5 Trik Memilih Kursi Kerja di Rumah, Jangan Sampai Salah!

tips memilih kursi kerja

Meskipun work from home (WFH) rasanya enggak kelar-kelar sampai burnout rasanya, coba lihat sisi positifnya kalau masih berkesempatan buat WFH. Satu hal, kamu mengurangi risiko terpapar virus COVID-19 dan nularin ke orang lain, kan. Setelah setahun lebih WFH, kalian pasti udah tahu banget kebutuhan selama kerja di rumah.

Pertama, suasana yang tenang dan kondusif supaya fokus. Terus, elemen-elemen pendukung kayak minuman favorit, makanan favorit, sambil dengerin lagu, dan lain-lain. Abis itu, tentunya setup workspace di rumah tentunya.

Ini beneran, deh, salah satu kiat supaya enggak berasa bosen kerja di rumah adalah bikin suasana yang mirip kayak di kantor. Salah satunya dengan bikin area kerja sendiri. Minimal set meja kerja dan kursi kantor.

Dengan kamu duduk di meja sambil laptop-an bisa bikin kamu lebih produktif dan fokus dibandingin kalau kerja di kasur atau di lantai.

Advertisement

1. Enggak terlalu tinggi, enggak terlalu rendah. Kursi kerja yang bisa diatur ketinggiannya supaya postur tubuh terjaga waktu duduk dan kerja

Sumber: Dekoruma

Sumber: Dekoruma via https://www.dekoruma.com

Duduk di meja kerja itu utamanya tentang postur yang tepat. Posisi tegak, pandangan lurus dan sejajar layar komputer, bahu rileks, punggung tersangga, dan kaki-tangan dalam posisi rileks.

Postur yang pas itu penting banget karena kalau postur saat duduk bermasalah, bukan enggak mungkin ada risiko penyakit yang berkaitan sama postur kayak sakit pinggang atau bahkan skoliosis.

Advertisement

Makanya, yang pertama harus diperhatiin. Kursi kerja yang bisa diatur ketinggiannya. Jadi, kamu bisa ngatur pandangan ke layar yang sejajar dan kaki yang enggak ditekuk waktu duduk.

Ini supaya kepala enggak terlalu mendongak atau nunduk waktu kerja dan kaki dalam posisi 90-110 derajat supaya ada ruang gerak yang lebih leluasa. 

2. Sandaran kursi kerja yang bisa diatur kemiringannya. Bukan cuma soal bisa rebahan aja, loh. Penting juga buat kesehatan punggung

Sumber: Connect Interiors

Sumber: Connect Interiors via https://www.connectinteriors.com

Selain bisa diatur ketinggiannya, kontur dan kemiringan sandaran kursi kerja atau backrest-nya harus pas sama postur punggung kamu. Faktanya, kursi kerja yang ideal punya lebar 30-48 cm supaya nyamannya maksimal.

Lebih lanjut, kursi kerja yang ergonomis itu bagian sandarannya disesuaikan sama bentuk alami tulang belakang manusia waktu lagi duduk. Beneran, deh, kursi kerja yang suportif buat punggung bakal bikin kerja terasa lebih fokus.

Postur kita duduk pun juga harus dijaga buat kesehatan tulang belakang. Duduk dalam posisi yang salah lama-lama bisa bikin banyak masalah kesehatan, salah satunya sakit punggung. 

3. Sering dilewatkan padahal krusial. Bantalan punggung kursi kerja yang suportif jauhkan kamu dari sakit punggung

Sumber: New York Times

Sumber: New York Times via https://www.nytimes.com

Masih soal sandaran kursi kerja, bantalan punggung bagian bawah atau lumbar support juga krusial, loh, buat kursi kerja dan kesehatan punggung dan tulang belakangmu. Lebar dan kemiringan dari bantalan punggung ini sebaiknya bisa diatur leluasa biar bagian punggung bawahmu bisa tersangga dengan baik.

Sama kayak keseluruhan sandaran kursi, lumbar support bakal bikin kamu nyaman buat duduk berlama-lama. Bagian punggung belakang ini lebih sensitif, terutama kalau postur kamu duduk sembarangan dan enggak pas.

Inilah penyebab lower back pain yang sering jadi keluhan sama millennials dan pekerja kantoran. Jadi, waktu cari kursi kerja jangan lewatkan bagian ini, ya. 

4. Pilih material yang breathable dan gampang dirawat. Kembali lagi ke selera, sih, tapi kursi kerja berbahan ini emang paling populer

Sumber: Tom's Guide

Sumber: Tom’s Guide via https://www.tomsguide.com

Utamanya kursi kerja emang soal postur dan gimana kursinya bisa menyangga punggungmu waktu duduk dan kerja berjam-jam. Nah, setelah postur dan ergonomisitas kursinya, materialnya juga perlu diperhatikan juga. Bahan kursi yang dipilih emang kembali lagi ke selera masing-masing.

Ada yang suka kursi kerja berbahan kulit atau yang bahannya kanvas kayak sofa. Cuma, seringkali material-material ini kurang breathable. Biasanya bahan kulit sintetis terasa lengket atau panas di kulit.

Rekomendasi kursi kerja yang bahannya breathable dan gampang dirawat kembali lagi ke bahan mesh. Bahan mesh masih jadi bahan kursi kerja yang populer sampai sekarang. Bobot kursinya jadi lebih ringan dan lebih gampang dibersihin. 

5. Kursi kerja beroda selalu lebih praktis daripada kursi kerja fixed. Mobilitas kita waktu duduk juga perlu diperhatikan, loh!

Sumber: Steel Case

Sumber: Steel Case via https://www.steelcase.com

Kursi kerja yang beroda bukan cuma lebih asyik buat kamu yang enggak bisa diem, tapi mobilitas waktu duduk di meja kerja juga penting, loh. Pertama, bikin ruang gerak kaki jadi lebih leluasa dan fleksibel. Idealnya, posisi kaki waktu duduk harus tegak dan napak di lantai. Cuma, kadang-kadang kita juga perlu selonjoran waktu lagi capek, kan?

Selain itu, kursi kerja beroda bisa bikin kamu lebih gampang meraih barang di dekatmu tanpa harus berdiri. Bukan berarti mager, ya, ini soal efisiensi. Misalnya, kamu mau ambil barang di rak buku sebelah meja kerja, tinggal geser aja, deh, kursi kerjanya tanpa kamu perlu berdiri. 

Kira-kira begitulah cara buat milih salah satu furnitur paling krusial buat di kamar tidur atau ruang kerja rumah. Sebelum fokus ke furnitur lain atau dekorasi yang lebih luas, temuin dulu formula pasangan meja dan kursi kerja yang sesuai sama tinggi badan dan seleramu. Selamat mencari!  

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE