Bekerja bagi sebagian orang adalah sebuah panggilan. Panggilan untuk berkontribusi lebih bagi masyarakat sesuai dengan passion atau keahliannya.

Apalagi saat ini, pekerjaan tidak memiliki gender, pria dan wanita memiliki kesempatan yang sama hampir di semua bidang pekerjaan. Karir pun tidak mengenal jenis kelamin. Sekarang bisa kita lihat deretan orang sukses terdiri dari wanita, posisi-posisi penting di perusahaan bahkan di pemerintahan telah banyak diisi oleh wanita. Tapi siapa sangka, jutaan wanita karir lainnya tengah terombang-ambing di antara dua pilihan, keluarga atau pekerjaan.

Urusan rumah tangga emang terdengar sepele terutama bagi kaum muda yang belum berumah tangga. Tapi aslinya sungguh sangat pelik. Tidak semudah yang dibayangkan. Terlalu banyak hal yang perlu dipertimbangkan, terlalu banyak perasaan yang dilibatkan, tapi terlalu beresiko jika mengambil keputusan dengan terburu-buru. Salah satu kegalauan masal yang bisa menjangkiti ibu baru adalah memilih antara tetap bekerja atau berhenti bekerja. Apa kalian juga mengalami hal yang sama? Heey, hey, hey, tapi jangan buru-buru mengambil keputusan sebelum kalian mempertimbangkan hal-hal berikut ini!

1. Hati-hati baby blues, kenali apa motivasimu sebenarnya

Kebahagian ibu yang tidak tergantikan saat pertama kali memeluk anaknya

Kebahagian ibu yang tidak tergantikan saat pertama kali memeluk anaknya via https://www.healthyfamiliesbc.ca

Kebahagian yang tidak tergantikan adalah saat pertama kali memeluk bayi kita sendiri yang baru lahir. Ada perasaan yang tidak ingin terpisahkan dari bayi kita dan selalu ingin berada didekatnya setiap saat. Namun pasca melahirkan sebagian besar ibu mengalami baby blues syndrome.

Advertisement

Syndrome ini diakibatkan oleh perubahan hormon ibu pasca melahirkan yang membuat suasana hati menjadi tidak menentu. Kadang merasa posesif pada bayi kadang merasa lelah mengurus bayi. Jadi akan sangat bijaksana kalau kamu mengkaji ulang motivasimu.

Tanyakan pada hatimu apakah keinginanmu untuk berhenti bekerja hanya keinginan sesaat karena suasana hatimu yang sedang kacau atau memang kamu memiliki alasan yang kuat untuk meninggalkan pekerjaanmu? Dan gali lebih dalam apa motivasimu sebenarnya. Apakah ada ketakutan tentang perkembangan anak yang tidak optimal jika ditinggal bekerja? Atau ada kekhawatiran lain yang mengganjal dihati.

Dan jangan takut untuk jujur dengan dirimu. Bekerja dan tidak bekerja adalah murni sebuah pilihan. Tentu saja pilihan yang bisa kamu pertanggungjawabkan yaa. Jadi cari apa sebenarnya motivasimu, apa sebenarnya urgensi dari tetap bertahan bekerja? Apakah karena masalah finansial? Tidak masalah jika kamu ingin tetap bekerja karena masalah uang. Itu bukan berarti kamu menggadaikan keluarga. Toh segala keperluan anakmu kelak juga tetap memerlukan uang kan? Lupakan apa kata orang dan berusahalah untuk realistis.

Advertisement

Jangan ragu juga kalau kamu bekerja karena passion. Jika dengan bekerja bisa membuat harimu lebih bersemangat dan kamu bisa mendatangi anakmu dengan hati yang bahagia, apa salahnya? Dari pada kamu seharian dirumah, bosan lalu melampiaskan emosimu pada anak dan keluarga. Setuju?

2. Dengarkan harapan keluarga

Mendengarkan harapan keluarga karena mereka adalah kebahagiaan kita

Mendengarkan harapan keluarga karena mereka adalah kebahagiaan kita via https://audiologicalservices.net

Orang-orang yang akan kamu rindukan pertama kali dikantor adalah keluargamu. Jangan lupa untuk mendengarkan harapan mereka padamu. Apakah mereka berharap kamu di rumah saja dan mengurus keluarga? Apakah suami kamu lebih bahagia melihat istrinya di rumah menjaga anak-anak? Atau justru mereka akan ikut bahagia jika kamu bisa tetap bekerja dan menjalani panggilan hatimu?

Tentu bagi kamu yang beragama islam, perintah suamimu adalah hal utama yang harus kamu pertimbangkan dalam setiap keputusanmu.

3. Evaluasi pekerjaanmu dan apakah energi yang kamu keluarkan untuk bekerja setara dengan yang kamu dapatkan?

Kenali pekerjaanmu

Kenali pekerjaanmu via https://www.telegraph.co.uk

Sebelum jauh melangkah, evaluasi baik-baik pekerjaanmu. Dari hal mendasar sepeti keselamatan di tempat kerja. Apakah pekerjaanmu berbahaya? Apakah perjalanan kekantor akan aman bagi keselamatanmu? Apakah kamu yakin load pekerjaanmu tidak akan menyita waktumu dengan keluarga dirumah? Bagaimana tentang fleksibiltas jam kerja mengingat sangat mungkin kamu akan terlambat berangkat kerja dan mengambil cuti untuk ke dokter? Dan yang paling penting adalah apakah energi yang kamu keluarkan untuk bekerja sebanding yang kamu dapatkan? Untuk apa susah payah bekerja jika yang kamu dapatkan tidak sebanding dengan usaha dan pengorbananmu.

4. Pertimbangkan masa depan keluargamu

Setiap keluarga memiliki impian dan tujuan tentang masa depan, dan kamu perlu pahami apa tujuan masa depan keluargamu

Setiap keluarga memiliki impian dan tujuan tentang masa depan, dan kamu perlu pahami apa tujuan masa depan keluargamu via https://www.veritaspress.com

Hal penting lainnya yang harus dipertimbangkan adalah masa depan keluarga. Tentu saja tantangannya akan berbeda. Bagi ibu bekerja tantangannya adalah mencari lingkungan yang baik yang bisa dipercaya selama ibu bekerja. Karena jika lingkungannya salah tentu akan berdampak buruk bagi perkembangan anak. Tantangan lainnya adalah membagi waktu untuk mendampingi anak-anak. Jangan sampai kamu sibuk bekerja dan lupa mendampingi anak-anak atau tidak sempat mengajari anak-anak tentang nilai-nilai kehidupan.

Jika kamu memilih tidak bekerja, salah satu tantangannya adalah kekuatan finansial. Tentu saja kamu dan keluarga memiliki harapan seperti membeli rumah, memiliki kendaraan pribadi seperti motor atau mobil, atau menyekolahkan anak di sekolah favorit. Atau kebutuhan sehari-hari lainnya apakah bisa terpenuhi dengan baik?

5. Pertimbangkan banyaknya kemudahan hidup yang ditawarkan saat ini

Teknologi memudahkan kamu dalam segala hal

Teknologi memudahkan kamu dalam segala hal via https://blog.compro.id

Terkait dengan poin 1 tentang motivasimu, mungkin kamu ingin meninggalkan pekerjaan karena khawatir tidak ada yang menjaga anakmu di rumah, atau kamu khawatir dengan cerita pengasuh bayi yang kurang bertanggung jawab? Pertimbangkan tentang daycare. Saat ini kebanyakan ibu lebih percaya daycare ketimbang memiliki suster atau pembantu rumah tangga. Atau jika kamu lebih percaya memiliki pengasuh dirumah, kamu bisa memasang CCTV untuk mengawasi anakmu dari kantor. Kemudahan-kemudahan lainnya seperti katering harian atau layanan pesan antar makanan juga bisa menjadi pilihan untuk makanan keluarga yang terjamin. Dan ada banyak life hack lainnya yang bisa kamu lakukan untuk memudahkan hari-harimu dirumah.

6. Berdiskusi dengan keluarga dan buat rencanamu

Buat skala prioritas dan buat rencana tentang apa yang akan kamu lakukan

Buat skala prioritas dan buat rencana tentang apa yang akan kamu lakukan via https://faithalongtheway.com

Nah kalo kamu sudah mempertimbangkan baik-baik 5 hal di atas, saatnya kamu membuat rencana. Mau berhenti bekerja atau tetap bekerja, everything must go on kan? Termasuk biaya hidup, beli popok, beli susu, tagihan listrik, dan list daftar kebutuhan sehari-hari juga tetap jalan kan? Jadi kamu perlu mempertimbangkan rencanamu ke depan.

Jika kamu tetap bekerja kamu harus punya rencana untuk bisa membagi waktumu antara kerja dan keluarga. Membuat rencana juga untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar anakmu dapat dipenuhi, kebutuhan ASI eksklusif misalnya atau kebutuhan mendapatkan lingkungan yang aman selama kamu bekerja. Tapi jika kamu berniat untuk berhenti bekerja, kamu juga harus punya rencana agar tidak kehilangan arah. Atau mungkin kamu berniat berhenti kerja sesaat dan memulai bisnis keluarga atau mencari pekerjaan baru saat anakmu beranjak dewasa? Buat rencamu sekarang!

Jika 6 hal di atas bisa kamu dapatkan jawabannya dengan baik, yakin deh kamu pasti lebih percaya diri dalam mengambil keputusan. Bekerja di rumah atau bekerja di kantor adalah sebuah pilihan yang memiliki tantangan berbeda-beda. Kamu harus bisa mengenali dirimu sendiri, tantangan mana yang bisa kamu kendalikan. Buat pilihan yang membuatmu nyaman tanpa meninggalkan kewajibanmu sebagai ibu dan istri. Pilihan yang membawa aura positif bagi keluarga. Dan tentunya pilihan yang membuat semua orang di keluargamu bahagia!!!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya