia hampir seperempat abad, tapi masih belum bisa membuat orang tua tinggal santai dirumah. Rasanya sedih bercampur iri. Melihat teman-teman tumbuh sukses dari keturunan orangtua mereka. Apa yang kita lihat rasanya hanya kita sendiri yang tidak bisa membanggakan orang tua kita. Bahkan mungkin yang sudah lulus kuliahpun rasanya hampa sekali karena masih belum bisa mendapatkan pekerjaan dan masih menganggur.

Bersyukurlah, dari banyaknya kelemahan kita sekalipun, Tuhan menciptakan kita unik. Masing-masing dari kita memiliki satu atau bahkan lebih kemampuan yang tidak semua orang miliki.

Bagi kalian yang sudah lulus kuliah, cobalah cari pekerjaan sementara, apapun itu. Yang penting halal. Jangan melihat pekerjaannya. Karena kita bekerja bukan untuk gengsi. Meskipun dengan gelar yang sudah kita miliki. Siapa tahu ada promosi, lalu kita bisa mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan nanti.

Bagi kalian yang tidak memiliki pendidikan tinggi, jangan dulu berkecil hati. Jika kita merasa memiliki jiwa juang yang tinggi. Coba saja belajar berbisnis dari apa yang kalian sukai dan geluti. Coba tawarkan ke tempat atau teman kalian dulu. Siapa tahu mereka tertarik dengan bisnis yang mulai kita rintis. Karena dari mereka pula relasi bisa datang kapan saja.

Pada intinya, masa depan tidak perlu kita tunda-tunda lagi. Masa depan kita adalah apa yang kita perjuangkan saat ini, bukan nanti. Bersyukurlah jika Tuhan masih mungkin menyimpannya. Karena dari situlah Tuhan menguji kesabaran dan kegigihan kita dalam mewujudkan masa depan kita. Bahwa kesuksesan bukan soal materi ataupun gengsi.

4. Bersyukurlah jika kita merasa mengalami ketidakadilan dalam hidup kita

Jangan menangis, kita tak sendiri

Jangan menangis, kita tak sendiri via https://www.google.com

Melihat orang lain keluar masuk cafe atau resto dengan makanan termahal, membuat kita berpikir. "Hidupnya enak banget ya, bisa makan enak setiap hari. Beda denganku. Bisa makan nasi setiap harinya saja sudah cukup." Kehidupan mewah dan sebagainya itu hanyalah titipan. Jangan hanya pikiran kita saja yang negatif. Bisa saja itu salah satu hal wujud syukur mereka atas segala jerih lelah pekerjaan mereka. Jadi, apa salahnya buat makan yang enak-enak?

Kita melihat, sepertinya orang lain santai-santai saja. Dan kita merasa paling banyak masalah sendiri. Pokoknya hidup kita rasanya tidak adil. Kita tidak bisa seperti mereka. Mau apa saja dengan mudah didapatkan. Kapan kita bisa seperti mereka?

Tidak jarang pikiran-pikiran itu yang membuat kita semakin ditekan oleh dunia. Kebahagiaan direnggut rasa iri pada kemewahan orang lain. Kita tidak mencoba melihat apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Kita tidak tahu bisa saja mereka yang kelihatannya biasa-biasa saja, sebenarnya memiliki beban yang lebih berat daripada kita.

Bersyukurlah jika kita merasa diciptakan berbeda dengan mereka. Jangan lama-lama menangis. Kita tidak sendiri di bumi ini. Setiap makhluk diciptakan untuk maksud yang baik. Terlebih hidup kita. Jangan sia-siakan masa muda kita, hanya untuk meratapi ketidakadilan dalam pemikiran kita.

5. Bersyukurlah saat ini masih ada saja kegagalan yang belum bisa kita menangkan

Jangan menyerah. Satu langkah lagi

Jangan menyerah. Satu langkah lagi via https://www.google.com

Sebagai manusia biasa, sering kita merasa kegagalan adalah hal terburuk yang membuat kita sulit untuk bangkit lagi. Seperti tak ada jalan lagi. Sia-sia saja perjuangan kita selama ini. Kita merasa berjuang sendiri. Bahkan kita merasa kegagalan bukan hanya untuk sekali ini. Namun sudah berulang kali. Entah itu dalam cinta, pekerjaan, atau dalam sebuah kompetisi.

Kita sadar bahwa kita hidup di dunia ini adalah untuk berjuang. Anggap saja olokan mereka sebagai penguat iman. Satu langkah lagi kemenangan itu akan kita dapatkan. Hanya saja kita harus bersabar. Semuanya butuh perjuangan. Meskipun belum sekarang. Tapi jika percaya kemenangan pasti akan kita dapatkan. Intinya jangan berhenti sekarang. Tetap lanjutkan apa yang kita yakini bisa kita menangkan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya