Ada yang pernah mendengar nama Kabupaten Tuban? Salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur ini memang tidak seterkenal Surabaya dan Malang. Namun ada loh tokoh yang berasal dari Kota berjuluk Bumi Wali ini. Mungkin sebagian besar dari kalian masih asing mendengar nama Kabupaten Tuban. Tuban sendiri merupakan sebuah kabupaten yang terletak di pesisir utara Jawa Timur, bersebelahan dengan Kabupaten Lamongan di sebelah timur, Kabupaten Rembang di sebelah barat, dan Kabupaten Bojonegoro di sebelah selatan.

Tuban terkenal dengan julukan Bumi Wali. Julukan ini disematkan untuk Tuban karena Tuban merupakan salah satu tempat berkumpulnya para Wali Songo. Hal ini terlihat dari banyaknya makam wali yang berada di Tuban, seperti Sunan Bonang, Syaikh Maulana Ibrahim Asmaraqandi, Sunan Bejagung, Syaikh Achmad Kholil, dan lain sebagainya. Selain itu Tuban juga terkenal dengan julukan Kota Seribu Goa karena di Tuban memang memiliki banyak goa oleh karena faktor geografis Tuban yang berada di rangkaian Pegunungan Kapur Utara.

Berdasarkan pengalaman pribadi saat pergi ke luar kota, terkadang ada saja orang yang tanya asal saya. Mirisnya, sebagian dari mereka menjawab tidak tahu tentang Tuban. Padahal banyak sekali tokoh-tokoh terkenal yang berasal dari Tuban. Lalu siapa sajakah mereka?

1. Moammar Emka, Penulis Novel Kontroversial "Jakarta Undercover"

Berjabat tangan bareng Presiden RI ke 7

Berjabat tangan bareng Presiden RI ke 7 via https://www.instagram.com

Nama Moammar Emka masih asing bagi orang-orang. Karena memang penulis ini tidak seterkenal penulis novel lainnya seperti Tere Liye, Andrea Hirata, Habirrahman El-Shirazi, dll. Meski begitu sudah banyak novel yang telah ia tulis dan salah satu novelnya yang terkenal yaitu Jakarta Undercover yang mengangkat tentang sisi gelap kehidupan di kota Jakarta. Karyanya ini juga diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama. Selain menulis, novelis kelahiran Tuban,13 Februari 1974 ini juga pernah tampil di beberapa film sebagai cameo.

2. Maria Kristin Yulianti, Salah Satu Legend Pebulu Tangkis Wanita Indonesia

Pernah meraih medali perunggu di Olympiade Beijing

Pernah meraih medali perunggu di Olympiade Beijing via http://hidayah-anton.blogspot.com

Nama Maria Kristin sudah tak asing lagi dikalangan pecinta olahraga bulu tangkis. Wanita kelahiran 25 Juni 1985 ini sempat merasakan masa-masa kejayaannya di tahun 2008 dengan menyabet gelar Runner-up di piala Ubber Cup, Runner-up di piala Indonesia Open. Peraih medali perunggu di Olimpiade Beijing. Sayangnya cedera lutut yang dialaminya pada tahun 2009 membuat prestasinya menurun hingga akhirnya PBSI mengembalikannya di klub PB Djarum di Kudus. Namun dunia bulu tangkis tidak bisa lepas dari kehidupannya. Kini, wanita yang pernah menjadi atlet bulu tangkis wanita andalan Tanah Air ini menjadi pelatih bagi junior-juniornya di PB Djarum.

3. Sunan Kalijaga, Putra dari Adipati Tuban, Ki Tumenggung Wilatikta

Raden Mas Syahid

Raden Mas Syahid via https://informazone.com

Advertisement

Sunan Kalijaga sudah begitu dikenal di Nusantara khususnya di Tanah Jawa sebagai salah satu tokoh Wali Songo. Sunan Kalijaga memiliki nama asli Raden Mas Syahid atau Raden Said. Beliau anak seorang Adipati Tuban yang bernama Ki Tumenggung Wilatikta, namun ada juga yang mengatakan bahwa nama lengkap ayah Sunan Kalijaga adalah Raden Sahur Tumenggung Wilatikta. Dalam sejarahnya, Sunan Kalijaga dikenal sebagai seorang berandal dengan julukan Berandal Lokajaya karena suka mencuri hasil bumi yang dtersimpan di gudang istana untuk diberikan kembali ke rakyat jelata yang sangat membutuhkan. Di antara para Wali songo, sosoknya begitu mencolok dengan pakaian jawa dan blangkonnya. Diperkirakan Sunan Kalijaga lahir pada tahun 1450an.

4. Jendral Basuki Rahmat, Namanya Kerap Diabadikan Sebagai Nama Jalan

Jendral Basuki Rahmat

Jendral Basuki Rahmat via https://2.bp.blogspot.com

Jenderal Basuki Rahmat merupakan sosok Pahlawan nasional yang berasal dari Tuban. Jika kalian bukan seorang yang hobi baca sejarah, setidaknya kalian pasti pernah mendengar namanya. Ya, namanya banyak diabadikan sebagai nama jalan di berbagai daerah di Indonesia. Basuki Rahmat lahir pada tanggal 4 November 1921. Begitu banyak catatan sejarah yang ditorehnya salah satunya dalam posisi pemerintahan era Soekarno beliau pernah menjabat sebagai Menteri Veteran Letnan dalam Kabinet Dwikora pada periode 1964-1966.

Basuki Rahmat meninggal pada tanggal 9 Januari 1969 ketika masih memegang jabatan sebagai Menteri Dalam Negeri. Posisinya digantikan oleh Amir Machmud. Setelah ia meninggal Pemda Jakarta mengubah nama Jalan Proklamasi (Depok Timur) yang terhubung ke Jalan Arif Rahman Hakim (Margonda) menjadi Jalan Basuki Rahmat. TV Jakarta dan Depok pernah membuat film pendek mengenai riwayat hidupnya.

5. Koes Plus, Musisi Legenda Tanah Air

Salah satu legend-nya musisi Indonesia

Salah satu legend-nya musisi Indonesia via https://www.jpnn.com

Advertisement

Siapa yang tak kenal Koes Plus? Lagu-lagunya masih eksis terdengar sampai sekarang walau sudah beda generasi. Awalnya Koes Plus bernama Koes bersaudara dimana anggotanya merupakan putra-putra asli Tuban. Kelompok ini dibentuk pada tahun 1969, sebagai kelanjutan dari kelompok "Koes Bersaudara". Grup yang berasal dari Kelurahan Sendangharjo, Tuban, Jawa Timur ini merupakan alumnus SMK Negeri 1 Tuban dan pada akhirnya menjadi pelopor musik pop dan rock 'n roll, bahkan pernah dipenjara karena musiknya yang dianggap mewakili aliran politik kapitalis.

Dari kelompok Koes Bersaudara ini lahir lagu-lagu yang sangat populer seperti "Bis Sekolah"," Di Dalam Bui", "Telaga Sunyi", "Laguku Sendiri" dan masih banyak lagi. Selama berkarir, jalan yang mereka tempuh tidaklah mudah dari yang harus bongkar pasang personilnya sampai harus rela dipenjara karena musiknya yang dianggap mewakili aliran politik kapitalis.

Kendati malang melintang kondisi KOES PLUS tetapi mereka masih mewakili musisi tua yang tetap eksis diblantika musik negeri ini. Ada yang bilang saat itu bahwa Koes Plus tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi. Akan tetapi nyatanya sampai sekarang Koes Plus tetap ada dalam jiwa dan hati para penggemarnya

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya