Istirahatlah sejenak dan renungi kembali apa makna kebahagiaan sejati. Amatilah bagaimana perilaku anak-anak di sekitarmu supaya kamu teringat kembali akan masa kecilmu dulu.

Ingatkah kamu dengan masa kecilmu? Masa di mana keceriaan dan tawa canda adalah makanan sehari-hari. Seolah-olah tak ada beban yang memberatkan hati.

Saat beranjak dewasa, sifat-sifat alami anak-anak dalam diri manusia kian memudar. Hal itu seiring dengan laju perkembangan daya pikir yang sangat dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman hidup.

Akui saja, di saat dirimu sedang dilanda penat, kamu pasti merindukan saat-saat di mana jiwamu bebas bermain dan bercanda seperti masa kanak-kanak dulu

Istirahatlah sejenak, dan renungi kembali apa makna kebahagiaan sejati. Amatilah bagaimana perilaku anak-anak di sekitarmu supaya kamu teringat kembali akan masa kecilmu dulu.

Menurut Paulo Coelho, seorang anak mengajarkan orang dewasa tiga hal, yaitu menjadi bahagia tanpa alasan, selalu sibuk dengan sesuatu, dan bagaimana berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan keinginan.

Oleh karenanya alangkah baiknya kamu cari kembali sifat kekanak-kanakanmu seperti berikut ini supaya hidupmu menjadi lebih positif.

1. Rasa Ingin Tahu yang Kuat

pxhere.com

pxhere.com via https://pxhere.com

Rasa ingin tahu yang besar akan mengantar pada pengetahuan dan wawasan yang luas. Bagi anak, menemui hal baru dalam hidup adalah sebuah perkara besar. Setiap apa yang ia temukan akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru.

Hal inilah yang berbeda dengan orang dewasa. Permasalahan semakin kompleks dan menyebabkan pola hidup pun berubah. Rasa keingintahuan terhadap hal-hal baru jadi berkurang.

2. Percaya Diri dan Apa Adanya

Percaya Diri

Percaya Diri via https://pxhere.com

Advertisement

Anak kecil cenderung suka membanggakan apa yang ia miliki. Berbeda dengan orang dewasa yang sedikit-sedikit minder dengan penampilan yang dirasanya kurang menarik.

Anak-anak tidak berpikir sejauh itu. Mereka akan cuek saja dan tampil apa adanya tanpa khawatir orang lain akan menggunjing.

Hal seperti inilah yang harus diserap orang dewasa. Mungkin kamu pernah mengalami masa-masa kecil, tapi belum tentu pada saat sudah dewasa ini bisa merasakan kembali seperti apa jadi anak-anak.

3. Jujur dalam Ucapan

Jujur dalam Ucapan

Jujur dalam Ucapan via https://pxhere.com

Advertisement

Kejujuran merupakan hal yang sulit ditemui pada kehidupan orang dewasa. Buktinya adalah korupsi yang merajalela.

Berbeda dengan kehidupan anak kecil yang penuh dengan kepolosan. Mereka cenderung berkata jujur apa adanya meski itu akan memalukan.

Sekalipun ada seorang anak malu berkata yang sebenarnya, ia hanya menyimpannya dan menghindari berkata bohong.

4. Imajinatif dan Kreatif

Imajinatif dan Kreatif

Imajinatif dan Kreatif via https://www.toplucu.com

Imajinasi adalah karunia Tuhan yang sangat luar biasa. Albert Einstein pernah mengatakan bahwa dengan logika, kita bisa menempuh dari titik A menuju B, tapi dengan imajinasi, kita bisa menempuh dari titik A menuju B, C, atau D.

Jika dibandingkan, anak-anak memiliki imajinasi yang berbeda dengan orang dewasa. Sebagai contoh, dengan barang-barang sepele seperti kardus, anak kecil bisa sebegitu senangnya bermain dan menganggap kardus tersebut sebagai barang yang bisa digunakan untuk apa pun, misalnya menjadi rumah atau terbang.

Contoh lainnya adalah seperti gambar di atas, yaitu ban bekas. Dengan menggunakan ban bekas, anak kecil bisa bermain seolah-olah sedang balapan dengan temannya.

5. Banyak Tersenyum

Senyum memang adalah hal sepele. Namun, di balik keremehtemehan itu, senyum bisa menularkan semangat positif pada orang lain.

Maka tersenyumlah selayaknya anak kecil yang tak pernah memikirkan sebab kenapa ia tersenyum. Senyumnya adalah wujud ketulusan hati tanpa mengharap kembali.

6. Tidak Khawatir dengan Apa yang Akan Terjadi Esok Hari

Tidak Khawatir

Tidak Khawatir via https://www.tentangnama.com

Bagi bocah cilik, setiap hari adalah hari-hari menakjubkan. Tidak ada kekhawatiran akan apa yang terjadi besok.

Apa yang dihadapi hari ini adalah sesuatu hal yang indah. Bukan suatu beban yang berat. Kebahagiaan diri adalah apa yang dimiliki saat ini.

Maka buat apa mencari-cari yang jauh atau bahkan tak ada jika yang dekat saja sudah bisa membuat hati senang. Nikmatilah hari ini, dan jangan gentar menghadapi petualangan baru di hari esok.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya