Menulis adalah sebuah kegiatan yang tidak memerlukan keahlian khusus, atau lu ikut kursus untuk menjadi penulis. Boleh aja. Lu ambil keputusan mengikuti kursus untuk menjadi penulis, tapi itu hanya pilihan bukan tuntutan.

Dalam menulis yang terpenting itu adalah keinginan yang kuat dan giat  membaca. Saat lu sudah mempunyai keinginan yang kuat untuk membuat tulisan, pasti lu butuh referensi untuk mengembangkan ide lu dalam membuat tulisan yang baru. Ibaratkan motor kalau tidak ada bensin motor tersebut tidak akan berjalan. Membaca adalah bahan bakar berupa ide untuk membuat tulisan.

Terkadang dalam memulai, membuat sebuah tulisan, kita suka bingung ingin memulainya dari mana.
terkadang juga memiliki rasa khawatir. Apakah tulisan gue bagus? Apakah tulisan gue  layak untuk dibaca?
Dan nggak sedikit orang juga memilki rasa takut untuk memulai membuat tulisan, karena takut di hujat.
Hilangkan rasa khawatir kalian dan takut kalian mulai lah menulis.

Berikut adalah 5 nasihat dari gue. Untuk Teman-teman  yang ingin memulai menulis
mungkin 5 nasihat ini tidak terlalu penting untuk teman-teman yang tidak ada keinginan untuk menulis, akan tetapi untuk teman-teman yang ada keinginan memulai menulis semoga bermanfaat dan bisa mengurangi rasa takut dan ke khawatiran teman-teman untuk memulai menulis.

 

1. Menulislah dari kejujuran hati agar tulisan lu memiliki nyawanya tersendiri

Dalam memulai sebuah tulisan kita suka stuck dengan pemikiran yang memberatkan kita untuk mengetik huruf pada keybord dan terkadang juga kita merasakan tulisan kita tidak ada feel-nya atau kurang peminatnya. Hal tersebut terjadi karena kalian tidak menulis dengan hati tidak ada kejujuran dalam diri kalian saat menulis.

Advertisement

Cobalah jujur pada diri sendiri agar tulisan lu menarik luapkan saja dengan apa yang dirasakan hati lu agar terpancar keindahan tulisan lu, karena lu memberi nyawa tulisan dari dasar lubuk hati lu. Hal tersebut jauh lebih indah ketimbang lu melakukan copi-paste dari tulisan orang lain.

Karena nggak cuma pacar lu yang butuh kejujuran dan ketulusan dari lu. Dalam tulisan kita juga harus memiliki kejujuran dan ketulusan.

2. Mulailah menulis dari lingkungan sekitar dan dari pengalaman pribadi lu

Dalam menulis kita butuh bahan untuk diolah agar menjadi sebuah tulisan. Tak jarang orang pusing untuk mencari bahan, padahal bahan tulisan itu dekat dengan diri lu. Mulailah mencari bahan di lingkungan sekitar yang dekat dengan kehidupan lu.

Advertisement

Cari angel-nya lalu mulailah menulis seperti di lingkungan lu ada peristiwa yang unik, semisal ibu-ibu pkk setiap ahad pagi mengadakan senam, nah lu wawancarain dah tuh ibu pkk buat jadi bahan tulisan lu. Yah, bisa dengan judul “rutinitas pagi yang meyehatkan tubuh” atau mungkin sesuka hati lu, yang ada dipikaran lu aja.

Bisa juga saat lu interaksi sama orang lain, dalam percakapan tersebut lu bisa tarik kesimpulan lu pikir-pikir dari  obrolan lu sebelumnya yang beredukasi yang bisa lu jadiin bahan tulisan. Dan juga lu bisa tulisan pengalaman-pengalaman yang pernah lu alami, siapa tahu aja, ada orang lain merasakan dengan apa yang lu alami.

3. Jangan takut dibilang manusia galau serta hujatan lainnya. Ukirlah nama lu dalam sebuah tulisan

dont afraid

dont afraid via https://www.pexels.com

Sering gue mendengar dari orang-orang yang datang ke gue. Dan mereka bercerita hal yang sama: “Sebenernya gue mau menulis ka, karena sempat nulis-nulis juga dulu”

“Lalu kenapa nggak lu terusin”
“Ia masa gue dibilang tukang galau sih, kalau gue upload tulisan di medsos yang senduh-senduh, dan gue juga terkadang minder. Takut dibilang tulisan gue jelek dan nggak bermutu.”

Dalam kejadian tersebut, semisal teman-teman merasakan hal yang sama ingat pesan gue ini: Bahwa tulisan yang terlahir adalah sebuah anugerah yang terindah tidak ada yang pantas mencemooh. Jika ada yang mencemooh cukup kalian kukuh kan bahwa gue lebih baik dari orang tersebut, karena apa? Karena lu menciptakan sebuah karya sedangkan orang yang mencemooh lu tidak punya karya sama sekali. 

Tidak ada kerja keras yang membohongi hasil. Ayuk mulailah menulis apa pun itu. Jangan biarkan orang lain menghentikan lu untuk berkarya. Dan satu kata (pecundang) untuk kelompok atau orang yang menghambat lu untuk terus berkarya. Tidak ada karya yang tidak layak di bagikan, hanya saja orang yang tidak punya karya yang menghentikannya.

4. Jangan menjadi orang lain dalam menciptakan sebuah karya

Aku mencari aku di atas gunung

Aku mencari aku

Di dasar laut

Aku mencari aku di dalam kamu.

Namun aku tidak menemukan aku.

 

 

Dalam proses pengembangan diri kita sering dihadapi pelbagai masalah. Dari input-maupun-output. Terkadang kita menghadapi masalah yang paling besar; biasanya datang dari diri kita sendiri.

Mulai dari tidak percaya diri hingga selalu menyalahkan keadaan, mungkin saat ini kita terlalu jauh dengan kenyakinan diri kita bahwa kita memiliki kemampuan yang tidak orang lain miliki. Selalu merubah gaya untuk mengikuti orang lain, selalu mengubah pemikiran untuk menjadi orang lain.

Justru hal tersebut yang menjerumuskan kita dalam kesesatan pemikiran karena terlalu mencoba menjadi yang orang lain lakukan. Mulailah yakini kemampuan diri kalian untuk menjadi panutan  bagi orang lain. Karena apa yang kita lakukan dengan cara berbeda membuat kita menjadi standarisasi atau regulasi bagi orang yang memiliki pemikiran yang sama.

Buat apa takut untuk menjadi yang berbeda jika kita bisa melampaui dasar-dasar estetika dan membuat teori yang orang lain belum lakukan tapi kita sudah melaksanakannya. Jadilah kekuatan dalam ketakutan, beribu-ribu kalian dicemooh karena pemikiran yang berbeda berjuta-juta kesempatan yang akan terwujud untuk menjadikan kalian lebih hebat.

Jangan pernah mencari diri kalian di tempat lain, tapi tanyakan pada hati sanggup kah untuk berjalan di tengah-tengah keramaian orang yang berseragam. Lalu sampaikan pada otak untuk segera melaksanakan satu langkah yang berbeda dari langkah sebelumnya

5. Teruslah menulis sampai orang lain menganggap lu tidak ada, tapi tulisan lu menjamur di pikiran mereka

Ayuk menulis jangan bebankan diri kalian dengan ketakutan untuk memulai, mungkin saat ini, yang kalian kerjakan belum seberapa. Tapi suatu saat nanti akan berbuah, semakin banyak hujatan atas karya kalian semakin matang karya yang dicipta. 

Teruslah menulis tanpa memikirkan apa kata orang lain. Dalam menulis kalian akan menemukan arti kehidupan, menemukan jati diri kalian atau mungkin karena menulis kalian bisa melihat separuh keindahan planet Mars; karena ide yang terpancar dalam sebuah tulisan adalah fantasi yang abadi tidak termakan waktu akan kekal dalam dua musim yang menghiasi epitaf ukiran nama lu.

Mungkin tubuh lu bisa habis termakan cacing dan tertimbun tanah  dalam liang lahat, otak lu tidak bekerja lagi, jantung lu tidak merasakan lagi. Tapi orang lain yang masih bernapas dan berada di permukaan bisa merasakan keberadaan hati lu, beragam rasa yang lu ciptakan melalui sebuah tulisan yang lu ciptakan.

“Karena menulis itu adalah pekerjaan yang abadi” kutipan dari pak Pramoedya Ananta Toer.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya