7 Alasan Logis Kenapa Herd Immunity Berbahaya Jika Diterapkan Saat Ini

alasan logis herd immunity berbahaya

Saat ini herd immunity digadang menjadi salah satu strategi untuk menekan penyebaran COVID-19. Pada laman CNBC International, Swedia menjadi negara yang akan menerapkan strategi tersebut dan hasil nya akan terlihat pada beberapa minggu ke depan. Namun, WHO tidak menganjurkan negara yang menerapkan strategi tersebut selama vaksin dan pengobatan khusus bagi COVID-19 belum ditemukan. Karena pada dasarnya prinsip penerapan herd immunity adalah dengan penyuntikkan vaksin atau mengandalkan imunitas kelompok yang terbentuk secara alami dengan dibiarkan terpapar oleh virus terlebih dahulu. Lalu, apa saja alasan yang menyebabkan herd immunity ini berbahaya jika diterapkan? Simak alasan berikut ini yaa~

Advertisement

1. Belum tersedianya Vaksin COVID-19

Meneliti Vaksin COVID-19

Meneliti Vaksin COVID-19 via https://www.euronews.com

Prinsip pemberian vaksin adalah diperuntukkan kepada orang yang sehat agar kebal terhadap suatu penyakit. Pada laman kompas.com, untuk mengembangkan sebuah vaksin, perlu dilakukan beberapa tahapan uji klinis yang memakan waktu kurang lebih sekitar 10 tahun agar memastikan bahwa vaksin tersebut aman digunakan pada manusia. Lama juga ya! Bahkan virus HIV sekalipun yang lebih senior belum ada vaksin nya, apalagi virus corona yang baru muncul “kemarin sore”

2. Peneliti belum mengetahui apakah sistem kekebalan tubuh penyintas COVID-19 dapat berperan kembali

Ilustrasi Sistem Imun

Ilustrasi Sistem Imun via https://www.kompas.com

Belum ada bukti klinis yang menyatakan bahwa orang yang sudah terkena COVID-19 memiliki sistem kekebalan tubuh terhadap virus corona, sehingga sistem herd immunity menjadi sangat berbahaya jika diterapkan. Karena prinsip dari herd immunity salah satunya adalah mengandalkan imunitas alami pada individu tersebut di suatu komunitas. Jadi, bagaimana mau diandalkan kalo dia aja nggak hadir di tengah kita. Hm~

Advertisement

3. Orang yang terkena COVID-19 dapat memiliki gejala yang serius

Gejala COVID-19

Gejala COVID-19 via https://www.bappenas.go.id

Gejala COVID-19 ini dapat bervariasi mulai dari ringan, sedang, hingga berat sekalipun. Tidak ada yang dapat memprediksi siapa saja yang dapat mengalami variasi gejala tersebut. Karena hal ini dipengaruhi oleh imunitas seseorang dan perjalanan penyakit pada tubuh orang tersebut. Bisa dibayangkan ketika mengandalkan sistem imun yang sudah terbentuk, lalu gejala yang timbul langsung berat? Siapa yang akan kewalahan?

4. Orang yang rentan terhadap SARS-CoV-2 dapat menimbulkan gejala yang parah

Usia Lanjut Rentan terhadap Virus Corona

Usia Lanjut Rentan terhadap Virus Corona via https://www.alodokter.com

Usia lanjut dan orang yang memiliki penyakit kronis memiliki risiko yang sangat tinggi menimbulkan gejala yang parah hingga berujung kepada kematian. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh mereka tidak sekuat dahulu. Sehingga, kasar nya strategi ini mengorbankan orang yang rentan terhadap virus corona. Kuat dapat bertahan dan yang lemah akan sekuat tenaga untuk dapat bertahan.

5. Bahkan orang yang sehat dan usia muda bisa punya gejala yang parah juga lho!

Pasien yang ditangani Tenaga Medis

Pasien yang ditangani Tenaga Medis via https://www.kompas.com

Fenomena orang muda dan merasa sehat ternyata bisa mengalami gejala COVID-19 yang berat menjadi perhatian para peneliti. Hal ini juga menjadi pembelajaran bagi kita semua, bahwa jenis virus ini tidak mengenal usia dan keadaan orang tersebut. Virus ini nyata, maka aksi kita harus nyata untuk melawan nya, seperti menjaga kesehatan, mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, dan di rumah saja jika tidak ada kepentingan di luar.

Advertisement

6. Peneliti masih mengkaji obat yang spesifik untuk COVID-19

Meneliti Obat COVID-19

Meneliti Obat COVID-19 via https://www.pikiran-rakyat.com

Saat ini terapi yang diberikan kepada pasien COVID-19 adalah bersifat suportif karena belum ada terapi spesifik untuk jenis virus ini. Apabila strategi herd immunity diterapkan, hal ini dapat membahayakan pasien yang terpapar virus corona dengan gejala yang berat. Prinsip pengembangan obat untuk suatu penyakit sama dengan pengembangan vaksin yaitu membutuhkan sekitar 10 tahun untuk dapat dikatakan aman digunakan oleh manusia.

7. Para tenaga medis akan kewalahan menangani pasien di waktu yang bersamaan

Tenaga Medis Menangani Pasien COVID-19

Tenaga Medis Menangani Pasien COVID-19 via https://news.detik.com

Tentu saja kita akan sangat prihatin kepada tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menangani COVID-19 ini. Bisa dibayangkan ketika orang jatuh sakit dalam waktu yang bersamaan, mampu kah tenaga medis untuk menangani nya secara tepat? Tak mungkin dirasa, bahkan untuk membayangkan nya saja tak mampu. Semoga tenaga medis selalu diberikan kekuatan yaa untuk melawan virus nyata ini!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa coass Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

CLOSE