Gerakan Feminisme yang memperjuangkan hak-hak perempuan sedang mendunia. Tak terkecuali di Korea Selatan dengan budaya patriarkinya yang masih kuat. Salah satu faktor yang membuat gerakan ini meluas di Negeri Ginseng adalah adanya peran dari selebritis papan atas yang ikut mengangkat isu-isu soal perempuan kepada khalayak ramai.

Sayangnya, niat baik untuk mempromosikan feminisme tidak selalu ditanggapi dengan baik. Pasalnya, gerakan ini lama-kelamaan berubah menjadi radikal dan lebih fokus pada hating daripada memperjuangkan hak-hak perempuan.

Dalam daftar ini, ada enam artis Korea Selatan yang menerima banyak kritikan pedas atas tindakan mereka mempromosikan feminisme. Apakah ada artis kesukaanmu?

1. Naeun Apink

Naeun Apink

Naeun Apink via https://www.soompi.com

Advertisement

Naeun adalah salah satu member dari girl group Apink yang mempunyai popularitas tinggi. Penggemar perempuan cantik ini kebanyakan dari kalangan laki-laki. Makanya, ketika ia mengunggah foto sambil menunjukkan casing hapenya yang bertuliskan “Girls Can Do Anything”, banyak sekali kritikan yang ia terima di kolom komentar.

Jargon Girls Can Do Anything mempunyai arti bahwa perempuan bisa melakukan apa saja. Pesan ini sering diasosiasikan untuk gerakan feminisme. Naeun yang menerima banyak reaksi negatif akhirnya menghapus fotonya tersebut.

Naeun mencoba membela dirinya dengan mengatakan bahwa casing hapenya merupakan produk dari Zadiq and Voltaire. Brand dari Prancis ini sering menggunakan frasa Girls Can Do Anything untuk merchandise mereka. Selain itu, tak sedikit penggemar Naeun yang membela perempuan ini karena ia berhak membeli casing hape yang ia sukai. Ditambah lagi, Naeun juga mempunyai hak untuk menunjukkan dukungannya terhadap feminisme karena tidak ada yang salah dengan gerakan ini.

2. Irene Red Velvet

Irene Red Velvet

Irene Red Velvet via https://www.allkpop.com

Advertisement

Artis Korea selanjutnya yang menjadi korban kekejaman komentar pedas warganet adalah Irene Red Velvet. Ia banyak dikritisi oleh penggemar prianya karena mengaku tertarik dengan buku berjudul Kim Ji Young, Born 1982 dari Cho Nam Joo.

Kim Ji Young, Born 1982 menceritakan kehidupan seorang ibu rumah tangga yang menderita depresi. Timbulnya depresi yang diderita oleh karakter utama dalam buku karena pengalaman seksis yang diterimanya sejak kecil. Maka dari itu, buku ini menjadi salah satu yang dikaitkan dengan gerakan feminisme.

Para laki-laki yang mengaku sebagai penggemar Irene kemudian mengunggah ekspresi kekecewaan mereka dengan membakar foto Irene yang mereka punya dan menuliskan komentar penuh kebencian di forum internet. Sementara itu, buku Kim Jiyoung, Born 1982 mengalami peningkatan penjualan karena Irene.

3. Sooyoung SNSD

Sooyoung SNSD

Sooyoung SNSD via https://www.posbagus.com

Senior Irene di agensi SM Entertainment, Sooyoung SNSD juga ikut menerima kritikan pedas karena ia diduga mempengaruhi Irene untuk membaca buku Kim Jiyoung, Born 1982. Tuduhan ini didasari karena Sooyoung menamakan reality show yang ia bintangi sebagai Choi Sooyoung Born in 1990.

Selain itu, Sooyoung juga menyebutkan judul buku ini dalam sebuah video. Wanita ini curhat kalau apa yang digambarkan dalam buku itu sama seperti yang ia rasakan dulu ketika di sekolah. Meskipun reaksi yang diterima Sooyoung tidak separah Irene, tapi tetap saja perempuan ini tidak luput dari hujatan netizen

4. Seolhyun AOA

Seolhyun AOA

Seolhyun AOA via https://www.soompi.com

Seolhyun menjadi sasaran target ujaran kebencian warganet yang tidak suka feminisme ketika ia meng-unfollow beberapa akun seleb Instagram yang terkena kontroversi karena anti feminis. Akun-akun tersebut adalah IU, Yoo Ah In, dan Yoo Byung Jae.

Warganet pun juga mencari-cari bukti yang menunjukkan Seolhyun adalah seorang feminis. Mereka menemukan sebuah interview lama dari member paling populer di AOA ini. Dalam interview itu, Seolhyun berkata kalau ia tertarik dengan isu sosial yang berhubungan dengan perempuan.

Penggemar laki-laki Seolhyun yang tidak suka dengan sikap perempuan cantik ini kemudian meninggalkan komentar tidak patut di postingan foto-fotonya. Sementara itu, banyak juga fans yang memberikan komentar positif bahwa yang ia lakukan itu tidak salah. Terserah Seolhyun jika ia ingin mem-follow atau tidak.

5. Jung Yumi

Kali ini datang dari dunia perfilman Korea Selatan. Artis Jung Yumi dihujani kritikan karena menerima peran sebagai Kim Jiyoung setelah novel yang menarik perhatian publik itu akan diangkat menjadi sebuah film.

Banyak pengguna Instagram yang meninggalkan komentar ketidaksukaan mereka atas pilihan Jung Yumi. “Sudahkah kau tahu plot filmnya seperti apa sebelum setuju memerankan karakter utama film ini?” Tanya salah satu akun. “Seorang feminis….aku takut. Mulai sekarang, apa pun yang kau lakukan akan dibenci orang-orang”, ucap pengguna yang lain.

Namun, tidak sedikit juga komentar positif yang mendukung Jung Yumi. “Terima kasih unnie karena telah mengambil keputusan yang luar biasa ini. Aku sangat mengapresiasinya!”

Jung Yumi dikabarkan akan beradu akting dengan Gong Yoo di film ini. Kim Jiyoung, Born 1982 akan menjadi film ketiga mereka bersama setelah  Silenced dan Train to Busan.

6. Suzy

Suzy menunjukkan dirinya sebagai seorang feminis setelah menyuarakan pendapatnya tentang petisi Blue House untuk memberikan keadilan terhadap Jang Yewon. Jang Yewon mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual setelah melakukan photoshoot di sebuat studio foto.

Wanita cantik ini menyebarkan bukti bahwa ia telah menandatangani petisi itu di akun Instagram pribadinya. Ia juga mengunggah pesan berisi tulisan tangannya yang berisi perasaannya mengenai kasus Jang Ye Won. Suzy ingin memanfaatkan ketenarannya untuk mengajak orang-orang agar dapat membantu menyelesaikan kasus yang dihadapi Yewon.

Setelah banyak kontroversi yang mengikuti kasus Yewon, sebuah fakta terungkap bahwa bukanlah studio foto yang disebutkan dalam petisi yang melakukan pelecehan seksual, Suzy akhirnya meminta maaf karena mendapat kritikan karena telah membantu menyebarkan informasi yang salah.

Di satu sisi, penggemar Suzy tetap mendukung pilihan wanita ini untuk menyuarakan pendapatnya mengenai isu-isu perempuan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya