Berani keluar dari zona nyaman memang pilihan yang sangat sulit. Perlu berpikir dua kali untuk meninggalkannya dan beralih ke zona yang lebih menantang. Terlebih jika kesuksesan yang saat ini kita nikmati adalah hasil jerih payah yang tentu saja tak mudah mendapatkannya. Apalagi jika kita ditakdirkan memiliki keluarga kaya yang memiliki perusahaan besar, menyandang status sebagai ‘pewaris’ perusahaan sudah pasti bakal tersemat di nama.

Namun, bagi kalian yang masih ragu meninggalkan zona nyaman, belajarlah dari 5 orang ini. Mereka adalah orang-orang yang berani keluar dari kenyamanannya demi mendapatkan kesuksesannya sendiri.

1. Wishnutama Kusubandio, CEO NET TV

Wishnutama Kusubandio via https://www.instagram.com

Orang nomor satu di NET TV ini adalah mantan Direktur Utama TransTV. Menjadi Direktur Utama sebuah perusahaan media nomor satu di Indonesia bukanlah perjuangan yang mudah. Awalnya, Wishnutama menjabat sebagai Kepala Divisi Produksi TransTV. Dua tahun kemudian karirknya menanjak, ia ditunjuk sebagai Direktur Operasional. Hingga akhirnya pada tahun 2008 ia menduduki jabatan penting di TransTV, yaitu sebagai Direktur Utama.

Namun, di saat karirnya sedang di puncak dan media yang dinaunginya di puncak kesuksesan, ia memilih hengkang pada April 2012. Tak tahu pasti apa alasanya, ia hanya mengatakan di akun Twitternya:


“Nama saya mungkin sudah tidak ada di credit title, tapi saya berdoa mudah-mudahan nama saya masih ada di hati teman-teman.”


Advertisement

Sebuah keputusan yang sulit memang, namun Wishnutama berani mengambilnya. Ia tahu pasti apa yang ingin dilakukannya kedepan. Mimpinya memiliki perusahaan media sendiri kini terwujud dengan NET TV yang semakin sukses sebagai industri media masa kini.


“Masa depan itu milik orang yang percaya akan mimpinya dan berani mengambil resiko untuk mewujudkannya.” ~Wishnutama~


2. Putri Indahsari Tanjung, anak konglomerat Chairul Tanjung

Putri Indahsari Tanjung via https://www.instagram.com

Siapa yang tak kenal Chairul Tanjung, masuk deretan orang terkaya di Indonesia dan memiliki berbagai perusahaan besar. Tentu saja kita akan menduga bahwa anak-anak CT (panggilan untuk Chairil Tanjung) akan mewarisi kekayaan orang tuanya. Eits, tunggu dulu, anak orang kaya nggak selalu sukses dengan warisan orang tua lho ternyata. Buktinya Putri Tanjung sukses dengan usahanya sendiri.

Anak pertama Pak CT ini merintis usaha tanpa bergantung pada nama besar sang ayah. Ia berhasil mendirikan Creativepreneur Event Creator mulai dari nol. Bahkan ia nggak minta modal atau kerja sama dengan perusahaan sang ayah untuk usahanya ini.

3. Maudy Ayunda, penyanyi berbakat Indonesia

Maudy Ayunda via https://www.instagram.com

Nggak cuma punya suara merdu, Maudy Ayunda juga memiliki otak yang cerdas lho guys. Buktinya ia bisa kuliah di University of Oxford, Inggris Jurusan P.P.E. (Politic, Philosophy, Economy). Selama tiga tahun menempuh studi, ia berani meninggalkan karir musiknya. Padahal pada saat itu karirnya sedang berada di puncak. Tapi baginya, pendidikan tetap nomor satu.

4. Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan

Susi Pudjiastuti via http://jabarpublisher.co

Menteri nyentrik era Presiden Jokowi ini juga rela lho keluar dari zona nyaman. Beliau menerima tawaran Pak Jokowi untuk jadi menteri meski kekayaan yang dimilikinya udah banyak banget. Padahal gaji menteri kan nggak seberapa ya, udah kerja dan tanggung jawabnya berat, gajinya kecil pula. Tapi bagi Bu Susi inilah cara mengabdikan dirinya untuk negara tercinta, Indonesia.


“Tidak peduli seberapa banyak uang yang diberikan. Saya bekerja demi nusa bangsa, demi laut Indonesia.” ~Susi Pudjiastuti~


5. Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Joko Widodo

Gibran Rakabuming Raka via http://www.bursabandar.com

Meski anak orang nomor satu di negeri ini, Gibran tak serta merta meminta jabatan kepada sang ayah. Ia memilih membuka usaha catering dan martabak yang ia beri nama Markobar1996. Dari usahanya ini, ia mendapatkan kesuksesan. Markobar1996 mampu membuka cabang di 14 kota di seluruh Indonesia. Bukti bahwa anak presiden pun nggak melulu bergelimang kemewahan dan jabatan strategis di pemerintahan. Buktinya Gibran mampu berdiri di atas kakinya sendiri, tanpa campur tangan jabatan sang ayah.

Dari direktur utama sampai anak presiden aja mampu keluar dari zona nyaman, masak kamu nggak bisa?