5 Wabah Penyakit Ini Ternyata Mampu Merubah Peradaban dan Meruntuhkan Dinasti

Sejarah wabah penyakit yang mengubah peradaban dan dinasti

Dalam sejarah panjang umat manusia, telah ditemui banyak wabah peyakit menular yang menelan hingga jutaan korban di dunia. Ada yang ‘hanya’ meninggalkan bekas di badan saja, namun ada juga yang mengakibatkan kematian massal penduduk. Dari sekian wabah penyakit yang mengakibatkan nyawa melayang itu, ternyata ada yang memiliki dampak besar hingga merubah peradaban.

Tidak hanya itu bahkan efek dahsyatnya mampu meruntuhkan dinasti kepemimpinan suatu negri dan diganti dengan dinasti yang lainnya. Berikut wabah pandemi yang merubah peradaban suatu negeri.

1. Wabah Black Death, Runtuhnya Feodalisme dan Munculnya Modernisasi Ekonomi

Blackdeath

Blackdeath via https://salikun.com

Wabah pagebluk yang menghantam eropa ini benar-benar dahsyat, bahkan sejarawan mencatat setidaknya telah menewaskan sepertiga penduduk di benua tersebut. Peristiwa itu diyakini karena adanya penyakit pes yang mengenai kaum buruh tani. Namun di lain sisi, efek kematian itu telah membuat beberapa negara yang tidak terkena dampak justru semakin kaya.

Hal itu karena rival mereka dari negara maju banyak yang tumbang akibat wabah tahun 1350 itu. Efek lainnya adalah runtuhnya feodalisme lama, yang mana banyak manusia dipekerjakan paksa demi membayar sewa rumah dan tanah yang mereka tinggali. Sistem ini berjalan lama di eropa dan sangat memberatkan masyarakat kelas bawah.

Tetapi setelah wabah ini muncul dan menewaskan jutaan orang, muncul di eropa sistem ekonomi baru dengan berdasar uang kontan. Banyak yang melakukan investasi di bidang teknologi terbaru. Sehingga kawasan Barat menjadi kawasan terkaya dan termaju hingga saat ini.

2. Wabah Demam Kuning, Kekalahan Perancis dan Keuntungan AS

Wabah bernama demam kuning ini telah menghantam Haiti pada tahun 1800. Pada saat itu Haiti tengah dijajah oleh Perancis. Pemimpin Perancis, Napoleon Bonaparte benar-benar berambisi kuat untuk menakhlukkan Haiti. Ia mengirim ribuan tentaranya untuk memperluas kekuasaan di benua Amerika itu.

Namun tanpa disangka, ada demam kuning yang menewaskan 50.000 pasukan Perancis yang terdiri dari tentara, dokter dan pelaut. Pasukan Napoleon hanya tersisa 3.000 orang saja. Napoleon akhirnya harus kalah melawan para budak dan penduduk Haiti karena kekurangan personel. Ia akhirnya harus menutup mimpinya untuk menguasa daratan Amerika utara.

Demam kuning ini adalah penyakit flu yang biasa mengenai orang-orang Afrika. Banyak dari orang kulit hitam yang sudah kebal dengan penyakit ini, tetapi tidak untuk pasukan Perancis. Mereka kaget dengan penyakit baru itu dan harus menyerah karenanya.

Kekalahan dan mundurnya Perancis ini telah menguntungkan pihak Amerika Serikat. Sebab 2 tahun setelah itu Napoleon terpaksa harus menjual 1 juta persegi tanah mereka ke AS. Kejadian ini juga disebut dengan peristiwa Louisiana Purchase.

3. Pagebluk di China, Runtuhnya Dinasti Ming dan Bangkitnya Dinasti Qing

Wabah ini terjadi di China pada tahun 1642 M dan menewaskan ribuan manusia. Wabah penyakit menular ini terjadi bersamaan dengan musim kemarau panjang. Wabah yang menjangkiti wilayah Utara ini adalah gabungan penyakit malaria dan pes.

Selain dahsyatnya penyakit ini, masyarakt juga banyak yang meninggal karena kelaparan dan kekeringan. Di satu wilayah angka kematian meningkat tajam bahkan mencapai 40% dari total penduduknya. Para analis sejarah memperkirakan bahwa penyakit ini sengaja disebarkan oleh musuh dinasti Ming untuk menghancurkan eksistensi dan kekuasaan mereka. Sebab pada masa kritis itu, Dinasti Qing justru muncul dan menyerbut pemerintahan pusat Ming.

Dampak dari pagebluk ini mencapai 50% dari total kekalahan Dinasti Ming. Sementara 50% lainnya mereka kalah karena musim kemarau panjang, tingkat korupsi yang tinggi di lingkaran kerajaan dan serbuan mengejutkan dari tentara Qing.

4. Wabah Ternak di Afrika dan Kemenangan Eropa di Tempat Jajahan

african virus

african virus via http://bbci.co.uk

Wabah ini mengenai benua Afrika dan menewaskan banyak ternak, bahkan mencapai 90% dari hewan. Akibat kematian massal ternak ini, maka berujunung kelaparan pada manusia yang hidup di wilayah tandus tanaman.

Kematian ternak itu juga berdampak pada penananman sebagian hasil ladang yang diproses dengan hewan ternak. Wabah yang terjadi tahun 1887 itu telah mengguncang hebat benua Afrika. Dan dimanfaatkan oleh penjajah Eropa dan meningkat hingga 80% wilayah mereka.

5. Wabah Cacar dan Perubahan Iklim di Amerika

virus cacar

virus cacar via http://theatlantic.com

Sebuah analisa di salah satu Universitas di London menyebutkan bahwa penjajahan yang dilakukan Eropa pada Amerika telah mengakibatkan penurunan populasi hingga 10% manusia di dunia. Hal itu karena banyak penyakit yang dibawa penjajah eropa yang mengenai masyarakat Amerika. Terutama adalah penyakit cacar yang mematikan bagi orang-orang Amerika.

Dampak selanjutnya berkurang pula jumlah tanah yang digarap di Amerika, sehingga menjadi hutan belantara kembali. Akibatnya kadar CO2 menurun dan berakibat penurunan suhu di beberapa tempat.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini