5 Tips Tingkatkan Kepercayaan Diri dalam Berkarir untuk Fresh Graduate

Tips Tingkatkan Kepercayaan Diri dalam Berkarir

Pandemi covid-19 membawa dampak bagi para pekerja, mereka merasa khawatir akan penghasilan dan pekerjaannya. Namun, survei Standard Chartered menemukan Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat kepercayaan diri yang cukup tinggi, yakni sekitar 85 persen. Mereka percaya skillnya dapat berkembang di era digital (dibandingkan angka global: 77 persen). 

Melihat hasil survei di atas, sebenarnya SDM kita punya potensi untuk cepat bangkit dari krisis pandemi dan kembali memutar roda ekonomi di negeri ini. Nah, bagi fresh graduate yang masih merasa kurang pengalaman dan jadi kurang percaya diri untuk berkompetisi di dunia kerja, ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti biar makin PeDe dalam berkarir.

Advertisement

1. Pahami potensi diri

Photo by Butsayavia shutterstock

Photo by Butsayavia shutterstock via http://shutterstock.com

Biar lebih percaya diri dalam menjajakan karir, kamu bisa mulai dengan mengenal minat dan bakat yang kamu punya. Kenapa? Karena ketika kamu sudah tau apa potensi dan bakat diri, kamu jadi tau arah dan tujuan yang mau dicapai.

Dengan begitu kamu akan lebih mudah mengidentifikasi kekurangan dan kelebihanmu. Belajar dari setiap kesalahan, dan menjadi sesuatu yang bernilai untuk bekal karirmu kedepan.

Advertisement

2. Berhenti membandingkan

Photo by tuaindeed via shutterstock

Photo by tuaindeed via shutterstock via http://shutterstock.com

Hindari membandingkan diri sendiri dengan orang lain, baik itu soal penampilan, prestasi, maupun pencapaian karir. Perlu kamu ingat, kalau setiap individu punya “titik start”nya masing-masing, proses menuju sukses juga punya waktu yang berbeda. Hidup bukanlah perlombaan, jadi fokus pada setiap jalan yang kamu lalui dalam karir.

Studi menunjukkan kalau media sosial seringkali memicu orang untuk membandingkan diri mereka dengan orang lain berdasarkan postingannya. Hal ini pastinya nggak baik buat kamu, jadi pastikan untuk tidak memikirkan apa yang ditunjukkan orang-orang di media sosial.

3. Rutin evaluasi kemampuan

Photo by Chanintorn.v via shutterstock

Photo by Chanintorn.v via shutterstock via http://shutterstock.com

Perlu diingat juga nih, dalam diri kamu tertanam keinginan untuk menjadi lebih baik setiap harinya. Kepercayaan diri nggak bisa dibangun tanpa usaha, kamu juga harus memiliki kemampuan yang bisa diandalkan setidaknya untuk diri kamu sendiri.

Setelah sebelumnya kamu tau potensi yang kamu punya, kamu bisa mengevaluasi perkembangan dirimu dalam periode tertentu. Misalnya setelah lulus, kamu mengikuti beberapa webinar/pelatihan online yang sesuai dengan minatmu. Setelah mengikutinya, apa ilmu yang berhasil kamu ambil dan praktikan untuk mengisi portofoliomu.

4. Hargai setiap perubahan kecil

Photo by Makistock via shutterstock

Photo by Makistock via shutterstock via http://shutterstock.com

Hargai setiap proses yang kamu jalani, meskipun itu hanya langkah kecil. Nggak ada orang yang lebih baik dibanding dirimu sendiri dalam hal menghargai. Nikmati setiap perubahan kecil yang kamu lakukan, karena justru dari hal kecil lah kamu bisa mencapai tujuan besar di kemudian hari.

5. Mulai perhatikan penampilanmu

Photo by theshots.co via shutterstock

Photo by theshots.co via shutterstock via http://shutterstock.com

Jangan pernah remehkan hal yang satu ini ya. Penampilan yang baik akan meningkatkan kepercayaan diri. Penampilan bukan perihal punya wajah rupawan, kulit putih, atau berpakaian mahal. Melainkan pakaian yang rapi dan nyaman dikenakan.

Penampilan seseorang akan mencerminkan pribadi orang tersebut. Dalam hal karir tentu akan sangat menguntungkan sebagai bagian dari citra diri, untuk menarik dan memberikan kesan yang baik di mata orang lain. Temukan informasi lowongan kerja terupdate dan rencanakan karir hebatmu di TopKarir. Download aplikasinya gratis di App Store dan Play Store.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE