Bacharuddin Jusuf Habibie seorang putra terbaik bangsa telah pergi untuk selamanya. Bapak Teknologi Indonesia sekaligus Presiden ke-3 Republik Indonesia ini tutup usia, Rabu (11/9) setelah sepekan dirawat di RSPAD Gatot Subroto. Ia wafat pada usia 83 tahun.

Sepanjang hidupnya Eyang, sapaan akrab BJ Habibie memiliki berbagai kisah romantis bersama istrinya Hasri Ainun Besari atau yang kerap dipanggil Ainun. Kisah mereka yang dijuluki ‘cinta sejati’ sampai-sampai dibuatkan film Habibie & Ainun yang juga berseri.

Walaupun raganya telah mati, tetapi cinta dan kasih sayang eyang tetap hidup dalam keabadian. Berikut beberapa nasihat yang dapat kita renungkan bersama.

1. Dulu saya takut sekali mati, tapi sekarang tidak karena yang pertama menemui saya adalah Ainun

Habibie di makam Ibu Ainun.

Habibie di makam Ibu Ainun. via https://makassar.tribunnews.com

Advertisement

Selain sebagai ilmuan, dan pemimpin negara, Eyang Habibie terkenal sebagai orang yang sangat romantis, khususnya kepada Ibu Ainun. Cinta mereka yang terkenal suci, abadi, dan sejati bahkan dapat membuat kematian tidak menjadi menakutkan lagi.

2. Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuat berarti lebih dari siapa pun

Ainun & Habibie

Ainun & Habibie via https://www.merdeka.com

Kalau kita selalu mencari yang sempurna tentu tidak akan pernah ada habisnya. Akan selalu ada orang yang lebih sempurna setiap saatnya. Satu hal yang kita perlukan adalah orang yang tepat. Kalau kata Eyang Habibie temukanlah orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuat kamu lebih berarti dari siapapun.

3. Seorang pria tidak akan pernah menjadi seorang pria yang besar tanpa adanya perempuan hebat di sisinya yang selalu memberi dukungan dan dan harapan dalam setiap langkap dan keputusan yang diambil

Hubungan itu antara sepasang manusia, bukan satu orang saja. Mereka yang berkomitmen selalu mencoba menjadi pendukung yang baik satu sama lain. Layaknya seorang pria yang tidak akan pernah menjadi seorang pria yang besar tanpa adanya perempuan hebat di sisinya begitu juga sebaliknya.

4. Tanpa cinta kecerdasan itu berbahaya dan tanpa cinta kecerdasan itu tidak cukup

Ainun & Habibie.

Ainun & Habibie. via https://kumparan.com

Advertisement

Apalah arti kecerdasan tanpa hati yang tulus. Kecerdasan dan perasaan bagaikan dua sayap burung yang saling melengkapi satu sama lain. Ketika kehilangan salah satunya, kita tidak akan pernah benar-benar bisa terbang.

5. Cinta tidak berupa tatapan satu sama lain, tetapi memandang ke luar bersama ke arah yang sama

Habibie & Ainun semasa muda.

Habibie & Ainun semasa muda. via https://makassar.tribunnews.com

Cinta sejati tidak hanya saling menatap satu dengan yang lain, tetapi memandang keluar dan berjalan bersama. Cinta sejati tidak fokus pada diri sendiri, tetapi kepada orang lain dan sekitarnya.

6. Walau pun raga telah terpisahkan oleh kematian, namun cinta sejati tetap akan tersimpan abadi di relung hati

Keluarga BJ Habibie.

Keluarga BJ Habibie. via https://www.republika.co.id

Cinta itu melintas ruang dan waktu. Raganya boleh saja mati, tetapi cintanya akan tetap abadi sampai selamanya. Habibie sempat terpisah dengan Ainun oleh kematian. Sekarang Habibie telah lepas landas terbang kembali bersama Ainun dalam cinta sejati yang abadi.

Bagaimana teman? Sungguh romantis cerita Habibie dan Ainun ini. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah mereka agar memiliki cinta yang juga tulus, abadi, dan sejati.

See ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya