Ketika menghadiri undangan bicara di Singapura, saya menyaksikan satu keluarga pasutri plus putra-putrinya, duduk santai di Orchard Road. Meskipun duduk berdekatan, mereka tidak saling mengobrol layaknya sebuah keluarga, namun sibuk dengan hape masing-masing. Pemandangan serupa bisa kita jumpai di banyak tempat di tanah air. Atau jangan-jangan di rumah kita sendiri!

Bagaimana kita bisa menyingkirkan tudingan bahwa gadget mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat? Berikut 5 tips ampuh atasi ketergantungan sama gadget.

1. Masukkan tas.

Di antara kami berempat, saya, isteri dan dua anak saya. Istri sayalah yang paling jarang pegang gadget. Begitu jarangnya sampai saat saya telepon pun, dia baru membukanya keesokan harinya dan menelpon balik sambil bertanya, “Tadi Papa nelpon saya?”

Advertisement

Jawab saya singkat, “Itu telpon kemarin.” Wkwkwk.

Bagaimana bisa seperti itu? Secara bergurau saya menjawab pertanyaan teman saya begini: “Istri saya menyimpan hapenya di dompet kecil, memasukkannya ke tas tangan, memasukkan tas tangan itu ke lemari dan meninggalkan kamar tempat lemari itu berada untuk memasak di dapur.

2. Tinggalkan di rumah.

Saya punya seorang sahabat yang susah dihubungi saat hari Minggu. Rupanya, dia meninggalkan hapenya di rumah agar khusuk beribadah. Saya punya teman anak orang kaya lama yang nyentrik. Agar tidak diganggu teman-temanya, dia membuang hapenya. Sebaliknya, kita yang sering dibuat jengkel olehnya justru membuang jengkel Tuhan. Coba jawab, “Benda apa yang langsung kita ambil begitu bangun tidur?”

Advertisement

Hape!

Suatu kali saya ada undangan bicara ke luar kota. Karena tergesa-gesa saya pergi ke bandara tanpa membawa hape. Saya sendiri heran sekali kok bisa seperti itu. Mula-mula saya merasa sangat kehilangan. Namun, beberapa hari kemudian, ketika saya sudah bisa menyesuaikan diri hidup tanpa hape, ajaib! Tiba-tiba hidup saya jadi lebih nyaman dan santai. Tak ada interupsi.

3. Pakai ‘silent mode’ dan/atau non getar

Sejak hape saya silent, bukan hanya hidup saya jauh lebih tenang, baterai pun tahan lama. Power bank saya jadi menganggur dan akhirnya dipakai anak bungsu saya. Saya hanya membawa power bank saat keluar kota atau keluar negeri dengan waktu perjalanan yang panjang.

4. Telungkupkan di meja

Telungkupkan

Telungkupkan via https://www.google.com

Belakangan ini, setiap kali ingat, saat makan bersama keluarga atau teman, saya menelungkupkan hape saya. Dengan demikian, saya tidak tergoda untuk sebentar-sebentar melirik layar hape. Mengapa? Setiap kali dilirik, kayaknya selalu ada notifikasi yang masuk.

5. Pakai sistem denda

Setiap kali berkumpul untuk makan bersama, buat peraturan seperti ini: Taruh hape di atas meja, siapa yang mengangkat duluan didenda. Angka dendanya harus cukup membuat kita jera. Atau kalau sedang makan bersama di luar dendanya bisa seperti ini. Siapa yang mengangkat hape pertama kali, dialah yang membayar seluruh makanan.

Mau mencoba?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya