6 Langkah Menggunakan Gaji dengan Bijak. Hasil Kerjamu Bukan untuk Sekedar Foya-Foya

Gaji / Penghasilan adalah sesuatu hak yang dimiliki setiap orang yang bekerja kepada pihak lain.

Kemampuan memperoleh gaji / penghasilan menjadi tanda kedewasaan Anda dalam menuju kehidupan Anda yang lebih baik. Ketika seseorang mampu menghasilkan uang maka tentu akan ada pengeluaran yang Anda lakukan dengan gaji Anda baik untuk keluarga, pribadi atau hal lainnya. 

Oleh karena itu, gaji / penghasilan sebaiknya dikelola dengan baik dan dipergunakan untuk sesuatu yang bersifat “Kebutuhan” bukan “Keinginan”

Berikut 6 langkah yang bijak dalam menggunakan gaji Anda

ADVERTISEMENTS

1. Buatlah Budget Keuangan

6 Langkah Menggunakan Gaji dengan Bijak. Hasil Kerjamu Bukan untuk Sekedar Foya-Foya

Membuat Budget Keuangan via https://uangteman.com

Mungkin Anda pernah bertanya "Gaji saya habis kemana ya? padahal cuma beli ini itu saja".

Keadaan tersebut disebabkan tidak membuat rencana keuangan untuk bulanan, mingguan maupun harian.

Buatlah budget keuangan per periode, dan catatlah setiap pendapatan dan pengeluaran Anda untuk mengetahui kemana sajakah keuangan Anda dihabiskan sehingga Anda dapat belajar menjadi lebih hemat di masa yang akan datang.

ADVERTISEMENTS

2. Menabung 60% Gaji

"Menabungkan sisa gaji setelah belanjakan gaji"

"Belanjakan sisa gaji setelah menabung"

Termasuk manakah Anda sekarang? Umumnya setiap orang akan berada di kondisi pertama yaitu menabungkan sisa uang setelah membelanjakan gaji nya.

Namun hal tersebut sebaiknya Anda kurangi dan beralih ke poin kedua. Buatlah rencana untuk menabung hingga 60% jika memungkinkan. Setiap orang tidak akan menabung jika dipaksa, oleh karena itu paksalah diri Anda menabung dan Anda akan melihat tabungan Anda menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

ADVERTISEMENTS

3. Prioritaskan Kebutuhan bukan Keinginan

6 Langkah Menggunakan Gaji dengan Bijak. Hasil Kerjamu Bukan untuk Sekedar Foya-Foya

Prioritas Kebutuhan via http://abiummi.com

Kebutuhan vs Keinginan.

Sudahkah Anda mengetahui perbedaan tersebut? Banyak orang merasakan bahwa "Keinginan" mereka adalah "Kebutuhan". Cara membedakan kedua hal tersebut adalah dengan cara bertanya kepada diri Anda sendiri "Apakah bisa saya tunda untuk membeli ini?" Jika jawabannya iya maka hal tersebut adalah keinginan Anda.

Prioritaskan kebutuhan Anda seperti biaya makan, biaya cicilan jika Anda, membayar hutang jika Anda dan hindari keinginan seperti membeli gadget terbaru, nongkrong di tempat yang mahal.

Dengan ini Anda akan melihat keuangan Anda semakin membaik dan Anda secara tidak langsung menanamkan disiplin diri.

ADVERTISEMENTS

4. Belanja Sekaligus

Berbelanja kebutuhan sehari-hari seperti buah, beras, minyak dan lain-lain tentu menjadi kewajiban tidak terhindarkan setiap orang. Namun alangkah baiknya jika setiap Anda melakukan pembelanjaan kebutuhan pokok ini, buatlah checklist barang yang akan dibeli dan tidak membeli barang lainnya serta upayakan berbelanja sekaligus karena biasanya supermarket memberikan potongan harga untuk nominal pembelian tertentu sehingga Anda dapat menghemat uang.

ADVERTISEMENTS

5. Bersedekah

"Ah saya saja masih kurang masa mau memberi?"

Pernahkah Anda berkata demikian atau mendengar orang lain berkata demikian?

Jika iya maka Anda sebaiknya melihat kembali biografi orang-orang sukses dunia yang memberikan uang mereka kedalam kegiatan sosial dan mereka tidak pernah jatuh miskin karena hal tersebut. Contoh saja Bill Gates melalui Bill&Melinda Foundation, Mark Zuckerberg dll.

Ingatlah kalimat berikut sehingga Anda dapat menyisihkan sebagian kecil uang Anda dengan ikhlas untuk disedekahkan.

"Memberi bukan karena Anda punya tetapi karena Anda tahu bagaimana rasanya tidak punya"

ADVERTISEMENTS

6. Menafkahi Orang Tua

6 Langkah Menggunakan Gaji dengan Bijak. Hasil Kerjamu Bukan untuk Sekedar Foya-Foya

Menafkahi orang tua via http://3.bp.blogspot.com

"Gaji saya masih kecil untuk diri sendiri saja tidak cukup gimana memberikan ke orang tua"

Pernyataan tersebut mungkin pernah Anda ucapkan atau pikirkan tetapi menafkahi orang tua tidak perlu dengan nominal besar, cukup mulai dari nominal kecil yang Anda mampu .

Menafkahi orang tua adalah kewajiban setiap anaknya karena mereka telah menafkahi anaknya hingga mampu bekerja.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

A Simple Guy