Marah adalah salah satu bentuk emosi manusia yang lumrah adanya. Ada kalanya bibir tidak selalu mampu tersenyum, kan? Masalah bertubi - tubi datang tanpa surat undangan, orang-orang nyebelin yang datang silih berganti, binatang peliharaan yang susah banget diatur, kerjaan menumpuk yang berteriak - teriak dari atas meja kerja, hubungan yang makin rumit dengan orangtua, belum lagi masalah pacar... Terlalu banyak untuk disebutkan satu per satu. 

Tapi yang pasti, ketika kita dihadapkan pada situasi tersebut, lantas apakah salah kalau kita marah? Tentu saja tidak. 

Yang salah adalah ketika kita mengkonversi rasa amarah itu ke dalam bentuk atau tindakan yang salah. Tak urung, amarah itu kemudian akan berubah menjadi sebentuk rasa sesal. Sayangnya, hal-hal yang telah terjadi tidak akan bisa diulang kembali untuk diperbaiki. Nggak mau, kan?

Untuk itu, penulis telah merangkum apa-apa saja yang tidak seharusnya dilakukan ketika kita sedang marah. Check it out!

 

1. Berteriak

Kamu gak mau dengerin aku, sih!

Kamu gak mau dengerin aku, sih! via http://reneemullingslewis.com

"Bisa nggak, sih, kamu ngomongnya gak usah pake toa?! Aku itu ga budek!"

Kalian pasti pernah baca cerita tentang dua orang yang marah dan saling berteriak satu sama lain. Padahal, jarak mereka secara fisik, tuh, deket. Bukan dari ujung satu ke ujung yang lain. Usut punya usut, ketika kita marah pada seseorang, hati kitalah yang sesungguhnya menjauh. 

Efek buruk dari berteriak adalah, pastinya, kedengeran sama orang lain. Terutama tetangga, keluarga kita yang paling deket. Apalagi kalau tetangga kita punya kebiasaan buruk bergosip. Nggak mau, kan, aib kita tersebar sampai ke ujung lorong perumahan? Segala sesuatunya masih bisa diselesaikan tanpa harus berteriak, kok.

2. Diam

Lebih baik diam aja, deh. Daripada salah lagi..

Lebih baik diam aja, deh. Daripada salah lagi.. via http://arthurnielsenmd.com

 

"Sayang, kamu gimana, sih, masa ngurus beginian aja ngga becus?"

Hening.

"Sayang, kok diem aja? Jawab, dong!"

Hening.

"Sayang! Kamu denger, kan, apa yang aku bilang?"

Hening.

"Sayang! Sayang!" *guncang-guncang*

Hening.

*ternyata pacarnya boneka mampang*

 

Berteriak, salah. Kalau memilih untuk diam? Sama saja. Bedanya adalah, ketika kita memilih diam ketika sedang marah justru hanya akan menunda-nunda penyelesaian masalah yang seharusnya bisa diselesaikan saat itu juga. Hubungan yang baik ditentukan oleh kualitas komunikasi yang baik pula. Kita bukan pembaca pikiran, kan? Komunikasikan apapun yang membuatmu marah saat itu, tapi dengan cara yang benar.

3. Menghancurkan Barang

*prangggg!*

*prangggg!* via http://home.bt.com

"Dasar! Semua orang sama aja! Gak ada yang mau ngertiin aku! *suara henpon dibanting* *kemudian sadar henponnya baru aja beli* 

Marah boleh aja, tapi jangan jadikan menghancurkan barang sebagai kebiasaan saat emosi sedang memuncak. Apalagi kalau barang itu adalah barang yang sangat penting dan vital dalam kehidupanmu. Pasti bakalan nyesel. Contohnya banting laptop, yang ternyata adalah laptop pinjeman.. Ugh!

4. Mogok Makan

Mogok makan hanya akan bikin kamu kelaperan..

Mogok makan hanya akan bikin kamu kelaperan.. via http://kelthas.com

Malu nggak, sih, kalau sampai orangtua kamu teriak-teriak dari balik pintu kamar untuk nyuruh kamu makan gara-gara kamu ngambek nggak dibeliin hamster sama nyokap? Selain mempersulit diri sendiri, juga nyusahin orang lain juga, kan? Mogok makan bukanlah sebuah bentuk aksi protes yang baik terhadap ketidakadilan yang terjadi atas dirimu.

Jangan sampai hal-hal sepele yang masih bisa didiskusikan justru membuatmu mati konyol karena harus puasa di dalam kamar selama berhari-hari.

5. Kabur dari Rumah

Gimana kalau aku nyebur aja ke laut biar ga ada yang nyari?

Gimana kalau aku nyebur aja ke laut biar ga ada yang nyari? via http://jixifox.me

Kabur dari rumah hanya akan semakin melibatkan banyak orang yang semakin disusahkan oleh tindakanmu. Polisi contohnya. Orangtuamu akan berpikir kamu diculik atau sebagainya. Repot, kan? 

Wajar jika kamu marah, kamu membutuhkan situasi yang tenang untuk berpikir dengan jernih. Tapi, kabur dari rumah tanpa memberikan kabar berhari-hari bukanlah caranya. Masalah ada untuk dihadapi, bukan untuk dihindari. Jika kamu marah akan suatu hal, hadapilah kemarahanmu dengan bijaksana.

6. Melakukan Kekerasan

Makan ,nih, bunga!

Makan ,nih, bunga! via http://pixanswer.com

Jika kamu sudah pernah melakukan ini, maka kamu perlu pertolongan dalam mengatasi rasa marah. Kekerasan kepada orang lain bukanlah cara terbaik untuk menunjukkan bahwa kamu sedang marah. Itu hanya menunjukkan bahwa kamu mempunyai masalah dengan kejiwaan. 

Kamu akan dituntut atas perbuatan yang kamu lakukan sebagai konsekuensi karena kamu secara langsung telah merugikan orang lain. Kalau sudah terjadi, maka penyesalan sebesar apapun sudah tidak berguna lagi.

 

Demikian artikel ini, semoga kita bisa memanajemen emosi kita dengan lebih baik dengan cara-cara yang positif dan tidak merugikan orang lain, ya. Ciao!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya