Wow, penipu memang tidak pernah berhenti mencari cara untuk memuaskan ketamakan mereka, ya. Setiap tahunya ada saja pengaduan tentang penipuan modus baru, dan yang sedang hangatnya adalah penipuan berbasis online. Kasian ya untuk mereka yang jujur dalam berjualan online harus kena imbas akibat ulah segelintir orang rakus harta duniawi. Namun, ini dia yang membuat keadaan menjadi ironis, karena penipuan tersebut justru dilakukan oleh para teknologeek! *gapapalah ya walau maksa

Nah lho.., yang harusnya mereka memberikan ilmu untuk sesuatu yang baik, mereka lebih memilih menipu orang lain untuk bisa beli rumah tanpa bayar KPR, beli mobil mewah, hingga bisa pergi ke menara Eiffel *yang ini nggak pake green screen. Well, agar kita tidak menjadi korban penipuan online, mungkin kita bisa mempelajari teknik yang umum digunakan, ini dia:

1. Phising

Ok, yang pertama adalah teknik phising. Mengapa dinamakan phising? Jadi, setelah ditelurusi kata ini berasal dari satu kata dalam bahasa Inggris yang dibuat slang, yakni; fishing=mancing dan 'P' di depannya mungkin kepanjangan dari personal. Penipuan ini bekerja dengan memancing informasi dan kata sandi kamu untuk membeberkan PIN ATM, nomor KTP hingga, password email kamu dengan sendirinya.

Bahaya bukan! Ada banyak tujuan ketika orang melakukan phising, selain uang ia ingin memiliki kuasa atas kamu hingga rela melakukan apapun asal data pribadi tidak bocor. Contoh dari tindak penipuan ini adalah mengarahkan kamu untuk mengisi password dan info akun pada sebuah website yang tidak jelas. Hal ini pernah terjadi pada Google, kala itu ada sebuah pop up yang muncul dan banyak orang yang percaya, karena landing page pop up tersebut tidak memiliki domain yang aneh.

2. e-Bay Scam

Advertisement

Para shoppaholic pasti sudah tidak awam dengan nama e-Bay, surga belanja beragam barang unik hingga aneh. Penipuan pada e-Bay memiliki skema seperti ini, pedangan menjual barang dengan harga yang jauh di bawah harga pasar secara rata-rata , dan hal ini pasti membuat orang hilang akal lalu menuju tombol klik untuk dibeli.

Eits! Sebagai pembeli yang bijak, ada baiknya kamu tidak langsung terpana dengan penawaran seperti ini karena, hampir dapat dipastikan barang yang akan kamu terima adalah rusak, palsu atau tidak di kirimkan sama sekali. Pas udah kejadian baru nyeselkan. Biar nggak kejadian, ada baiknya kamu cek ricek lagi mulai dari kredibilitas penjual, harga pasaran, dan kalaupun benar harganya segitu murah, coba dicek lagi apa penyebabnya. Hal ini juga pernah terjadi di ranah marketplace nasional, korbannya adik saya sendiri, kala itu mau beli PSP tapi dapetnya PHP.

3. Nigerian Scam

Nigerian Scam via https://www.google.co.id

Advertisement

Disebut juga sebagai Nigerian 419 merupakan tipe penipuan dalam hal kerahasiaan pribadi yang mana korban ditipu demi keuntungan. Banyak varian dari scam ini, termasuk juga penipuan biaya, Nigerian Letter, Fifo’s Fraud, Spanish Prisoner Scam, Black Money Scam, dan banyak lagi. Angka 419 tersebut mengacu pada Pasal dari Hukum Pidana yang terkait dengan penipuan. Scam tersebut biasanya dilakukan dengan fax dan surat tradisional, namun kini digunakan dengan internet. Alur tipikal dari email tersebut adalah sebagai berikut:


  • Pengirim surat mengaku sebagai orang kaya yang kesulitan untuk menguangkan kekayaannya (dengan alasan pajak dan sebagainya).

  • Pengirim surat ingin meminta bantuan kita untuk menerima sebagian uangnya guna menghindari pajak di negaranya.

  • Pengirim surat menawarkan kepada kita bagian 10-20% dari jumlah uang yang akan ditransfer kepada kita. Biasanya jumlah tersebut sangat fantastis.

  • Untuk memuluskan niatnya tersebut, pengirim surat meminta nama, identitas, serta nomor rekening kita dengan janji segera mentransfer.

Setelah pengirim tersebut mendapatkan identitas kamu, janji segera mentransfer hanyalah sebuah kebohongan belaka dan uang dalam rekeningmu mungkin sudah dikuras habis olehnya dan kembali mengirimkan email berisikan meme "Look at me, I'm the captain now".

4. Skema Ponzi

Skema Ponzi via https://www.google.co.id

Pyramid System Pyramid System. Satu kata, jangan deh sekali-kali. Skema Ponzi adalah modus investasi palsu untuk mendefinisikan sebuah sistem di mana seseorang menginvestasikan dana demi mendapat keuntungan dan keuntungan yang diperoleh berasal dari investasi yang dilakukan investor berikutnya. Disebut sebagai skema Ponzi karena sistem ini pertama kali digunakan oleh Carlo Ponzi, seorang penipu ulung dalam sejarah Amerika.

Skema ini masih banyak digunakan dalam dunia bisnis sampai sekarang. Penipuan ini termasuk yang sulit dihindari karena sebuah perusahaan yang memiliki dokumen legal pun tetap melakukan penipuan ini. Pernah ikut yang kaya gini? Biasanya yang ngelakuin ini itu suka janji kalau ikut bisa beli mobil sport dalam satu tahun atau kapal pesiar. LOL.

5. OTP/Verification Code Scam

OTP/Verification Code Scam via https://www.google.co.id

Scam ini lebih menyerang pada pengguna fintech di Indonesia, karena belum terlalu awam bagaimana sistem tersebut bekerja. Bila dihitung, ada banyak juga ternyata korban dari OTP/Verification Scam ini. Penipuan ini berpusat pada nomor OTP atau kode verifikasi yang biasanya kamu terima saat ingin melakukan konfirmasi pembayaran atau diterima walau tidak melakukan apa-apa.

Oknum penipu ini menggunakan OTP atau kode verifikasi yang dikirimkan ke nomor ponsel korban lalu mengontak korban dan meminta untuk memberikan nomor tersebut agar bisa mendapatkana saldo e-money pada akun fintech yang dituju. Hal ini pernah terjadi pada aplikasi Go-Jek dengan dalih salah mengirimkan nomor kode verifikasi dan bila nomor verifikasi tersebut diberikan saldo Gojek kita bisa habis hingga penipuan mandiri e-cash dengan dalih konfirmasi pembayaran agar uang bisa diterima yang bila diberikan saldo mandiri e-cash kitalah yang hilang. Perlu diingat bahwa OTP dan kode verifikasi tidak boleh diperlihatkan kepada pihak lain selain kamu ya.