7 Jenis Bisnis yang Bisa Kamu Lakukan di Desa, Layak Dicoba!

Simak rekomendasi bisnis apa saja yang patut kamu coba di desa

Membuka suatu bisnis di desa bisa menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan, lho! Terdapat banyak sekali potensi di daerah pedesaan yang bisa kita jadikan peluang untuk memulai bisnis. Contohnya adalah lahan yang luas, biaya yang cenderung lebih rendah, gaya hidup yang sederhana, dan masih banyak lagi.

Teman-teman pecinta bisnis yang berlokasi di desa dapat memanfaatkan banyaknya potensi tersebut menjadi berbagai jenis bisnis yang menguntungkan. Apabila pengelolaan bisnis terlaksana dengan efektif, usaha bisnis di desa juga tak kalah menguntungkan daripada bisnis-bisnis di perkotaan.

Lalu, bisnis apa saja yang efektif dilakukan di desa? Mari kita simak jawabannya bersama-sama.

Advertisement

1. Peternakan Ayam

Foto Ternak Ayam Potong oleh Chickin Indonesia

Foto Ternak Ayam Potong oleh Chickin Indonesia via https://chickin.id

Bisnis ternak ayam merupakan salah satu usaha populer di pedesaan yang dapat memberikan keuntungan tinggi. Bagaimana tidak, selain membutuhkan modal yang relatif kecil, masa panen peternakan ayam juga terbilang cukup cepat lho! 

Kita dapat berbisnis ternak ayam kampung maupun ayam broiler di desa. Masing-masing jenis ayam memiliki karakteristik berbeda, salah satunya adalah durasi masa panen. Ayam broiler memiliki masa panen yang lebih cepat karena tingkat produktivitasnya yang tinggi, yaitu hanya dalam 30 hingga 35 hari saja. Di sisi lain, masa panen ayam kampung membutuhkan waktu yang lebih lama, yaitu sekitar 2 bulan.

Advertisement

Data dari OECD pada tahun 2017 menyebutkan bahwa daging ayam merupakan jenis daging yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, bisnis ternak ayam dinilai memiliki prospek yang bagus di Indonesia.

2. Toko Sembako

Foto oleh EmAji dari Pixabay

Foto oleh EmAji dari Pixabay via https://pixabay.com

Selain peternakan ayam, berbisnis toko sembako di desa juga dapat menguntungkan. Sembako merupakan kebutuhan sehari-hari yang pasti masyarakat butuhkan. Masyarakat desa cenderung lebih mengandalkan toko sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari daripada membeli di pasar swalayan. 

Advertisement

Selain karena letaknya yang lebih dekat dan mudah untuk diakses, harga produk-produk di toko sembako juga biasanya lebih murah daripada produk-produk di pasar swalayan.

Oleh karena itu, dengan membuka toko sembako di desa maka kita dapat mengambil keuntungan dengan memenuhi kebutuhan mayoritas masyarakat sekitar. Untuk memulai usaha ini, kita hanya perlu menyiapkan modal yang cukup, tempat untuk dagangan, alat transportasi produk dagangan, serta mengetahui supplier produk yang terpercaya.

3. SPBU Mini

Foto oleh Fakhrun Nisa dari Radar Pekalongan

Foto oleh Fakhrun Nisa dari Radar Pekalongan via https://radarpekalongan.co.id

Bisnis yang bisa kamu lakukan di desa selanjutnya adalah SPBU mini. Mengapa SPBU mini? Karena jumlah SPBU atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar di desa masih sangat sedikit. Kita dapat melihat keterbatasan ini sebagai suatu peluang bisnis yang menjanjikan.

Memulai usaha SPBU mini juga tidaklah susah. Salah satu caranya adalah kita dapat langsung membeli 1 unit SPBU mini dari lembaga penyalur bahan bakar dan mendapat pasokan rutin tiap bulannya. Dengan demikian, kita hanya perlu mempersiapkan modal yang cukup untuk kemudian dapat menjalankan bisnis ini dengan mudah.

4. Usaha Kuliner Kekinian

Foto oleh Sharon Murillo dari Pexels

Foto oleh Sharon Murillo dari Pexels via https://www.pexels.com

Peluang bisnis di desa yang tak kalah menguntungkan adalah usaha kuliner. Usaha kuliner yang dimaksud di sini adalah bisnis kuliner khusus makanan-makanan yang jarang masyarakat desa temukan.

Seperti yang kita ketahui, usaha kuliner di desa umumnya menawarkan hidangan khas Indonesia. Jarang terdapat restoran-restoran yang menjual makanan cepat saji, makanan khas luar negeri, maupun makanan baru yang sedang ngetrend di perkotaan.

Memanfaatkan kondisi tersebut, kita dapat mengambil peluang ini untuk membuka bisnis kuliner khusus makanan-makanan yang jarang masyarakat desa temukan. Dengan demikian, bisnis kuliner kita dapat menawarkan hidangan yang ‘baru’ dan unik bagi masyarakat desa.

5. Oleh-Oleh Khas Desa

Foto dari Sintia Astarina

Foto dari Sintia Astarina via https://www.sintiaastarina.com

Bisnis selanjutnya yang patut kamu coba lakukan di desa adalah bisnis oleh-oleh khas desa. Bisnis ini memiliki prospek yang cukup baik, terutama apabila bisnis berlokasi di wilayah tempat wisata yang ramai pengunjung. Wisatawan seringkali berburu kerajinan tangan maupun makanan khas tempat wisata untuk dijadikan oleh-oleh.

Kita dapat menjual oleh-oleh, baik makanan maupun kerajinan tangan khas, dengan membuat atau merakitnya sendiri. Alternatif lain adalah teman-teman bisa membeli produk langsung dari penyedia dan menjualnya kembali untuk mendapatkan keuntungan.

Untuk memperluas bisnis, kita juga dapat menjual kerajinan tangan secara online. Dengan demikian, produk kita akan dilihat oleh lebih banyak orang dan target pembeli juga akan menjadi lebih luas, tidak hanya pengunjung tempat wisata saja.

6. Barbershop

Foto oleh Vedyana dari Ayo Semarang

Foto oleh Vedyana dari Ayo Semarang via https://semarang.ayoindonesia.com

Barbershop atau jasa potong rambut juga termasuk salah satu bisnis menguntungkan di desa, terutama apabila tidak terdapat pesaing di wilayah sekitar tempat usaha. Salah satu keuntungan membuka bisnis ini di desa adalah kita dapat menjalankannya secara sederhana dalam skala yang lebih kecil. Dengan demikian, kita akan membutuhkan modal yang lebih sedikit.

Bisnis barbershop dapat kita lakukan secara mandiri apabila memiliki keterampilan memotong rambut yang memadai. Apabila tidak memiliki keahlian dalam memotong rambut, kita juga bisa mempekerjakan orang lain yang ahli di bidang tersebut. Dengan begitu, maka kita hanya memerlukan tempat serta modal yang cukup untuk membeli alat-alat yang diperlukan untuk mendukung proses berjalannya bisnis barbershop.

7. Bisnis di Bidang Pertanian

Foto oleh Eko Sujarwo dari Detik.com

Foto oleh Eko Sujarwo dari Detik.com via https://news.detik.com

Pedesaan merupakan wilayah yang cocok untuk membuka bisnis di bidang pertanian. Wilayahnya yang luas serta udaranya yang masih segar membuat usaha tani di desa terbilang efektif.

Salah satu contoh bisnis di bidang pertanian adalah dengan bertani secara langsung. Untuk memulai bisnis ini, pastikan untuk mencari tahu terlebih dahulu jenis tanaman yang cocok ditanam di wilayah tersebut untuk menghindari kegagalan. Teman-teman juga perlu mencari tahu lebih lanjut mengenai cara bertani yang efektif untuk meningkatkan keberhasilan panen.

Pilihan bisnis lain di bidang pertanian adalah dengan bertani secara hidroponik. Proses usaha tani secara hidroponik juga tak kalah menguntungkan karena prosesnya cenderung lebih higienis sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai jual tinggi.

Itulah beberapa jenis bisnis yang layak kamu coba lakukan di desa. Tentunya, kita perlu mempelajari kebutuhan masyarakat desa serta mengasah kemampuan diri sendiri terlebih dahulu sebelum memilih dan memulai usaha bisnis.

Setelah mempelajari, menentukan, dan merencanakan bisnis yang dirasa paling cocok, maka langkah selanjutnya adalah untuk memulai usaha tersebut. Jangan takut untuk mencoba ya teman-teman. Nikmati prosesnya hingga teman-teman berkembang menjadi pebisnis yang ahli!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

A writer and SEO enthusiast.

CLOSE