6 Fakta Seputar Vaksin di Dunia

Mengenal vaksin

Belakangan ini dunia sedang dipanaskan oleh isu vaksin covid-19 yang diragukan keamanannya. Banyak orang memiliki pandangan berbeda tentang vaksin, termasuk Indonesia. Saat ini di dunia terdapat tiga golongan masyarakat yang memiliki pandangan tidak sama mengenai vaksin, pro-vaksin, antivaksin, dan apatis alias netral. Berkat ketiadaan satu suara dari masyarakat, banyak sekali disinformasi atau hoax yang beredar. Mirisnya, banyak masyarakat yang percaya tentang berita-berita yang menyebar tersebut.

Terlepas dari itu semua, vaksin nyatanya sudah ditemukan ratusan tahun yang lalu. Berkat vaksin, milyaran nyawa di dunia terselamatkan. Apakah kamu sudah tahu fakta-fakta berkenaan dengan vaksin? Kalau belum, berikut 6 rangkuman fakta tentang vaksin di dunia.

Advertisement

1. Vaksin dan vaksinasi

Photo by Thirdman from Pexels

Photo by Thirdman from Pexels via https://www.pexels.com

Vaksin merupakan zat yang dirancang atau dibuat untuk merangsang kekebalan tubuh seseorang dari penyakit tertentu, sehingga orang tersebut dapat terhindar dari wabah penyakit. Vaksin dan vaksinasi adalah dua hal yang berbeda. Vaksin berupa zat (kata benda), sementara vaksinasi merupakan tindakan menyuntikkan vaksin ke tubuh manusia.

2. Penemu vaksin di dunia

Photo by Chokniti Khongchum from Pexels

Photo by Chokniti Khongchum from Pexels via https://www.pexels.com

Sejarah mencatat, vaksin pertamakali ditemukan oleh seorang ilmuawan bernama Edward Jenner pada 1796. Jenner termotivasi menemukan vaksin didasari adanya wabah cacar yang marak terjadi di Inggris.

Advertisement

3. Vaksin pertama di dunia

Gambar oleh <a href=\MasterTux dari Pixabay“>

Gambar oleh MasterTux dari Pixabay via https://pixabay.com

Vaksin pertama yang ditemukan di dunia adalah vaksin cacar yang ditemukan Edward Jenner pada 1796. Dengan berbagai perkembangan, kini vaksin cacar sudah terbukti mampu menyelamatkan nyawa milyaran orang di dunia.

4. Keamanan vaksin

Gambar oleh <a href=\Gerd Altmann dari Pixabay“>

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay via https://pixabay.com

Sebelum vaksin beredar di pasaran, vaksin menjalani serangkaian proses penelitian yang dimonitor secara ketat untuk menjamin mutu, kualitas dan tentu saja keamanan vaksin itu sendiri. Bahkan vaksin yang beredar saat ini harus sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ketika vaksin didistribusikan ke negara-negara pemesan, masing-masing badan kesehatan negara akan kembali melakukan pengecekan sebelum mengeluarkan izin penggunaan. Di Indonesia sendiri, setiap vaksin yang digunakan dalam dunia medis tidak luput dari pantauan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia dan Kementerian Kesehatan RI.

Advertisement

5. Efek samping

Photo by Polina Tankilevitch from Pexels

Photo by Polina Tankilevitch from Pexels via https://www.pexels.com

Setiap vaksin yang masuk ke Indonesia dan negara lainnya akan kembali dicek untuk mengetahui efek samping yang dimiliki suatu vaksin. Biasanya, vaksin yang layak edar memiliki efek samping yang sangat rendah. Di samping itu, vaksinasi tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Ada sejumlah orang dengan riwayat medis tertentu tidak diperkenankan menerima vaksin karena dikhawatirkan hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi.

6. Mencegah bukan mengobati

Photo by CDC from Pexels

Photo by CDC from Pexels via https://www.pexels.com

Sejauh ini, vaksin bersifat mencegah bukan mengobati. Sifat utama vaksin adalah membuat tubuh seseorang kebal terhadap jenis penyakit tertentu. Maka dari itu, seorang balita diharuskan menerima serangkaian vaksin guna menghindari jenis-jenis penyakit ketika ia beranjak dewasa.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

selalu ingin belajar menulis

CLOSE