5 Tips Cara Cepat Millennial Bisa Beli Rumah. Kuncinya Rajin Menabung!

Trik menabung untuk membeli rumah

Pernah dengar selentingan di media sosial yang bilang kalau “milenial terancam nggak bisa punya rumah.” Dilihat sekilas, salah satu masalahnya memang kenaikan gaji yang nggak sebanding sama kenaikan properti. Rasanya buat beli rumah sendiri kayak mimpi buat banyak orang sekarang.

Pernyataan itu mungkin ada benarnya, kalau kamu nggak rajin menabung dan menyisihkan uang buat membeli rumah. Ditambah lagi ada fasilitas-fasilitas seperti kredit pemilikan rumah (KPR) dengan berbagai tingkatan yang menyesuaikan dengan jumlah pendapatan. Beberapa kantor juga punya fasilitas pembiayaan rumah buat karyawannya, lho.

Namun, pada akhirnya menabung adalah cara yang paling efektif buat punya rumah sendiri nantinya. Karena buat KPR aja kalian juga tetap harus bayar uang muka yang tentunya didapat dari tabungan membeli rumah. 

Menabung sendiri juga ada tantangannya sendiri. Mulai dari menabung buat dana darurat dulu, jadi sandwich generation yang harus men-support orang tua secara finansial, atau mungkin gaya hidup yang susah buat kamu untuk menyisihkan uang khusus buat membeli rumah. 

Buat kamu yang nggak mau lama-lama nge-kost, sewa rumah, atau apartemen, saatnya usaha buat nabung lebih giat demi rumah impian. Mungkin sekarang kamu pikir lagi susah banget untuk nabung. Tunggu dulu, pasti ada beberapa pengeluaran yang bisa kamu kurangi atau beberapa cara yang bisa dilakukan buat membantu meningkatkan tabungan. 

Simak lima tips dari Dekoruma berikut ini untuk tahu cara-cara yang bisa bikin kamu selangkah atau dua langkah lebih dekat sama rumah impianmu!

Advertisement

1. Kamu nggak perlu kopi susu atau pesan makan dari ojek online setiap hari. Buang pengeluaran yang nggak perlu buat menyisihkan lebih banyak uang

Sumber: @congerdesign from Pixabay

Sumber: @congerdesign from Pixabay via https://pixabay.com

Situasi ini bisa dibilang adalah situasi yang paling gampang buat diatasi. Kuncinya ada di dirimu sendiri dan seberapa mampu kamu mengontrol diri. Mulai mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu atau ada alternatifnya. Kamu nggak perlu beli kopi susu tiap hari dan bisa mulai bikin kopi sendiri di rumah.

Bawa bekal sendiri supaya nggak jajan terus di kantor dan sebisa mungkin makan malam di rumah. Siapa tahu bisa jadi lebih sering berkumpul bareng pasangan atau keluarga di meja makan. Batasi makan di luar atau jalan-jalan bareng temen supaya lebih banyak uang yang bisa disisihkan. Mengubah gaya hidup jadi lebih cermat enggak berarti mengorbankan kebahagiaanmu, kok. 

Advertisement

2. Pilih bank dengan fasilitas tabungan berjangka dengan bunga paling kompetitif. Meski tidak banyak, tetap bisa membantu

Sumber: @nattanan from Pixabay

Sumber: @nattanan from Pixabay via https://pixabay.com

Kalau kamu belum punya kebiasaan buat nabung, mungkin saatnya kamu dibantu dengan fasilitas tabungan berjangka. Jangan cuma menyimpan uang di dalam lemari rak karena  tabungan berjangka biasanya juga punya bunga yang lebih besar dari tabungan lain. Secara berkala, sejumlah uang akan tersimpan berdasarkan nominal yang sudah ditentukan waktu mendaftar.

Biasanya ada sistem auto debet dari rekening koran untuk memindahkan uang ke rekening berjangka supaya kamu nggak perlu repot-repot memindahkan uangnya secara manual. Meski mungkin enggak signifikan, fasilitas ini bisa mulai membentuk kebiasaan menabung dan sedikit menambah dana melalui bunga.

3. Jangan cuma bergantung dari satu sumber pendapat! Cari peluang lain buat tambah-tambah dana beli rumah

Advertisement
Sumber: JESHOOTS-com from Pixabay

Sumber: JESHOOTS-com from Pixabay via https://pixabay.com

Pintar-pintar cari peluang untuk punya sumber pendapatan tambahan. Misalnya, jadi freelancer untuk jasa keterampilanmu atau bikin bisnis dengan modal yang tidak besar seperti bisnis makanan atau dropshipper. Dengan penghasilan tambahan dan gaji pokok, tabungan untuk beli rumah bisa tumbuh lebih cepet.

Siapa tahu justru jadi freelancer atau berbisnis bisa membuka lebih banyak kesempatan dan jumlah pendapatan yang lebih besar buat modal membeli rumah daripada bekerja di kantor.

4. Menabung sambil investasi. Meski lebih berisiko, pintar-pintar untuk pilih instrumen investasi yang tepat

Sumber: StockSnap from Pixabay

Sumber: StockSnap from Pixabay via https://pixabay.com

Akhir-akhir ini, generasi milenial juga sudah mulai melek investasi buat sekedar mencari penghasilan tambahan atau sengaja menjadikan investasi sebagai tabungan masa depan juga. Investasi memang lebih berisiko daripada tabungan, tapi kalau kamu tahu instrumen mana yang risikonya paling kecil dan tahu trik-triknya, nggak ada salahnya untuk menabung sambil berinvestasi.

Misalnya, beli saham blue chip untuk jangka waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan, menyetok emas batangan saat harganya sedang murah, atau reksadana yang risikonya lebih kecil. Apapun itu, yang penting pelajari dulu instrumennya dengan penuh perhatian, ya!

5. Rajin-rajin cek promosi pengembang properti atau KPR rumah dari bank. Siapa tahu budgetmu sudah cukup Buat DP rumah

Sumber: Dekoruma

Sumber: Dekoruma via https://www.dekoruma.com

Pada akhirnya, uang yang ada di tabungan beli rumahmu itu akan lebih terbantu kalau ada promosi atau diskon dari pengembang atau bank pemberi KPR. Manfaatkan promosi seperti DP murah dari pengembang, cicilan bunga ringan dari pengembang, atau bunga KPR yang kecil atau flat untuk periode tertentu.

Rajin-rajin browsing tentang berita properti di internet atau nanti setelah pandemi datang ke property fair untuk dapat deal yang paling sesuai sama budget kamu. 

Pada akhirnya, sebelum kamu bisa merencanakan sofa apa yang mau dipasang di ruang keluarga atau kitchen set seperti apa yang mau dipakai di dapur, rumah impianmu akan terwujud dengan satu-satunya cara, nabung. Ada banyak cara buat menabung saat ini supaya perjalanan ke rumah impian semakin cepat. Tetap semangat buat pejuang rumah atau pejuang KPR! 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE