6 Skill Analitis yang Dibutuhkan Agar Karirmu Panjang dan Sukses

Skill analitis dianggap sebagai faktor terpenting oleh sebagian besar perusahaan dalam mencari angkatan kerja. Perusahaan ingin mempekerjakan skill ini karena menunjukkan kemampuan kandidat untuk berpikir logis dan menggunakan data untuk menginformasikan pengambilan keputusan. 

Apa itu Skill Analitis?

Skill analitis mengacu pada kemampuan untuk mengumpulkan informasi, menganalisisnya, dan menarik kesimpulan untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan yang efektif. Sering dibagi ke dalam kategori seperti berpikir kritis, analisis data, dan penelitian, skill ini memungkinkan untuk mengenali pola dan secara kreatif memecahkan masalah yang kompleks.

Mampu memahami masalah dan memberikan solusi sangat penting untuk karir yang panjang dan sukses. Ini berarti Anda dapat mengambil lensa kritis ke detail masalah untuk sepenuhnya memahaminya. Ini membantu Anda melihat tren, memahami langkah-langkah yang diperlukan untuk mengambil tindakan, dan menawarkan solusi baru. Menggunakan skill analitis untuk memecahkan masalah dapat terlihat seperti pendekatan yang terstruktur dan metodis atau yang lebih kreatif.

Berikut ini adalah 6 keterampilan yang termasuk dalam kategori skill analitis yang Anda butuhkan untuk karir yang panjang dan sukses:

Advertisement

1. Berpikir Kritis

Photo by Ron Lach from Pexels

Photo by Ron Lach from Pexels via https://www.pexels.com

Berpikir kritis adalah cara berpikir manusia untuk merespon seseorang dengan menganalisis fakta untuk membentuk penilaian. Subjeknya kompleks, dan ada beberapa definisi yang berbeda mengenai konsep ini, yang umumnya mencakup analisis rasional, skeptis, tidak bias, atau evaluasi bukti faktual. (Wikipedia Indonesia)

Berpikir kritis digunakan seperti ketika pengambilan keputusan, audit konten dan brand, prioritas, penyelesaian masalah, analisis kasus, korelasi, Interpretasi data, pertimbangan, analisis riset pasar.

Advertisement

2. Analisis Data

Photo by Lukas from Pexels

Photo by Lukas from Pexels via https://www.pexels.com

Analisis data adalah proses inspeksi, pembersihan dan pemodelan data dengan tujuan menemukan informasi yang berguna, menginformasikan kesimpulan dan mendukung pengambilan keputusan. (Wikipedia Indonesia)

Menafsirkan data lebih dari sekadar mengumpulkan dan membaca informasi — ini berarti memahami apa yang ada di hadapan Anda dengan menghubungkan pola dan mengenali tren. Skill analisis data yang kuat memungkinkan Anda mendapatkan wawasan dari sejumlah besar data, yang dapat Anda bagikan dengan pembuat keputusan utama.

Contoh penerapannya seperti analisis ROI, analisis SWOT, visualisasi data, pengenalan pola, analisis proses,riset industri dan pasar, kemampuan presentasi, mengukur kepuasan pelanggan, analisis marketeran, strategi segmentasi pelanggan, analisis prediktif.

Advertisement

3. Pemecahan Masalah

Photo by cottonbro from Pexels

Photo by cottonbro from Pexels via https://www.pexels.com

Problem Solving atau pemecahan masalah adalah bagian dari proses berpikir. Sering dianggap merupakan proses paling kompleks di antara semua fungsi kecerdasan, pemecahan masalah telah didefinisikan sebagai proses kognitif tingkat tinggi yang memerlukan modulasi dan kontrol lebih dari keterampilan-keterampilan rutin atau dasar. 

Memutuskan bagaimana menanggapi komentar pelanggan yang kasar di media sosial. Mendistribusikan anggaran iklan. Memprioritaskan peran mana yang akan dipekerjakan sebagai tim yang berkembang. Semua situasi tersebut memerlukan skill pemecahan masalah analitis.

Contoh keterampilan pemecahan masalah seperti riset, pengumpulan data, prioritas, memeriksa akurasi, mengambil resiko, perhatian terhadap detail, keteguhan, membangun tim, logika dan penalaran, pengorganisasian, manajemen krisis.

4. Berpikir Kreatif

Photo by Michael Burrows from Pexels

Photo by Michael Burrows from Pexels via https://www.pexels.com

Berpikir kreatif merujuk pada penggunaan kemampuan dan soft skill untuk menghasilkan solusi baru untuk masalah. Keterampilan berpikir kreatif adalah teknik yang digunakan untuk melihat masalah dari sudut yang berbeda dan kreatif, menggunakan alat yang tepat untuk menilai dan mengembangkan rencana.

Termasuk berpikir kreatif seperti brainstorming, kolaborasi, kemampuan beradaptasi, penganggaran, optimisasi mesin pencari (SEO), Perencanaan strategis, restrukturisasi organisasi, pemodelan prediktif, pengembangan iklan brand.

5. Komunikasi

Photo by Mikhail Nilov from Pexels

Photo by Mikhail Nilov from Pexels via https://www.pexels.com

Keterampilan komunikasi adalah pengetahuan seseorang yang digunakan dalam teknik komunikasi verbal, nonverbal dan melalui media komunikasi secara efektif untuk mempertahankan keaktifan dalam bertanya, berinteraksi dan kolaborasi dengan orang lain (Eggen, 2004 cit. Dalimunthe, 2008)

Mampu menjelaskan ide Anda untuk sebuah proyek atau memberikan umpan balik sangat penting.

Skill komunikasi yang kuat yang dibutuhkan perusahaan seperti: komunikasi tertulis dan lisan, bahasa tubuh, kemampuan interpesonal, mendengarkan secara aktif, melakukan presentasi, pelaporan, keyakinan dan kejelasan ekspresi, berbagi umpan balik, daya tanggap, mendelegasikan tanggung jawab, rasa hormat dan empati

6. Kolaborasi

Photo by Armin Rimoldi from Pexels

Photo by Armin Rimoldi from Pexels via https://www.pexels.com

Skill kolaborasi yang baik dapat meningkatkan hubungan kerja Anda, membantu Anda menyelesaikan tugas tepat waktu, dan mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang Anda.

Seperti pada tim pemasaran harus berkolaborasi dengan tim penjualan, produk, pengembangan bisnis, dan kreatif untuk menyelesaikan sesuatu, mengetahui cara bersinergi dengan rekan kerja akan membuat pekerjaan lebih lancar dan menyenangkan.

Skill kolaborasi yang paling umum dibutuhkan saat ini adalah: persuasi, kemampuan beradaptasi, Manajemen waktu, Daya tanggap, perundingan, memberi dan menerima feedback, kecerdasan emosional, keterbukaan pikiran, peningkatan proses, beradaptasi dengan perubahan dan networking.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Freelancer, Web Designer, Blogger, Content Writer

CLOSE