Pada artikel kali ini, kita akan bahas tentang socio-technopreneur. FYI, socio-technopreneur adalah pengusaha di bidang teknologi yang bertujuan memberikan social impact bagi masyarakat luas. Salah satu socio-technopreneur di Indonesia adalah Muhammad Alfatih Timur, pendiri kitabisa.com. Bisnis doi kan crowdfunding ala fintech gitu, tapi tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat. Keren banget, kan?

Kabar baiknya adalah kamu nggak perlu nunggu tua untuk jadi pengusaha. Ya, kamu bisa memulainya dari sekarang, sejak masih berstatus sebagai mahasiswa. Untuk mencuri start, berikut ini 7 hal yang bisa kamu lakukan sebagai calon socio-technopreneur, mulai dari sekarang!

1. Belajar pemrograman

Programming

Programming via https://google.com

Memahami pemrograman adalah modal yang besar untuk menjadi socio-technopreneur. Mulailah untuk membuat aplikasimu sendiri. Jika kamu ingin membuat aplikasi berbasis web, pelajarilah web programming. Kalau kamu ingin aplikasi berbasis mobile, belajarlah android programming. Kemudian, jika aplikasinya sudah jadi, kamu bisa menjualnya di google play store. Ya, sembari learning by doing, kamu juga bisa memperoleh uang yang tidak sedikit. Hehe

2. Ikut lomba karya tulis ilmiah

presentasi karya tulis ilmiah

presentasi karya tulis ilmiah via https://google.com

Advertisement

Bagi kamu yang notabene seorang mahasiswa, pasti sudah akrab dengan pamflet lomba karya tulis nasional. Dengan mengikuti lomba tersebut, pikiran kamu akan lebih peka mengenai isu-isu penting yang ada di masyarakat, seperti lingkungan, pendidikan, kesehatan, pertanian, dan teknologi. Tidak hanya peka, kamu juga bisa memberikan solusi untuk berbagai permasalahan tersebut.

3. Bergabung di komunitas IT / Startup

komunitas IT hackathon

komunitas IT hackathon via https://google.com

Di komunitas IT, kamu bisa berkolaborasi untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dengan teknologi. Bersama teman-temanmu, kamu dapat membangun startup kecil-kecilan yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitar.

4. Mengerjakan proyek-proyek programming

Setelah mahir programming, cobalah menjadi programmer freelance. Di sela-sela kuliah, kamu dapat mengerjakan proyek-proyek tersebut. Dengan ini, kemampuan programming kamu akan terasah dan menghasilkan. Selain itu, menjalin hubungan profesional dengan pemilik proyek bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kamu.

5. Magang di startup nasional

internship

internship via https://google.com

Advertisement

Saat libur kuliah yang bisa mencapai 3 bulan lamanya, manfaatkan waktumu untuk belajar hal baru. Salah satunya adalah magang di startup nasional. Tentunya sangat membanggakan jika kamu bisa magang di Tokopedia, Gojek, Kitabisa, Traveloka, dan startup-startup keren lainnya, bukan? Tidak hanya memperoleh kebanggaan, kamu bisa belajar tentang kewirausahaan melalui startup-startup keren tersebut. Hal ini bisa menjadi inspirasi yang luar biasa untuk menjadi seorang socio-technopreneur.

6. Magang di Silicon Valley

silicon valley

silicon valley via https://google.com

Setelah berkiprah di tingkat nasional, saatnya kamu menjajakkan kaki di dunia internasional. Silicon Valley, sebuah markas bagi perusahaan-perusahaan teknologi raksasa yang terletak di San Fransisco. Google, Facebook, Adobe Systems, Apple Computer, Cisco Systems, Ebay, Intel, dan Twitter adalah beberapa perusahaan yang berpusat di sana. Ya, magang di Silicon Valley tentu tidak mudah. Namun, hal itu seharusnya bukan menjadi penghalang. Ada beberapa mahasiswa Indonesia yang berhasil tembus magang di sana. Salah satu tips yang mereka bagikan adalah bergurulah dengan mentor-mentor di Ind02sv. FYI, Indo2sv adalah program mentoring yang dibina oleh pemuda-pemuda yang telah magang atau kerja di Silicon Valley. Nah, jangan sia-siakan kesempatan ini, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya