Ada banyak anggapan mengatakan biasanya seseorang yang cantik otaknya tidak terlalu pintar. Anggapan itupun menguatkan pernyataan bahwa tak ada yang sempurna. Namun, ada sebagian orang yang sangat beruntung karena memiliki wajah yang cantik serta otak yang cukup cemerlang. Dan yang lebih bikin ngiri lagi, mereka memiliki kedudukan yang terhormat yaitu sebagai seorang putri! Apakah pernyataan tak ada yang sempurna" itu sudah tak berlaku?

Tapi terlepas dari mereka sempurna atau tidak, pasti asyik jika mengulik kehidupan sosok sosok hampir sempurna seperti mereka. Nah, kalau penasaran siapa saja sih sosok para putri cantik tersebut, yuk simak pembahasannya di bawah ini!

1. Putri Madeline dari Swedia

Putri Madeline

Putri Madeline via https://www.instagram.com

Sosok yang akan kita bahas pertama datang dari dataran Eropa, yaitu negara Swedia yaitu Putri Madeline. Wanita cantik berambut coklat ini merupakan anak dari Carl XVI Gustaf of Sweden dan Ratu Silvia. Walau masa depannya sudah jelas, namun hal tersebut tak membuatnya malas menempuh pendidikan. Terbukti, ia berhasil lulus dari sebuah Universitas Stockholm yang prestisius untuk jurusan Seni Sejarah, Etnologi dan Psikologi anak.

Begitu lulus, ia bergabung di UNICEF dalam divisi layanan perlindungan anak. Tahun 2012, ia menjadi sosok di balik kampanye untuk program "Thank You by Childhood". Itu adalah sebuah program untuk menghindari pelecehan seksual terhadap anak anak.

Advertisement

Karena sumbangsihnya yang begitu besar terhadap dunia, ia dianugerahi banyak antara lain Grand Cordon dan Grand Cross dari Jerman, Brazil, Lativia, Malaysia, Norwegia dan beberapa negara lain. Ia juga mendapat penghargaan dari Majalah Forbes sebagai salah satu dari The 20 Hottest Young Royals tahun 2008.

2. Putri Ameerah Al Taweel dari Arab

Putri Ameerah

Putri Ameerah via https://www.instagram.com

Peran dan hak wanita di kalangan negara negara Arab memang tak sekuat kaum pria. Namun hal itu sepertinya tak berlaku untuk Putri Ameerah al Taweel. Sebagai seorang perempuan Arab, dia termasuk sosok yang vokal terhadap persamaan hak, salah satunya adalah pendidikan.

Ketika para wanita muda menurut saat diberi pendidikan seadanya, ia memilih mengejar gelar di jurusan Bisnis Administrasi di Universitas New Heaven Amerika. Akhirnya kerja kerasnya ditebus dengan gelar magna cumlaude yang menghiasi ijazahnya.

Advertisement

Setelah lulus, ia mulai berkiprah di beberapa bidang seperti menjadi pendiri dan CEO di Time Entertainment, ketua dan co-founder di Tasamy Social Initiatives Center, wakil ketua dan sekretaris umum di Al Waleed bin Talal Foundations, dan masih banyak lagi. Fokus utamanya adalah memberdayakan hak perempuan seperti hak untuk menyetir mobil, aktif di organisasi maupun kebebasan berpendapat.

Dengan semua kinerjanya, ia tak hanya dianugerahi penghargaan untuk kegiatan sosialnya saja, tapi perannya dalam dunia bisnis antara lain seperti masuk dalam daftar CEO Middle East 100 Most Powerful Arab Women tahun 2012 dan juga daftar 30 achievers under the age of 30 dari majalah Gulf Business.

3. Ratu Rania dari Jordania

Tak cuma Eropa, negara Asia juga memiliki putri yang cantik dan hebat. Salah satunya adalah Ratu Rania. Dari namanya terdengar formal banget ya, ratu. Padahal kalau dilihat dari sosoknya, ratu yang satu ini malah lebih mirip model karena anggun banget. Tapi jangan terkecoh dengan keanggunannya karena ia terkenal sebagai sosok yang kritis dan vokal.

Semasa muda, Ratu Rania mengambil jurusan Bisnis Administrasi di American University Kairo. Setelah lulus, ia sempat bekerja dalam perbankan dan teknologi informasi. Walau sibuk bekerja, ia tak lupa untuk memberi kontribusi terhadap masyarakat dengan mengadakan berbagai acara amal.

Setelah menikah dengan Raja Abdullah II, dia semakin gencar menggalakan program sosial seperti menyuarakan hal hak perempuan di kalangan negara negara Arab, menggalakan program dialog lintas budaya untuk meminimalisasi kesalahpahaman, mendayagunakan sosial media dan mengajak generasi muda untuk bergabung agar dapat menghilangkan stigma buruk terhadap kaum Muslim dan dunia Arab, mengusahakan reformasi baru dalam dunia pendidikan dan usaha.

Semua pencapaian di atas hanyalah beberapa kegiatan yang telah ia lakukan. Tak heran bila ia dianugerahi banyak penghargaan antara lain World Savers Award dari Conde Nast Traveler tahun 2008, Atlantic Council’s Global Citizen Award 2013, The Fellowship Award from Fashion for Relief in Recognition of Her Majesty’s Humanitarian Efforts Towards Children Caught in Conflict 2017 dan masih banyak lagi.

4. Putri Letizia dari Spanyol

Putri Letizia

Putri Letizia via https://www.instagram.com

Sepertinya Eropa memiliki banyak putri yang lebih dari sekedar cantik ya. Setelah negara Balkan, sekarang giliran kita bahas sosok cantik bernama Ratu Letizia dari Spanyol. Ia adalah istri dari Raja Felipe VI. Perempuan kelahiran tahun 1972 ini memiliki ketertarikan dalam dunia jurnalis sejak muda. Karena itu ia mengambil pendidikan jurusan jurnalisme di Complutense Universitas Madrid.

Setelah lulus, ia sempat bekerja menjadi jurnalis di ABC, EFE, CNN+, dan Televisión Española. Namun karir jurnalismenya harus berhenti setelah ia menikah dengan Pangeran Felipe tahun 2004. Tahun 2014, Letizia naik tahta menjadi ratu setelah suaminya Raja Felipe menggantikan ayahnya yang turun tahta. Walau sudah tak menjadi jurnalis, namun ia masih tetap berkontribusi untuk negaranya dengan caranya melalui kegiatan amal dan dunia fashion.

5. Putri Diana dari Wales

Putri Diana

Putri Diana via https://www.posbunda.com

Walaupun sosoknya telah tiada, namun nama Putri Diana akan selalu terkenang sepanjang masa berkat kontribusinya kepada dunia. Diana terlahir dengan nama Diana Francess Spencer. Walaupun ia tak menempuh pendidikan tinggi layaknya keluarga bangsawan masa kini, namun hal tersebut tak menghalanginya untuk berkontribusi pada masyarakat.

Tak seperti keluarga bangsawan lainnya yang menjauhi penyakit berbahaya dan menular, Putri Diana malah menunjukan kepeduliannya dalam penanganan penyakit menulair seperti AIDS dan kusta. Ia juga telah bekerja keras untuk menyingkirkan stigma buruk terhadap penderita kanker, AIDS, HIV dan kusta.

Selain bidang kesehatan, putri yang dijuluki sebagai People’s Princess ini juga aktif menggalakan kampanye tentang kesadaran akan bahaya ranjau dan efeknya, hak akan kebebasan berpendapat, memerangi kemiskinan, dan masih banyak lagi.

Tak heran bila ia begitu dicintai banyak orang dan diberi berbagai sebutan sayang seperti Queen/ Lady of The Hearts, Lady Di, Princess Di, People’s Princess dan masih banyak lagi. Tak cuma julukan, ia pun banyak masuk ke dalam penghargaan untuk orang orang hebat seperti pemenang Nobel Perdamaian tahun 1997 masuk dalam daftar 100 Most Important People of the 20th Century dari majalah Time dan menduduki posisi ketiga dalam 100 Greatest Britons yang diadakan BBC, di mana ia mengalahkan ratu Inggris dan para bangsawan Inggris lainnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya