Bagaimana jadinya jika seseorang yang telah berusaha menciptakan sesuatu yang berguna di dalam negaranya. Tetapi, malah penemuannya tersebut kurang dihargai di negaranya sendiri. Namun, dihargai dan diterima di negara lain. Berikut merupakan penemuan berharga oleh putra dan putri Indonesia yang ditolak dinegeri sendiri, namun diakui oleh negara lain:

1. Mobil listrik SELO

Mobil listrik selo

Mobil listrik selo via https://www.liputan6.com

Beberapa tahun yang lalu, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan memolopori pembuatan mobil listrik pada pertengahan tahun 2013. Salah satu anak bangsa yakni Ricky Elson berhasil membuat rancangan dan menciptakan Sebuah mobil listrik berjenis sedan, yang rangka mobil ini sekilas mirip dengan lamborghini. Mobil listrik yang diberi warna cat kuning ini dinamakan SELO. Mobil listrik karya Ricky ini berhasil melaju saat dipamerkan di KTT OPEC 2013 di Nusa Dua, Bali. Namun, perkembangan SELO di Indonesia tidak berjalan mulus. Mobil listrik ini di nyatakan tidak lulus emisi dan berbahaya digunakan di jalan umum. Ketika pemerintah tidak memperhatikan karya anak bangsa ini. Kemudian dalam beberapa pemberitaan, Negeri jiran Malaysia sudah membeli dan mengembangkan mobil listrik SELO ini. Sangat disayangkan sekali, sebuah penemuan dari seseorang yang jenius seperti Ricky Elson tidak diberi support dan bahkan disia-siakan oleh pemerintah. Namun kemudian malah berkembang di negara lain.

2. Pemadam api ramah lingkungan

Ubi kayu

Ubi kayu via https://pixabay.com

Advertisement

Siapa sangka kulit singkong yang dianggap tidak berguna bisa menjadi sesuatu yang bernilai dan berharga berkat tangan Randall Hartolaksono saat ia kuliah di jurusan teknik Mesin Universitas London. Dalam penemuan nya ini, Randall mengubah kulit singkong menjadi bahan anti api atau pemadam api. Menurut Randall saripati dari kulit singkong ini dapat memutus reaksi zat kimia berantai yang akan menjalar dalam proses pembakaran. Dari olahan kulit singkong ini yang diproses dengan teknologi kimia, Randall berhasil menghasilkan cairan yang dapat memadampakan api. Randall berhasil menghasilkan cairan ini setelah melawati riset selama 10 tahun. Penemuan cairan pemadam api ini juga merupakan sebuah temuan yang ramah lingkungan dan tidak memiliki efek negatif kepada manusia. Namun sayang karyanya tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah tempat asalnya yakni Indonesia. Tetapi justru karya tersebut digunakan oleh beberapa produk dunia seperti; FORD, PETRONAS dan produknya ini juga bisa menembus dan digunakan oleh istana Buckingham Inggris.

3. Kompor biomassa hemat bahan bakar

Kompor biomassa

Kompor biomassa via https://www.google.com

Muhammad Nurhuda yakni Dosen Fakultas MIPA Universitas Brawijaya merupakan penemu kompor biomassa yang hemat bahan bakar. Kompor hasil temuan nya ini tidak menggunakan bahan bakar minyak. Namun, menggunakan bahan alami yang terdiri dari kayu,plastik,dan plastik atau sampah dedaunan kering lainnya. Bahan bakar utama yang digunakan yakni berupa kayu cacah. Selain kayu cacah juga bisa menggunakan pelet, sawit atau butiran kayu. Kompor biomassa ini lebih hemat bahan bakar ketimbang kompor tradisional atau pun kompor gas. Kompor ini juga tidak mengeluarkan asap yang berarti jika dibandingkan dengan kompor yang berbahan bakar minyak lainnya. Namun di Indonesia, kompor biomassa ini tidak terlalu diminati oleh masyarakat. Karena masyarakat di Indonesia sudah terbiasa menggunakan kompor gas elpiji yang mempunyai subsidi khususnya gas elpiji 3 kilogram. Butuh waktu lama untuk mengubah pemikiran masyarakat untuk menggunakan bahan bakar yang hemat dan ramah lingkungan. Tetapi kompor ini sudah dipasarkan dan diproduksi massal di beberapa negara seperti Norwegia, India, Meksiko, Kamboja dan di beberapa negara di benua Afrika.

4. Alat pembunuh sel kanker

Alat terapi kanker Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT) temuan Warsito Purwo Taruno merupakan alat yang bermanfaat bagi bidang medis dan industri yang berbasis medan listrik. Alat ini bisa digunakan tanpa masuk kedalam ruangan tertutup seperti alat medis khusus kanker lainnya. Alat ini berbentuk unik seperti bra ,helm dan rompi. Alat ini bisa mendeteksi ada atau tidaknya sel kanker di dalam bagian tubuh yang dideteksi. Alat yang terdiri dari gelombang listrik statis dengan tenaga baterai ini terbukti dapat membunuh sel kanker lebih mudah dari kemoterapi. Dengan adanya penemuan ini warsito mendapat penghargaan dari BJ Habibie Award, Achmad Backrie Award, 100 Tokoh Kebangkitan Indonesia versi majalah Gatra tahun 2008 dan penghargaan dari American Institute of Chemist Foundation Outstanding Postdoctoral Award tahun 2002. Namun tidak dapat diprodusi massal di Indonesia karena tidak mendapat izin dari lembaga kesetan Indonesia. Dan pada akhirnya negara Jepang yang reguler memesan karya hasil penemuan Warsito ini. Karena menurut penelitian di Jepang, alat yang di temukan oleh Warsito ini lebih efektif memerangi kanker dari pada produk negara lain.

5. Penemu cikal bakal teknologi 4G

Advertisement

Khoirul Anwar merupakan seseorang yang mencentuskan konsep Fast Fourier Transform (FFT) sebagai cikal bakan teknologi 4G LTE. FFT merupakan bagian komponen dari tekologi LTE. Khoirul anwar memiliki konstibusi dalam pengembangan teknologi 4G LTE. namun tidak secara keseluruhan. Khoirul Anwar lah yang menemukan konsep dua FFT yang dipakai dalam sistem 4G uplink. Dan teknologi 4G ini pada masa depan akan menggunakan konsep dua FFT ini. Metode yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Khoirul Anwar akhirnya berhasil mendapatkan penghargaan Best Paper untuk kategori Saintis di Institute of Electrical and Electronic Engineer Technology Conference pada bulan Mei 2010 lalu di Taiwan. Penemuan ini akhirnya dipatenkan dan mulai digunakan di beberapa perusahaan elektronik besar di Jepang dan China. Khoirul Anwar yang merupakan putra terbaik bangsa ini sekarang bekerja di Jepang yakni di laboratoriom Information Theory and Signal Processing, Japan Advanced Institute of Science and Technology. Beliau juga pernah mengatakan bahwasanya dia sangat ingin bekerja di Indonesia sebagai dosen dan peneliti. Tetapi penelitian yang dilakukan di Indonesia akan mengalami hambatan karena keterbatasan peralatan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya