6 Hal yang Dianggap Tak Biasa Jika Dilakukan di Usia 30-an. Padahal Sah-sah Saja

Ketika sudah memasuki usia kepala tiga, kita pasti sering mendapat sorotan tentang kehidupan kita. Tentang pekerjaan, pasangan, barang yang dimiliki ataupun yang lainnya. Perilaku atau tindakan yang sewajarnya dilakukan oleh orang dewasa juga menjadi perhatian di usia ini.  

Jika mendapati seseorang melakukan sesuatu yang dinilai tidak sepatutnya dilakukan di usia tertentu, maka akan timbul penilaian yang kurang baik dan anjuran bahwa orang tersebut seharusnya menghindari hal-hal yang demikian. Berikut ini akan saya jabarkan apa saja 6 hal yang dianggap tak biasa jika dilakukan seseorang yang menginjak usia 30-an.

Advertisement

1. Nonton kartun

Photo by Victoria Borodinova from Pexels

Photo by Victoria Borodinova from Pexels via https://www.pexels.com

Jika ada yang mengira bahwa kartun adalah tontonan untuk anak-anak saja, maaf anda termasuk orang yang merugi. Di dalam film kartun banyak sekali diajarkan tentang perilaku-perilaku baik yang seharusnya dilakukan sejak kecil hingga sampai dewasa kelak. Tidak ada yang namanya gimik-gimik konflik rumah tangga maupun korek-korek aib masa lalu.

Film kartun yang ditayangkan di televisi memang sasarannya semua umur. Jadi, tidak ada masalah jika umur 30-an masih setia nonton kartun. Sudah dapat hiburannya dapat juga siraman rohaninya yaitu mengingat kembali mana perilaku yang baik dan mana perilaku yang buruk. Terkadang setelah menginjak usia matang orang lupa akan hal itu.

Advertisement

2. Makan jajanan anak sekolah

Photo by Muhammad Muzamil from Pexels

Photo by Muhammad Muzamil from Pexels via https://www.pexels.com

Sama seperti nonton kartun, jajanan anak sekolah memang jajanan yang bisa dimakan oleh segala umur walaupun kita sudah tidak bersekolah lagi. Namun anehnya setelah menginjak usia 30-an banyak orang yang beranggapan bahwa di usia segitu sudah tidak pantas makan makanan jajanan sekolah.

Misalnya jajanan cilok, telur gulung, maklor (makaroni telur), cilung (aci digulung), sempolan, dan masih banyak lainnya. Jajanan-jajanan itu seakan sudah aneh jika harus dimakan oleh orang tua. Yang boleh makan hanya anak-anak saja. Padahal sah-sah saja kalau di usia kepala 3 makanan jajanan anak sekolah. Tidak boleh ada yang melarang. Duit-duit sendiri juga. Bebas.

3. Tidak bisa dandan atau merawat diri

Advertisement
Photo by Cristian Pădureț from Pexels

Photo by Cristian Pădureț from Pexels via https://www.pexels.com

Serba salahnya menginjak usia 30-an salah satunya harus bisa dandan atau merawat diri. Bagi perempuan, usia segitu kebanyakan sudah ahli bikin alis, pandai membedakan warna lipstik, ataupun sudah ahli pasang copot bulu mata. Sedangkan untuk laki-laki, usia segitu banyak yang sudah tampil lebih rapi pakai kemeja atau bahkan pakai jas saat berangkat kerja.

Kalaupun di usia 30-an tidak bisa makeup sama sekali ataupun malas pakai kemeja memangnya kenapa? Penampilan seseorang tidak harus begini tidak harus begitu. Nyaman adalah harga mati yang tidak bisa diganggu gugat. Titik.

4. Menjadi fans fanatik artis

Photo by Anton Belitskiy from Pexels

Photo by Anton Belitskiy from Pexels via https://www.pexels.com

Mencari kesenangan adalah hak setiap orang. Salah satunya adalah dengan mengidolokan artis baik dalam negeri maupun mancanegara. Memang, biasanya usia remaja adalah usia di mana seseorang sedang asyik-asyiknya mengidolakan artis untuk menjadi panutan atau hanya menjadi penghibur saja. Namun, ketika usia 30-an masih menjadi fans fanatik artis itu bukan menjadi suatu masalah.

Jika yang membuat mood menjadi baik adalah saat melihat artis idola kita manggung atau hanya melihatnya di layar gadget saja, di umur berapa pun kegiatan itu tidak boleh dilarang. Kalau ada yang ngomong sudah tidak pantas di usia segitu jadi fans fanatik, fix dia tidak pernah merasakan bahagianya kalau tiba-tiba sang artis membalas senyuman kita atau hanya sekadar membalas dm atau komentar kita.

5. Belum punya pasangan

Photo by Jure-Sirić from Pexels

Photo by Jure-Sirić from Pexels via https://www.pexels.com

Lagi-lagi bicara tentang kebiasaan orang-orang di lingkungan kita. Apalagi kalau dikaitkan dengan adat istiadat ataupun norma-norma warga sekitar yang punya peran untuk kelangsungan hidup seseorang. Salah satu yang sering mendapat sorotan adalah kapan seseorang punya pasangan.

Di usia 30-an itu adalah saat di mana seseorang akan diuji kesabarannya bab jodoh. Jika belum ada tanda-tanda datangnya tambatan hati, maka baik keluarga, saudara, tetangga, rekan kerja, dan teman-teman akan menjadi sosok yang terus-menerus menghujani pertanyaan yang diawali dengan kata kapan.

Jodoh itu rahasia Tuhan. Mau datangnya kapan kita tidak pernah tahu. Daripada buru-buru tetapi ujungnya jalan yang diambil keliru, lebih baik menikmati hidup dahulu sambil memperbaiki diri. Sabar dan tawakal adalah kunci.

6. Belum punya apa-apa

Photo by Cottonbro from Pexels

Photo by Cottonbro from Pexels via https://www.pexels.com

Menjadi orang yang belum punya apa-apa di usia 30-an bukanlah menjadi suatu aib. Baik pekerjaan, pasangan, anak, rumah, mobil, motor, kulkas, televisi, maupun barang-barang lain yang terlihat oleh mata. Rezeki tiap orang beda-beda. Tidak boleh dibandingkan antara orang satu dan orang lainnya.

Mau dia kerja atau tidak, menikah atau tidak, bahkan tidak punya apa-apa, itu urusan dia sama keluarganya. Kalau dia mengganggu atau melakukan tindakan kriminal baru kita berikan nasihat dan pelajaran. Selama semuanya berjalan aman dan tenteram janganlah jadi orang usil yang selalu mengomentari hidup orang lain.

 

Standardisasi yang merujuk usia segini harus bisa begini harus bisa itu lebih baik segera dimusnahkan saja dari muka bumi ini. Hal keliru selanjutnya yang dilakukan dan telanjur menjadi hal lumrah adalah dengan selalu melihat ke atas apa yang sudah dimiliki dan dicapai orang lain. Padahal, dengan belajar dari kehidupan seseorang yang kehidupannya jauh lebih sederhana menjadikan kita manusia yang pandai bersyukur.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

"Jangan Bosan Jadi Orang Baik".

Editor

CLOSE