5 Risiko yang Harus Siap Kamu Hadapi Ketika Terjun ke Dunia Bisnis Digital Marketing

Jangan mudah nyerah ya, karena semua risiko akan ada jalan keluarnya.

Resiko dalam berbisnis, sudah pasti ada dan tidak bisa dipastikan kapan terjadinya. Kamu, sebagai pebisnis, harus siap dengan segala resiko yang ada. Sejauh ini, saya yang sudah pernah terjun ke dalam bisnis digital marketing, pernah mengalami beberapa resiko yang hampir saja membuat saya nyaris menyerah, namun akhirnya saya berusaha bangkit, bangkit dan bangkit untuk mengelola bisnis saya dengan baik dan berusaha untuk tidak jatuh kembali ke dalam bayangan kelam masa lalu.

Kira-kira apa saja ya resiko tersebut? Cuss, disimak! Supaya Kamu memahami apa saja resiko yang akan kamu alami ketika terjun ke dunia bisnis digital marketing, dan supaya kamu bisa memiliki strategi tersendiri untuk menghadapinya. Di bawah ini, ada 5 resiko yang pernah saya alami ketika terjun ke dunia bisnis digital marketing :

Advertisement

1. Gagalnya Proses Marketing

Adanya kegagalan dalam proses marketing

Adanya kegagalan dalam proses marketing via https://images.pexels.com

Saat saya memulai usaha bisnis digital marketing, resiko yang pertama kali hadir menghampiri saya waktu itu adalah gagalnya proses marketing. Hal ini terjadi dikarenakan, konten yang saya buat ternyata kurang menarik, sasaran saya tidak tepat, dan saya lama dalam merespon permintaan konsumen.

Perasaan sedih, pastinya saya alami, ketika tau proses marketing yang saya buat itu gagal. Tapi dari kegagalan itu saya belajar, bahwa terjun ke dunia bisnis digital marketing itu, harus memiliki persiapan yang matang, agar tidak terjadi kegagalan dan yang didapatkan ialah keuntungan.

Advertisement

2. Merebaknya Penipuan

Terjadinya penipuan

Terjadinya penipuan via https://images.pexels.com

Risiko yang muncul setelah kegagalan proses marketing dalam bisnis biasanya adalah penipuan. Penipuan ini muncul atau datang dari dua arah, yaitu dari penyedia jasa layanan digital marketing ataupun pemakai layanan digital marketing. Selain itu, penipuan bisa terjadi dari pembajakan sistem yang dilakukan oleh hacker.

Dimana, data penyedia jasa layanan digital marketing ini berhasil dicuri oleh hacker. Jadi, kita sebagai pebisnis yang saat ini sedang mengembangkan bisnis besar, harus berhati-hati terhadap adanya penipuan. Karena, bisa jadi penipuan itu berasal dari konsumen kamu sendiri.

Maka, sebelum kamu melakukan transaksi dengan konsumenmu, ada baiknya kamu teliti dengan data konsumen agar tidak terjadi yang namanya penipuan. Dengan itu, kamu akan lebih mudah melacak dan melaporkan, jika memang terjadi sebuah penipuan.

Advertisement

3. Persaingan yang Ketat

Persaingan yang ketat, membuatmu berinovasi terus menerus

Persaingan yang ketat, membuatmu berinovasi terus menerus via https://images.pexels.com

Tidak dapat dipungkiri, bahwa persaingan yang ketat adalah resiko yang paling sering terjadi dalam dunia bisnis digital marketing. Dimana, kamu yang saat ini memiliki bisnis coffeeshop, ternyata memiliki saingan ratusan bahkan jutaan coffeeshop di kota yang sama, tempatmu mengembangkan bisnis coffee shop tersebut.

Oleh karena itu, resiko persaingan yang ketat dalam dunia bisnis digital marketing, dapat diatasi dengan memunculkan ide atau inovasi baru dalam bisnis yang kamu jalankan saat ini. Adapun kemunculan ide tersebut, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

4. Permintaan yang Banyak dan Sering Berubah-Ubah

Banyaknya permintaan dan sering berubah-ubah dari konsumen

Banyaknya permintaan dan sering berubah-ubah dari konsumen via https://images.pexels.com

Dalam berbisnis, permintaan yang banyak dari konsumen dan sering berubah-ubah sejalan dengannya waktu, kadang-kadang bisa memicu mental Kamu menjadi tidak percaya diri, stress dan akhirnya menyerah untuk melanjutkan bisnis.

Ini memang resiko yang cukup besar bagimu, dan semua pebisnis pasti pernah mengalami resiko ini. Kamu tidak perlu khawatir dan langsung menyerah untuk menghadapi tipe konsumen seperti itu. Kamu hanya perlu bersabar dalam menghadapi konsumen tipe tersebut, dan mencari cara untuk menciptakan sesuatu yang baru dalam bisnismu .

Karena, jika kamu  mengabaikan dan tidak peduli terhadap tipe konsumen seperti itu, maka kamu akan kehilangan konsumen yang biasanya membuat banyak keuntungan untukmu. Mereka akan pergi ke tempat lain, yang mereka rasa dapat memenuhi permintaan mereka.

5. Engagement

Resiko terakhir yang pernah saya alami adalah engagement, yang belum tentu menghasilkan. Dimana, saya membuat iklan di media sosial dan ada calon konsumen yang menanggapi iklan tersebut. Saya pun menjawab semua yang mereka tanyakan. Memang yang saya lakukan ini banyak menyita waktu, namun saat itu saya berpikir bahwa itu adalah cara terbaik agar calon konsumen saya percaya dan mau menjadi partner bisnis saya.

Namun pada kenyataannya, apa yang saya harapkan tidak sesuai dengan apa yang saya kerjakan. Dari sekian banyaknya calon konsumen yang bertanya lebih jauh soal bisnis yang saya miliki, hanya 1 sampai 2 orang saja yang berhasil saya ajak kerjasama. Ya, pada intinya setiap bisnis yang kita kerjakan, akan selalu mendapat resiko. Kecil atau besarnya resiko yang terjadi, kita harus siap menghadapinya dengan mencari sebuah tindakan untuk mengurangi kerugian dari resiko tersebut.

Jangan terlalu cepat menyerah dan pasrah dengan keadaan, dan jangan terlalu mudah mengambil keputusan untuk menutup bisnis. Ingatlah selalu prinsip ini, ketika bisnis kamu sedang mengalami masalah :

Bisnis yang kamu kelola saat ini adalah pilihanmu  sendiri dan sudah menjadi keputusan terbaikmu. 

Sekali pun kamu merugi, itu adalah pelajaran berharga. Dan jika kamu berhasil membuat bisnis kamu sukses, ada pelajaran yang kamu terima, yang bisa membantumu menjadi lebih sukses lagi.

Oke, mungkin sampai di sini saja pembahasan saya mengenai digital marketing. Jika kamu ingin mencari informasi lainnya mengenai digital marketing, silahkan meluncur ke blog saya yang kesehariannya bekerja, menulis dan membahagiakan keluarga.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Julita Widya Sari Manurung atau biasa disapa Julita lahir di Medan, 12 Juli 1998. Aktif menulis sejak tahun 2017 dan sudah berhasil menerbitkan buku.

CLOSE