7 Jenis Tanaman Herba yang Dapat Mempercantik Meja Counter Dapurmu

Selain mempercantik rumah, bisa ditambahkan ke dalam masakan maupun minuman lho!

Tahu enggak sih, ternyata menanam sayuran itu seru loh. Sekarang, menanam sayuran enggak butuh lagi lahan yang luas karena sudah bisa memanfaatkan lahan sempit sekalipun. Bisa secara hidroponik atau pot-pot mini yang bisa sekaligus jadi tanaman hias di rumah.

Tanaman dalam pot mini enggak cuma sukulen aja, loh, ternyata tanaman herba juga bisa ditanam di media kecil yang juga dapat ditaruh di dapur sekaligus dijadikan bahan masakan dan minuman. Praktis, kan? Kira-kira, tanaman apa aja yang bisa ditanam di pot mini dan dijadikan tanaman hias di dapur? Yuk, disimak!

Advertisement

1. Mint

Foto oleh Dominika Roseclay dari Pexels

Foto oleh Dominika Roseclay dari Pexels via http://https

Tanaman pertama yang direkomendasikan untuk mempercantik dapur adalah tanaman mint. Daun mint sudah dikenal sejak lama sebagai tanaman yang daunnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan utama minuman, salah satunya mojito. Tapi siapa sangka, di Indonesia tanaman mint tidak hanya digunakan sebagai bahan minuman tetapi bisa juga dilalap loh sama seperti daun pohpohan maupun daun kemangi.

Daun mint juga memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan seperti pereda sakit perut dan menyegarkan mulut. Tertarik menaruh satu pot tanaman mint di atas meja makanmu?

Advertisement

2. Basil

Foto oleh Kaboompics .com dari Pexels

Foto oleh Kaboompics .com dari Pexels via http://https

Basil merupakan nama lain dari kemangi di Indonesia. Basil acapkali dijadikan bahan tambahan pada makanan seperti pizza, spagetti, sup maupun dilalap mentah oleh masyarakat Indonesia.

Daun kemangi memiliki kandungan zat besi cukup tinggi sehingga dapat menggantikan zat besi yang hilang selama perempuan mengalami PMS atau menstruasi. Selain itu, daun kemangi mempunyai potensi membantu pencegahan kanker, menurunkan gula darah, serta menghilangkan bau badan.

Tertarik merawat satu pot tanaman basil di meja counter dapurmu?

Advertisement

3. Rosemary

Gambar oleh <a href=Anja🤗#helpinghands #solidarity#stays healthy🙏 dari Pixabay“>

Gambar oleh Anja🤗#helpinghands #solidarity#stays healthy🙏 dari Pixabay via http://https

Siapa yang enggak kenal rosemary? Tanaman yang daunnya memiliki aroma khas ini seringkali ditambahkan ke dalam menu steak untuk menambah aroma dan citarasa. Tanaman rosemary lebih sering dijumpai dalam bentuk kering maupun bubuk, sehingga memudahkan seseorang untuk menambahkannya ke dalam masakan.

Meskipun demikian, rosemary segar masih jadi juara untuk segala jenis masakan karena kesegarannya yang menjamin citarasanya Rosemary tidak hanya sekadar rempah masakan, tapi bisa juga dirawat sebagai tanaman hias di dapur. Tertarik memilikinya?

4. Cilantro

Photo by pintando la luz on Unsplash

Photo by pintando la luz on Unsplash via http://https

Mungkin banyak orang yang masih asing dengan nama cilantro. Cilantro dikenal juga dengan nama daun ketumbar. Bentuknya hampir mirip dengan daun seledri tetapi tanaman satu ini mempunyai aroma yang sedikit langu sehingga tidak banyak penggemar sayuran maupun herb yang menyukainya. Akan tetapi, di Thailand maupun Vietnam, cilantro menjadi sayuran utama sebagai pendamping menu makanan seperti Banh Mi, Pho, maupun Tom Yum.

Tertarik menanamnya di rumah?

5. Dill

Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels

Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels via http://https

Dill atau dikenal sebagai daun adas merupakan tanaman semusim dengan ciri batang dan daun tegak mengarah lurus ke matahari. Daun adas mempunyai aroma yang sangat khas, begitupula dengan rasanya. Dill atau adas sering digunakan sebagai garnish atau di Indonesia sering dimanfaatkan sebagai lalapan mentah. Tanaman satu ini sering digunakan untuk pengobatan tradisional yang mampu mengatasi penyakit usus, masuk angin dan susah tidur.

6. Peterseli

Gambar oleh <a href=silviarita dari Pixabay“>

Gambar oleh silviarita dari Pixabay via http://https

Daun peterseli atau parsley banyak banget kita temui di hidangan-hidangan ala Barat sebagai garnish. Cantik sih dan juga punya aroma yang khas, enggak heran banyak juru masak yang jatuh cinta dengan jenis tanaman satu ini. Tapi enggak sebatas jadi garnish aja, daun peterseli juga sering ditambahkan ke dalam masakan contohnya saja ditaburkan di atas garlic bread ala Korea, atau dicampurkan ke dalam omelet, dan taburan di atas pumpkin soup alias sup labu khas Halloween atau thanksgiving.

Tertarik menaruhnya di meja counter dapurmu?

7. Daun Bawang

Gambar oleh <a href=Susanne Jutzeler, suju-foto dari Pixabay“>

Gambar oleh Susanne Jutzeler, suju-foto dari Pixabay via http://https

Enggak hanya peterseli, tanaman daun bawang pun bisa hidup di indoor alias dalam ruangan. Daun bawang ini cocok banget ditambahkan ke dalam masakan ramen ataupun ramyun. Menanam daun bawangpun enggak rugi lho! 

Saat kamu membutuhkannya untuk tambahan bahan masakan, mau tinggal memotong batangnya saja. 2-3 hari kemudian, di batang yang dipotong tersebut akan tumbuh batang/tunas baru. So, kamu enggak perlu lagi mengeluarkan uang lebih untuk membeli seikat daun bawang di tukang sayur.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

selalu ingin belajar menulis

CLOSE