Melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya adalah dambaan bagi setiap orang. Memiliki pendidikan tinggi mampu menjamin kehidupan seseorang. Ilmu yang didapatkan selama menempuh pendidikan, dapat dijadikan sebagai bekal di masa depan. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa untuk mendapatkan pendidikan tersebut, diperlukan perjuangan tanpa lelah dan semangat yang tak pernah padam.

Jika kita melihat kembali bagaimana pola pendidikan di Indonesia, kita tidak bisa mengganggap hal ini remeh. Sebab untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, diberlakukan sistem yang mengatur para calon penempuh pendidikan baru dengan berbagai tes hingga dinyatakan layak berada dalam suatu lingkungan pendidikan baru.

The paradox education is precisely this – that as one begins to become conscioous one begins to examine the society in which he is being educated -James Baldwin-

Terkandang banyak hal yang membuat kita akhirnya tidak bisa melanjutkan pendidikan sehingga akhirnya kita terkungkung pada satu situasi dimana kita stuck pada keadaan yang tidak mengizinkan kita untuk maju. Terutama ketika kita telah lulus SMA dan ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

Tentu, sudah bukan rahasia umum lagi dimana banyak orang yang gagal dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi dikarenakan tersingkirnya mereka dari berbagai tes yang ada serta berbagai faktor lain yang membuat kita gagal. Namun, sadarkah kamu ? Bahwa sebenarnya banyak cara yang bisa kita lakukan jika akan memilih perguruan tinggi (baik dalam atau pun luar negeri). Simak tips berikut ini !

1. Apa sih tujuanku mengambil pendidikan lagi ?

Langkah awal dalam melanjutkan studi adalah kita harus tahu tujuan dalam mengambil studi lagi untuk apa. Hal ini sering dilewatkan karena dianggap tidak penting, padahal ini merupakan pondasi kita untuk berjuang pada tahap selanjutnya. Kita harus tahu kemana pendidikan ini akan kita bawa nantinya. Kita juga harus tahu manfaat apa yang kita perolah jika mendapat pendidikan ini.

Advertisement

Jika kamu belum bisa menemukan tujuan tersebut, kamu bisa berkonsultasi pada orang tua, guru, atau lainnya. Tujuan merupakan kunci awal agar kamu bisa lebih berjuang lagi. Dengan tujuan yang kamu pegang ini, akan mempermudah kamu dalam berkuliah nantinya. Dan sekali lagi ditekankan bahwa keinginan orang tua jangan dijadikan alasan bahkan tujuan kamu berkuliah.

Kamu bisa saja tidak berkuliah, tetapi apakah kamu mampu menghadapi lingkungan sosial tanpa bekal yang cukup (red : pendidikan) ? Sekali lagi, orang tua menginginkan kamu berkuliah bukan semata-mata gengsi atau tidak ingin kamu diam dirumah, tetapi memang ada tujuan yang jelas dari keinginan tersebut.

2. Yakin? Kamu bisa berkembang dengan minat itu ?

Hobi dan Minat

Hobi dan Minat via https://www.google.co.id

Banyak remaja saat ini terlalu mudah menetapkan pilihan untuk perkuliahan mereka. Banyak dari mereka memilih jurusan yang anti-mainstream dengan alasan minat. Guys, jangan terpaku pada minat. Minat tidak harus kamu jadikan pondasi untuk berkuliah. Minat bisa kembangkan dimana saja. Jangan takut kamu gagal kuliah hanya kamu tidak berminat pada jurusan lainnya.

Advertisement

Contohnya saja, kamu berminat dalam dunia memasak. Kemudian kamu memilih untuk menjadi koki dan mengambil jurusan Tata Boga. Namun, kembali pada tujuan awal, apakah benar menjadi seorang koki merupakan tujuan utamamu ? Jika kamu yakin, tak masalah untuk mengikuti itu. Tetapi jika tidak, pertimbangkan jurusan lain. Karena minat memasak bisa kamu salurkan tidak harus pada dunia akademis saja.

3. Harus pilih jurusan berdasarkan apa ya ?

Guys, akuilah bahwa tidak ada pendidikan yang "gampang". Semua butuh perjuangan, semua butuh proses. Termasuk mencari jurusan. Ini hal yang paling penting ketika kamu akan kuliah. Jangan sampai kamu memilih jurusan yang nantinya kamu sesali. Pilihlah jurusan yang sesuai dengan kemampuanmu. Kamu bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai jurusan yang sesuai dengan studimu.Tak perlu ragu untuk menghubungi kakak kelas. Karena dari kakak kelas biasanya kita dapat pandangan banyak juga.

Kemudian, dalam memilih memilih bidang studi ada baiknya kamu sesuaikan dengan studi yang kamu tekuni. Jelas ini utama karena akan menentukan "nasib" perkuliahanmu selanjutnya. Kamu bisa pilih jurusan yang kamu inginkan dengan mencari info sebanyak-banyaknya. Mengenai apa saja yang mata kuliah yang diajarkan, sistem pengajarannya bagaimana, dan akreditasi jurusan tersebut. Semakin banyak kamu memiliki refrensi yang berkaitan suatu jurusan, semakin banyak info yang membuatmu lebih pasti dalam menentukan pilihan.

Selain itu, dalam memilih jurusan kuliah, perlu dipertimbangkan juga mengenai Passing Grade. Disini kamu akan ditunjukan seberapa ketat persainganmu dalam mendapatkan bangku kuliah. Kamu perlu selalu updare info mengenai jurusan-jurusan tersebut. Dan hal yang gak kalah penting adalah harus tetap fokus dalam memilih, jangan sampai lengah karena keinginan-keinginan sesaat.

TIPS : Jangan terlalu tinggi dalam memilih jurusan jika kamu ingin "aman". Semua jurusan itu bagus, jangan terpaku pada satu yang terkenal saja karena sekalinya salah pilih, hilang sudah kesempatan

4. Haruskah sependapat dengan orang tua ?

anak dan orang tua

anak dan orang tua via https://www.google.co.id

Mungkin bagi sebagian remaja akan merasa kesal jika orang tua mulai sering menasehati ini-itu mengenai perkuliahan. Beberapa remaja terkesan akan menentang orang tua jika orang tua tidak sependapat. Tapi tahukah kamu ? Peran orang tua dalam membantumu memilih jurusan juga sangat penting, lho ! Tentunya orang tua memberikan pilihan terhadap anak bukan sembarangan. Ya, dunia perkuliahan memang kamu yang menjalani. Tapi akan lebih baik kalo kamu juga mendengarkan pendapat orang tua.

Jika orang tua tidak sependapat denganmu, tanyakan apakah yang membuat orang tuamu tidak setuju dengan pilihanmu. Jika alasannya baik, maka terima lah. Namun, jika kamu rasa pilihanmu lebih tepat, maka jelaskan perlahan mengenai pilihanmu. Berikan suatu gambaran yang menyatakan bahwa kamu memang sudah yakin dengan jurusan ini dan mengerti arahnya kemana. Percaya atau tidak, banyak juga remaja yang gagal masuk PTN hanya karena tidak mengikuti pendapat orang tua. So, percayalah terhadap orang tuamu :)

5. Nanti kalo udah lulus, mau kerja apa ya ?

Tidak sedikit anak muda yang mencari jurusan kuliah berdasarkan prospek pekerjaan yang bagus. Guys, mari kita rubah pemikiran ini. Berkuliah bukan hanya untuk bekerja. Banyak dari mereka yang berkuliah dengan prospek kerja bagus, namun nyatanya hingga hari ini tidak berkerja dimanapun. Yang perlu kita perhatikan adalah tujuan awal kita. Dengan berkuliah ini, apa cuma pekerjaan yang ingin kita dapatkan ? Rasanya sih sia-sia kalo kamu bersekolah selama bertahun-tahun hanya agar bisa mendapat pekerjaan yang diinginkan.

Kembali lagi pada tujuan berkuliah. Kuliah adalah cari ilmu dan pengalaman. Sebanyak mungkin kamu perdalam ilmu dan pengalaman, maka kamu tidak perlu susah memikirkan "Nanti kerjanya apa ya ?". Karena jika kamu memiliki ilmu yang lebih, pekerjaan akan datang sendirinya. Bahkan mungkin lebih dari yang kamu bayangkan. Jadi, lebih baik perdalam ilmu yang kamu ambil agar ilmu yang kamu serap bermanfaar dikemudian hari.

6. Serahkan semuanya pada Tuhan

Iyup ! Langkah terakhir setalah semua usaha kamu kerahkan adalah kembalii serahkan pada kehendak Tuhan YME. Semua usaha telah kamu kerahkan maka tidak ada daya dan upaya lagi selain kekuatan-Nya. Perbanyak berdoa dan beramal serta meminta maaf. Agar dilapangkan serta dimudahkan jalanmu. Ingatkan kembali pada dirimu bahwa tujuanmu dalam mengambil ilmu adalah untuk mendapat keberkahan-Nya. Maka, syukurilah hasilnya apapun karena Tuhan selalu tau yang terbaik untuk umatnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya