Kamu sama halnya tukang tidur, kalau saja terus bermimpi, tapi tidak lekas bangun untuk membuat nyata mimpi itu. Tapi kamu adalah pemimpi sejati, kalau mau beranjak dari tempat tidurmu untuk membuat nyata mimpimu. 

Jika mengikuti bahasa anak muda zaman sekarang, katakanlah kalau hidup harus dibuat santai dan mengikuti arus saja. Bayangkan jika pemikiranmu seperti ini, maka lihatlah beberapa tahun ke depan saat semua orang yang kamu kenal sudah menjadi guru, arsitek, sudah mendapatkan beasiswa belajar kuliah ke luar negeri, bahkan sudah hidup dengan mapan, sementara kamu hanya termangu menyaksikan kesuksesan yang didapatkan orang lain.

Kamu tahu kenapa? Itu karena kamu hanya tertidur saja dan tidak mencoba berjuang mewujudkan mimpi-mimpimu. Toh pada akhirnya penyesalan hanya kamu saja yang merasakannya. Orang lain hanya menganggap kamu sebagai orang gagal dan tidak berguna. Alih-alih menyalakan orang lain, kamu harus bisa mengevaluasi kegagalanmu.

Ingat, hidup di dunia hanya sekali. Sementara hidup tanpa impian atau target yang jelas ibarat suatu umat yang kehilangan kitab suci. Tidak tahu arah hidup mau ke mana, apa saja yang harus dilakukan dan apa yang ingin didapatkan. Karena itu dalam kehidupan, ada 6 aspek yang masing-masing harus seimbang. Setidaknya, kamu memiliki target di setiap sisinya, dan aspek-aspek tersebut terangkum di uraian kali ini.

1. Intelektual

intelektual

intelektual via https://unsplash.com

Aspek intelektual, merupakan sisi kehidupan di bidang ilmu pengetahuan, baik di bidang formal atau non-formal. Di sini kamu dapat membuat target, apakah kamu ingin menjadi seorang dosen atau mahasiswa yang ingin lulus dengan IPK di atas 3,5?

2. Spiritual

spiritual

spiritual via https://unsplash.com

Advertisement

Aspek spiritual ini berkaitan dengan masalah kejiwaan, namun bagi sebagian orang, hal tersebut merupakan hubungan antara ciptaan dengan sang Pencipta. Untuk aspek spiritual ini kamu dapat membuat mimpi.

3. Fisik

sport fisik

sport fisik via https://unsplash.com

Aspek fisik berkaitan dengan semua anggota tubuh kita yang nampak oleh orang lain. Di antaranya kamu dapat menentukan apakah kamu ingin memiliki berat tubuh ideal atau tinggi badan seperti seorang model, dan lain-lain. 

4. Sosial

Aspek sosial atau relasi, hal tersebut menyangkut hubungan individu dengan sesamanya atau dengan sekelompok orang. Di sini kamu dapat menargetkan ingin berkawan dengan siapa dan seberapa banyak kamu ingin membangun relasi dengan orang lain.

5. Finansial

Tribun News

Tribun News via http://cdn2.tstatic.net

Advertisement

Aspek finansial ini berkaitan dengan keuangan. Kamu bisa tentukan dari sekarang apakah kamu ingin bekerja untuk uang atau justru uang bekerja untukmu. Misalnya saja kamu memiliki impian untuk menjadi pengusaha dengan omzet atau penghasilan mencapai ratusan juta setiap bulannya.

6. Kesenangan

Aspek kesenangan adalah aspek yang berkaitan dengan segala hal yang  membuatmu merasakan kebahagiaan. Seperti halnya saat kamu sedang pergi liburan. Untuk ini kamu berhak menentukan bentuk kesenangan tersebut, seperti kamu memiliki impian untuk berkeliling dunia atau hal lainnya selagi masih merupakan bentuk kesenangan yang positif.   

Tentu kita tidak mau hidup merugikan dengan tidak memiliki impian atau target di setiap sisi kehidupan.. Toh, orang berdagang pun ingin mendapatkan untung, mengapa kamu membiarkan waktumu terbuang percuma dan membiarkan semua mimpi-mimpi hanya sekadar mimpi dalam tidurmu saja.

Ingat lagi ini, kisah perjuangan seorang pemimpi yang akhirnya berhasil meraih mimpinya yang bisa kita petik hikmahnya. Ya, mungkin kamu sudah mengetahui nama dari seorang pemimpi ini. Dia adalah Merry Riana, salah satu motivator top di Asia yang dahulu memiliki mimpi sejuta dolar. Impian terbesarnya yaitu sukses finansial sebelum memasuki usianya yang ke 30.

Merry yang kala itu belum memiliki apa-apa hanya bermodalkan mimpi dan keyakinan untuk mewujudkannya, akhirnya mampu bangkit dari zona nyaman atau tempat tidurnya. Kamu tahu pada usia yang terbilang sangat muda, Merry berhasil mendapatkan satu juta dolarnya yang pertama sesuai dengan apa yang dimimpikannya dahulu. Coba Kamu bayangkan lagi jika Merry Riana hanya terus tertidur dengan mimpi-mimpinya tersebut, mungkin kamu tidak akan pernah mengenal siapa sosok Merry Riana.

Bagi Merry Riana sendiri jika saja dia tidak berjuang untuk membangun mimpinya, bisa saja mimpinya hanya akan menjadi khalayannya belaka yang kelamaan  memudar, bahkan hilang seiring berjalannya waktu dan yang ia dapat hanya menua tanpa menuai hasil perjuangan dari mimpinya dulu.

Dari pelajaran hidup seorang Merry Riana yang dapat kita petik, kamu sudah menyadari bahwa mimpi-mimpimu berharga, kan? Jadi, tunggu apalagi? Ayo bangkit dari tempat tidurmu! Masih banyak mimpimu yang belum menjadi kenyataan dan menunggu kamu untuk wujudkan dengan mencoba menyeimbangkan 6 sisi pada aspek kehidupan ini. 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya