Masih segar di ingatan kita rakyat Indonesia bagaimana kesuksesan dari penyelenggaraan Asian Games 2018 kemarin. Kontingen Indonesia berhasil menunjukkan kemampuan terbaik mereka dengan bertengger di posisi keempat perolehan akhir medali dengan 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu yang mana menjadi raihan terbaik Indonesia selama keikutsertaan mereka di Asian Games.

Dari euforia Asian Games 2018, kita kini harus alihkan dukungan kita ke hajatan kedua yang sebenarnya tak kalah pentingnya namun banyak masyarakat masih awam akan ini, yaitu Asian Para Games 2018. Apa itu? Asian Para Games 2018 adalah lomba olahraga tingkat Asia untuk para atlet penyandang disabilitas. Di antara mereka, bahkan ada beberapa yang sudah mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional dan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang buat mereka untuk mencetak prestasi.

Siapa saja mereka? Mari kita lihat daftar di bawah ini!

1. Laura Aurelia Dinda

Laura Aurelia Dinda

Laura Aurelia Dinda via https://www.google.com

Perempuan asal Pekanbaru, Riau ini merupakan peraih medali emas pertama untuk Indonesia dalam perhelatan ASEAN Para Games 2017 di Malaysia. Dia mendapat medali emas dari ajang renang di nomor 100 meter gaya bebas S6 dengan mencatatkan waktu 1 menit 30,27 detik. Sejak awal, sebelum menjadi atlet difabel, Laura merupakan atlet renang. tetapi, nasib buruk menimpanya. Dia terpeleset di kamar mandi, dan tulangnya patah.

Meskipun mimpi menjadi atlet renang hampir sirna, Laura beruntung kedua orang tuannya terus mendukungnya untuk menjadi atlet. Masa sulit saat ia baru mengalami patah tulang sudah ia lewati. Laura sudah mampu meraih medali emas ASEAN Para Games 2017 dan membuktikan dia bisa berprestasi dalam keterbatasan.

2. Jendi Panggabean

Jendi Panggabean

Jendi Panggabean via https://www.google.com

Advertisement

Atlet difabel satu ini memiliki kisah yang cukup menyayat hati. Pada awalnya, dia terlahir dengan kondisi fisik sempurna. Tetapi, pada umur 12 tahun, jendi mengalami kecelakaan dan harus merelakan kakinya untuk diamputasi. Hal yang begitu berat ini tidak menjadikan ia patah semangat, melainkan dia terus berlatih renang dengan satu kakinya.

Karena semangat itu, ia berhasil meraih prestasi di berbagai kejuaraan. Pada tahun 2012, ia mengikuti Pekan Paralimpik Nasional XIV di Riau dan mendapat 2 emas, 1 perak, perunggu. Kemudian di tahun 2013, ia berkontribusi di ASEAN Para Games Myanmar dan berhasil mendapatkan 2 emas dan 1 perak. Dan di ASEAN Para Games 2017 di Malaysia, dia mendapatkan medali emas di renang nomor 200 meter dengan catatn waktu 2 menit 33,37 detik.

3. Guntur

Guntur lahir di Balikpapan, 12 Oktober 1983. Pada awalnya, dia terlahir dengan kondisi fisik yang tidak berbeda dengan manusia lainnya. Namun, pria yang tadinya berprofesi sebagai nelayan ini mengalami hal buruk saat harus kehilangan tangan kirinya akibat kecelakaan kapal motor. Namun meskipun begitu, dia tidak larut dalam keterpurukannya. ia merasakan kecepatan renangnya membaik saat menggunakan satu tangan. Melihat peluang ini dalam hidupnya, ia berniat menjadi atlet renang.

Advertisement

Tekad kuatnya membuahkan hasil manis, atlet renang asal Balikpapan ini mampu menyapu bersih 5 pertandingan yang dia ikuti dengan mendapatkan 5 emas sekaligus. Di ASEAN Para Games 2013, dia berhasil menjadi yang tercepat dengan mencatatkan waktu 1 menit 22,10 detik. Pada ASEAN Para Games 2017, ia berhasil menajamkan waktu terbaiknya tersebut menjadi 1 menit 20,53 detik. Ia meraihnya di nomor 100 meter gaya dada SB8.

4. Muhammad Bejita

Muhammad Bejita

Muhammad Bejita via https://www.google.com

Muhammad Bejita adalah atlet difabel yang berasal dari Sumatera Selatan. Pria kelahiran tahun 2000 ini ternyata memang mempunyai hobi renang sedari kecil. Selain itu, sang ayah merupakan mantan atlet renang. Tak heran jika ia bisa meraih prestasi di kejuaraan.

Namanya mulai terkenal ketika ia mengikuti ASEAN Para Games 2017, Malaysia. Dia berhasil mempersembahkan 2 emas untuk Indonesia. Medali emas pertama didapatkan dari kategori renang 100 meter gaya punggung dengan waktu 1 menit 3,6 detik. Dan untuk yang kedua, adalah kategori renang 50 meter gaya bebas dengan catatan waktu 25,98 detik. Sebagai catatan, dua catatan waktunya tersebut merupakan rekor ASEAN Para Games dengan menajamkan catatan waktu sebelumnya atas namanya sendiri, hebat kan pemuda satu ini.

5. Ni Nengah Widiasih

Ni Nengah Widiasih

Ni Nengah Widiasih via https://www.google.com

Ni Nengah Widiasih atau yang biasa disapa Widi merupakan salah satu atlet difabel wanita yang berkompetisi di cabang olahraga angkat berat. Perempuan yang berasal dari Bali ini ternyata juga mempunyai kisah yang cukup memilukan. Sebenarnya, Widi ini terlahir normal, tapi sakit demam yang dideritanya saat lecil membuat kedua kakinya menjadi lemas dan tak dapat berjalan lagi. Keterbatasan ini tidak membuatnya malu, justru ini menjadi pelecut dirinya untuk menjadi orang berprestasi, di bawah bimbingan sang kakak yang juga seorang atlet, dia menekuni cabang angkat berat ini.

Pada akhirnya, dia mengikuti SEAN Para Games 2017 di malaysia dan meraih medali perak. Tak hanya itu, ia juga mennjadi langganan untuk mendapatkan medali emas di kejuaraan atlet difabel wilayah Solo dan bali. Dan yang paling mengagumkan adalah ia menjadi peraih medali perunggu di Paralympic Rio de Janeiro 2016 kemarin. Terbukti kan, sikap pantang menyerahnya membuahkan hasil yang membanggakan untuk Indonesia, keren!

6. Suparni Yati

Suparni Yati

Suparni Yati via https://www.google.com

Suparni Yati yang merupakan anak dari seorang penjual tempe asal Riau ini merupakan salah satu atlet tolak peluru asal Indonesia yang bertanding di ajang ASEAN Para Games 2017 Malaysia. Dilansir dari berbagai media, atlet yang berlaga di cabang tolak peluru kelas F20 merupakan atlet yang mempunyai IQ di bawah 75.

Tetapi, semua keternatasan yang dimilikinya itu tidak membuatnya jatuh dan berkecil hati. Bayangkan saja, ia berhasil memecahkan rekor dengan torehan lemparan 11,03 meter yang mana mengalahkan torehan terbaik sebelumnya yakni 10,71 meter yang diraih oleh atlet asal Malaysia di Paralimpiade London 2012. Hasilnya? Wow. Suparni berhasil menyabet medali emas sekaligus memecahkan rekor!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya