Hai sahabat pembaca, sebagai manusia kita pernah galau dengan apa yang namannya rezeki. Karena tidak dipungkiri, permasalahan kegalauan paling terbesar manusia ada dua: jodoh dan rezeki.

Terkadang saat menerima kedua ujian tersebut, kita manusia lupa bahwa sebenarnya memiliki petunjuk dari Tuhan tentang hal ini. Terutama rezeki, banyak sekali sebenarnya ayat-ayat kitab suci yang berkaitan dengan hal tersebut.

1. Setiap Makhluk Dijamin Rezekinya

jaminan rezeki

jaminan rezeki via http://www.google.com

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)." Qs. Hud [11]: 6

Dalam ayat ini, Tuhan menegaskan kemahakuasaannya atas segala sesuatu. Tuhan telah memerinci rezeki setiap mahluk, juga dengan siklus kehidupan mereka. Melalui ayat ini, manusia hendaknya tidak akan galau akan kehidupan rezekinya selama berupaya dan bertawakkal.

2. Jika Makluk Ditakdirkan tidak Mampu Mengurus Rezeki, Tuhanlah yang Menguruskan

mengurus rejeki

mengurus rejeki via https://www.google.com

Advertisement

"Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Qs. Al-Ankabut [29]: 60.

Keberadaan ayat ini menegaskan untuk tidak ada alasan khawatir terhadap rezeki. Hewan-hewan yang ditakdirkan tak mampu mengurus rezekinya pun, Tuhan urus rejekinya. Apalagi manusia yang sudah diberi bekal kemampuan untuk menjemput rejeki, sepatutnya tidak terlalu banyak berfikir aneh-aneh, tapi jemput segera!

3. Manusia Diberi Rezeki dan Dilebihkan dari Makluk Lainnya

manusia diberi rezeki

manusia diberi rezeki via http://www.google.com

"Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan." (Qs. Al-Isra [17]: 80)

Advertisement

Melalui kombinasi potensi akal dan hawa nafsu yang diberikan Tuhan, manusia sepatutnya bisa mengeksplorasi apapun demi mencari rezeki. Tuhan memberikan lautan daratan untuk menjadi bahan mencari rezeki. Coba saja kita lihat hewan, seperti ayam yang tidak kreatif untuk mengumpulkan cadangan makanan sehari-hari.

4. Rejeki Manusia berasal dari Hasil Bumi

buah buahan

buah buahan via http://www.google.com

"Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui."

Tuhan telah mendesain bumi cocok untuk dapat dihidupi oleh manusia. Dilindungi dari panas, tanah yang lembut, serta air yang dapat menghasilkan buah-buahan untuk dapat menjadi rezeki bagi manusia. Bersyukurlah kita tinggal di negara Indonesia di mana tanah subur makmur yang wajib kita jaga. Peribahasa "tongkat jadi pohon" bukan semata kesombongan, tapi anugerah Tuhan agar manusia-manusia di Indonesia bersyukur dan semakin beriman.

5. Kadar Rezeki Manusia sudah Ditentukan

rejeki manusia ditentukan

rejeki manusia ditentukan via http://www.google.com

"Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat." Qs. Asy-Syura [42]: 27

Sikap rakus manusia tentu bisa menjadi malapetakan tersendiri jika Tuhan terlalu melapangkan rezekinya kepada manusia. Karena menusia, jika diberi dua gunung emas, niscaya dia akan meminta gunung emas yang ketiga. Manusia hanya akan puas sampai mulutnya disumpal dengan tanah: kematian.

Melalui kebijaksanaannya, Tuhan membagi rezeki manusia sesuai dengan kadar kemampuannya masing-masing. Maka, ada istilah memantaskan diri bagi rezeki yang banyak. Itulah mengapa sedekah bisa melipatgandakan harta, jika manusia tersebut mampu dipercayai uang sedikit, maka Tuhan menguji kembali dengan harta dan rezeki yang lebih besar.

Kadar ujian seseorang bisa ditentukan pula dari banyaknya rejeki yang diterima. Jika seseorang diberi rezeki yang banyak, berarti Tuhan mengamanahkan rezeki tersebut kepadanya untuk dipergunakan sebagai modal mencari keridloan Allah.

Berbahagialah kepada orang yang mendapatkan kadar rezeki, lalu menjalankannya untuk kebaikan. Celakalah mereka yang diberi kadar rezeki banyak namun kikir dan berfoya-foya, jauh dari kasih sayang Tuhan.

6. Rejeki Sebagian Manusia Dilebihkan

rejeki dilebihkan

rejeki dilebihkan via http://www.google.co.id

"Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?."

Dalam kehidupan manusia, kita memiliki tingkatan tertentu dalam kehidupan. Ada yang lahir dari kalangan raja dan penguasa, ada pula yang lahir dari kalangan yang berkekurangan. Maka setiap manusia yang diberikan kelebihan rezeki oleh Tuhan wajib mengikhlaskan rejekinya kepada manusia yang berkurangan.

Interaksi inilah yang kemudian membuat kehidupan dinamis, sehingga Tuhan mampu menilai kadar keimanan seseorang, terutama saat mereka telah diberi rezeki. Harta adalah ujian. Banyak sedikit nya wajib diupayakan untuk kebaikan kepada ketaaatan terhadap Tuhan dan kepedulian sesama.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya