6 Kiat Menciptakan Suasana Nyaman Selama Ngantor di Rumah. Tetap Produktif dan Tidak Bosan

WFH nyaman

Tentunya sudah bukan menjadi aktivitas yang asing lagi bagi para pekerja, siswa, mitra perkantoran, dan pekerja lainnya untuk tetap melakukan aktivitas seperti biasanya namun harus di dalam rumah mengingat kondisi pandemi yang mengkhawatirkan dan menjadi upaya kontribusi untuk tetap meminimalisir penularan Covid-19. Namun, pastinya selama berbulan-bulan, kita pastinya sudah merasakan bosan yang tidak kunjung usai karena harus tetap mengisolasi diri sendiri di dalam rumah dan hanya melihat sekeliling dengan tembok saja.

Lalu, untuk mengurangi rasa jenuh tersebut, tentunya kita harus memulai menciptakan suasana ruangan di rumah menjadi penuh warna agar tidak monoton dan membosankan. Nah ini dia tips tetap nyaman WFH khusus untuk kamu semua! Biar tetap produktif dan nggak cepat bosan~

Advertisement

1. Perhatikan kenyamanan kursi yang dipakai untuk bekerja

Photo by Vurni

Photo by Vurni via https://vurni.com

Karena bila tidak nyaman pastinya akan membuat badan pegal-pegal dan menyebabkan rasa kantuk sehingga hal tersebut hanya membuat anda menuju ke kasur dan menjadi tidak produktif. Maka, pastikan pilihan kursinya sesuai dengan postur tubuh dan kenyamananmu. Karena bila salah pilih kursi, maka produktivitas bisa terpengaruhi dan terganggu. 

2. Selalu rapikan ruangan

Photo by Pixels and Web

Photo by Pixels and Web via https://www.pixelsandweb.com

Bersihkan beberapa sudut ruangan sampai paling ujung agar terhindar dari berbagai penyakit dan membuat ruangan anda menjadi lebih bersih. Pastikan juga bila ada barang yang tak terpakai harus dibuang agar tidak memenuhi kapasitas ruangan sehingga menjadi sempit dan sumpek. 

Advertisement

3. Tidak luput juga untuk mengorganisir dokumen

Photo by Pexels

Photo by Pexels via https://www.pexels.com

Berdasarkan pengalaman jurnalis The Huffington Post, Kim Bashin mengenai pengalamannya selama bekerja di rumah dan menjadi jurnalis. Merapihkan dokumen-dokumen pekerjaan sangat penting untuk menjaga mood agar tidak bosan dan pekerjaan menjadi terstruktur sehingga menjadi produktif dan durasi bekerja menjadi lebih efektif. 

4. Hawa di dalam ruangan pastikan disesuaikan

Photo by CoWomen on Unsplash

Photo by CoWomen on Unsplash via https://unsplash.com

Mungkin kamu hanya bekerja seorang diri di dalam ruangan, maka sudah harus disesuaikan kembali hawa ruangan yang sesuai. Pastinya tidak ingin ruanganmu hampa dan tidak ada aroma sama sekali yang menyebabkan ruangan menjadi kosong dan monoton, bukan?

Lengkapi dengan wewangian yang bisa anda gunakan untuk menyebarkan hawa menyejukkan, umumnya bisa pakai lilin aroma terapi dan wewangiannya bisa pakai minyak essential oil. Dikarenakan minyak esensial ini memiliki aroma natural yang bisa meningkatkan mood bekerja 

Advertisement

5. Personalisasikan dekorasi ruanganmu

Photo by Jason Strull on Unsplash

Photo by Jason Strull on Unsplash via https://unsplash.com

Agar menciptakan ruangan yang tidak membosankan dan meriah, dekorasi menjadi hal utama dalam ruangan untuk meningkatkan suasana ruangan. Tidak hanya mewarnai ruangan, tetapi juga merepresentasikan jati diri dalam sebuah kamar. Untuk personalisasinya bisa berupa menambahkan bunga yang anda beli di toko bunga, bisa menambahkan kutipan-kutipan inspirasional di latar belakang tembok, dan berbagai macam jenis atribut lainnya. 

    6. Terakhir, selalu sediakan cangkir pribadi

    Photo by Mckups

    Photo by Mckups via https://mckups.com

    Cangkir pribadi bisa menjadi teman terbaik anda dalam melakukan rutinitas setiap harinya. Kamu bisa mengisinya dengan minuman berupa kopi, teh, jus, atau beberapa minuman yang menyehatkan dan bisa meningkatkan mood bekerjamu. Karena menjadi sangat hambar dan tidak menyenangkan bila tidak disisipi dengan beberapa makanan atau minuman, bukan?

    Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

    Advertisement

    “Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

    Berikan Komentar

    Tim Dalam Artikel Ini

    Editor

    Not that millennial in digital era.

    CLOSE