Jangan Ada Sampah di Antara Kita. 5 Siasat Zero Waste di Hari Raya Idul Adha!

Aksi zero waste lindungi lingkungan

Idul Adha selalu identik dengan prosesi penyembelihan hewan kurban yang dilakukan umat muslim dunia sebagai perwujudan rasa syukur atas rezeki tak terhingga pemberian Allah SWT. Inilah momentum bagi seluruh umat muslim dunia, khususnya umat muslim di Indonesia untuk menumbuhkan jiwa kemanusiaan dan sikap dermawan, berbagi antar sesama. Selain itu, kegiatan berkurban juga mampu mempererat tali persaudaraan dan mengencangkan persatuan.

Tahun ini, pandemi masih betah menduduki bumi seolah enggan untuk pergi. Namun, semangat berkurban amat terasa di berbagai wilayah Indonesia. Bukannya surut, malah bertambah. Agar Idul Adha dan kegiatan berkurban tahun ini makin berkah, yuk, lakukan 5 siasat zero waste sederhana berikut ini.

Keep scrolling, ya!

Advertisement

1. Mengganti kertas koran dengan tikar sebagai pengganti alas sajadah

Foto oleh Mads Thomsen dari Pexels

Foto oleh Mads Thomsen dari Pexels via https://www.pexels.com

Ya, di sejumlah wilayah Indonesia memang diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat karena angka lonjakan kasus Covid-19 kian hari kian meningkat. Namun, masih ada wilayah yang boleh jadi pemerintah daerahnya mempersilahkan umat muslim untuk melaksanakan shalat Idul Adha di masjid maupun lapangan.

Nah, kebiasaan masyarakat yang kerap terjadi adalah membiarkan sampah kertas menumpuk setelah pelaksanaan shalat Eid—baik Eid Fitr maupun Eid Adha. Tidak ada salahnya untuk tahun ini kita memerhatikan betul tempat shalat kita agar tetap bersih dan terhindar dari virus yang tidak diharapkan. Bagaimana? Ganti kertas koran yang selama ini dijadikan satu-satunya solusi sebagai alas sajadah dengan beralih ke tikar sebagai gantinya.

Advertisement

Nantinya, setelah selesai shalat berjamaah, kamu bisa membersihkan tikar tersebut dengan cara dicuci atau dilap dengan kain basah. Praktis dan tidak merugikan orang lain. Terpenting, ini adalah salah satu siasat zero waste sebagai bukti cinta kita terhadap kesehatan bumi.

2. Olah sendiri bumbu masakan di hari Idul Adha

Photo by Bluebird Provisions on Unsplash

Photo by Bluebird Provisions on Unsplash via https://unsplash.com

Sampah plastik masih menjadi permasalahan besar bagi bumi. Seperti kita ketahui, plastik yang kita gunakan sehari-hari tidak mudah terurai. Padahal, produk-produk yang ditemui di pasaran didominasi berbungkus plastik, termasuk bumbu-bumbu instan yang dijual bebas di pusat perbelanjaan maupun pasar tradisional.

Memilih mengolah atau membuat bumbu masak sendiri untuk masakan di hari Idul Adha adalah pilihan yang sangat bijak sebab bahan-bahan yang digunakan merupakan jenis rimpang-rimpangan, cabai, dan bawang yang mana dapat didaur ulang. Seperti kulit bawang dan tangkai cabai yang bisa dijadikan kompos atau rimpang-rimpangan yang dapat ditanam ulang.

Advertisement

3. Menggunakan besek bambu alih-alih plastik sebagai wadah daging kurban

Foto oleh Ksenia Chernaya dari Pexels

Foto oleh Ksenia Chernaya dari Pexels via https://www.pexels.com

Bumi yang sehat harus diawali dari kesadaran masyarakat, seperti beralih menggunakan wadah besek berbahan bambu alih-alih kantung plastik sebagai wadah daging kurban.

Selain lebih aman karena tidak mengandung senyawa kimia, besek bambu juga dapat digunakan berulang alias dapat dipakai di tahun berikutnya ataupun dialihkan menjadi wadah bahan-bahan dapur di rumah. Selain itu, bambu jauh lebih cepat terurai dibanding plastik. Ramah lingkungan, bukan?

4. Mengolah bagian-bagian ‘tersisih’ dari hewan kurban menjadi bahan masakan

Foto oleh jenvit keiwalinsarid dari Pexels

Foto oleh jenvit keiwalinsarid dari Pexels via https://www.pexels.com

Jangan buru-buru membuang bagian yang acapkali dianggap sepele, bagian tulang misalnya. Bukan karena tidak ada lagi dagingnya, lantas kamu buang begitu saja. Jangan lagi, ya.

Kamu bisa mengolahnya menjadi kaldu lho. Caranya sangat mudah yakni dengan metode perebusan saja. Jika sudah menjadi kaldu, kamu bebas menambahkannya ke berbagai olahan makanan lainnya. Dijamin lebih sehat dan masakanmu jauh lebih kaya rasa.

5. Memanfaatkan kembali kotoran hewan kurban

Photo by Zoe Schaeffer on Unsplash

Photo by Zoe Schaeffer on Unsplash via https://unsplash.com

Biasanya dari kegiatan kurban, ada satu hal ‘jorok’ yang tersisa yakni kotoran hewan. Jangan buru-buru membersihkannya dengan cara disiram atau dibuang ke saluran pembuangan air karena bisa menyebabkan pencemaran lingkungan.

Bagaimana kalau kotoran hewan tersebut dimanfaatkan sebagai pupuk kendang? Jauh lebih bermanfaat, bukan? Bahkan manfaatnya jauh lebih baik dan aman bagi lingkungan hidup dibandingkan penggunaan pupuk kimia.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

selalu ingin belajar menulis

CLOSE