5 Tips Jitu Tetap Santai Saat Menghadapi Pertanyaan yang Diawali dengan Kata kapan. Nggak Harus Merasa Tersinggung

cara menjawab pertanyaan kapan

Perjalanan setiap orang dalam menjalani kehidupan memang berbeda-beda. Masa-masa senang maupun sulit pasti mempunyai ceritanya masing-masing. Sebagai makhluk sosial, seharusnya manusia sadar akan pentingnya menjaga silaturahmi dengan orang lain. Salah satu caranya adalah dengan berbicara yang baik tanpa menyinggung perasaan.

Tapi kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari kita pasti pernah mengalami masa-masa dimana kita sedikit eneg saat mendengar orang lain selalu bertanya dengan pertanyaan yang seakan-akan menyinggung dan menyudutkan kita. Apalagi kalau diawali dengan kata “kapan”. Kapan lulus, kapan nikah, kapan punya anak, kapan punya rumah sendiri, kapan punya mobil, kapan sukses, dll. Pertanyaan-pertanyaan itu seperti mempunyai kekuatan super yang siap menggempur benteng pertahanan kehidupan seseorang.

Tidak masalah sih kalau orang tersebut sudah mempunyai jawaban pasti yang ada buktinya. Nah, kalau tidak? Siap-siap saja deh akan ada pengulangan pertanyaan dari orang yang sama ataupun orang yang berbeda. Berikut ini akan saya jabarkan tips agar tetap woles saat menghadapi pertanyaan yang diawali dengan kata “kapan”.

Advertisement

1. Jawab seperlunya saja

Photo by Kenan Buhic on Unsplash

Photo by Kenan Buhic on Unsplash via https://unsplash.com

Berbicara dengan orang lain itu ada trik-trik tersendiri. Kalau orang tersebut sudah kita anggap seperti saudara atau teman dekat, sah-sah saja kita bicara apa adanya alias ceplas-ceplos. Beda cerita kalau kita sedang berbicara dengan teman biasa atau orang yang baru kita kenal. Kita tidak boleh terlalu vulgar dalam berbicara ataupun bercanda. Apalagi kalau sudah timbul pertanyaan-pertanyaan yang malesi. Misalnya ditanya kapan lulus atau kapan nikah. Jawab saja, didoakan saja ya semoga segera terlaksana. Jangan pernah ditambahi dengan bumbu-bumbu curhat deh. Hati dan niat orang siapa yang tahu. Tingkat kekepoan orang pun masing-masing. Be careful.

2. Tampilkan senyuman manis

Photo by Dan on Unsplash

Photo by Dan on Unsplash via https://unsplash.com

Kalau kita sedang mendapatkan pertanyaan bertubi-tubi yang sedikit gimana gitu, please tetap tenang dan jangan langsung dimasukkan ke dalam hati. Apalagi kalau pertanyaannya yang sedikit menyinggung keharmonisan rumah tangga. Misalnya nih, kita sudah berumah tangga lebih dari tiga tahun. Tapi, belum juga dikaruniai buah hati. Eh, tiba-tiba ada yang tanya, “kapan punya anak, anaknya si A sudah bisa bla bla bla lo”. Wah, kalau tidak dibarengi hati yang lapang bisa jadi prahara deh. Sambil menjawab jangan lupa diberi senyuman yang manis. Biar orang yang tanya seperti itu ketularan manisnya. Atau didoakan kena diabetes saja? Eh, jangan ya. Dosa.

Advertisement

3. Perlahan alihkan topik pembicaraan

Photo by Andrea Tummons on Unsplash

Photo by Andrea Tummons on Unsplash via https://unsplash.com

Pernah dong ya kita ingin tiba-tiba lari atau menghindar saat ada orang yang bertanya kapan ini kapan itu. Nah, daripada dianggap tidak sopan karena meninggalkan orang yang sedang mengajak kita bicara lebih baik kita perlahan ubah topik pembicaraan. Misalnya saat ada yang bertanya kepada kita, “kapan nih punya anak lagi?, anak kamu kan sudah besar tuh”. Setelah menjawab seperlunya, kita ubah deh dengan pembahasan yang lain. Kalau bisa jangan terlalu jauh dari topik semula. Yang penting tidak membahas kita melulu. Lama-lama merasa risih juga kan. Masak ngorek-ngorek urusan pribadi mulu. Hadeh.

4. Pura-pura sibuk atau mengerjakan sesuatu

Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash

Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash via https://unsplash.com

Menjadi orang yang sibuk memang tidak selamanya menjadi sebuah malapetaka. Ada saatnya saat kita merasa lelah karena kita terlalu sibuk akan sesuatu tapi ternyata kesibukan itulah yang menolong kita pada situasi tertentu. Situasi tersebut tidak lain adalah ketika terlibat dalam suatu perbincangan yang berisi tentang pertanyaan-pertanyaan jebakan. Sekali lagi cukup jawab seperlunya saja kemudian lanjutkan saja pekerjaan tadi yang terpaksa berhenti karena terjebak dengan pertanyaan unfaedah tersebut. Kalaupun sebenarnya kita sedang tidak sibuk-sibuk amat, berpura-pura sibuk sedang mengerjakan sesuatu boleh-boleh saja kok dilakukan. Kenyamanan hati dan tetap menjaga mood agar tetap baik-baik saja adalah hak setiap umat manusia di dunia.

5. Minta didoakan

minta didoakan

minta didoakan via https://unsplash.com

Meminta didoakan kepada orang yang selalu mempertanyakan hal-hal yang sama adalah bukan sesuatu yang jelek kok. Doa yang baik akan kembali kepada yang mendoakankan. Sama-sama saling mendoakan adalah salah satu sikap yang terpuji.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

"Jangan Bosan Jadi Orang Baik".

CLOSE