7 Batasan Minimum yang Baiknya Gen Milenial Miliki dalam Menjalin Sebuah Hubungan

Hubungan yang langgeng dan setia hingga maut memisahkan pasti menjadi dambaan setiap orang. Soal mudah atau tidaknya menjalani suatu hubungan, tentunya ditentukan oleh komitmen keduanya. Dan yang perlu dipahami adalah bahwa kamu dan dirinya adalah pribadi yang berbeda. Baik dari pola asuh, karakter, dan pemikiran. Memberikan batasan (boundaries) dalam suatu hubungan bisa menjadi sesuatu yang mendukung kelanggengan hubungan.

Advertisement

1. Bukan ngambek atau silent treatment lagi, tapi perbincangan, komunikasi, dan koneksi yang dewasa

Unsplash

Unsplash via https://unsplash.com

Silent treatment atau ngambek seiring waktu bisa membuat hubungan menjadi renggang. Seringkali juga memberikan efek berkepanjangan dalam menyelesaikan masalah dalam hubungan.

Mungkin masalah yang dihadapi sepele, tetapi sulitnya mengalahkan ego atau prasangka yang muncul di kepala. Hal-hal sepele ini bisa menjadi letupan yang nantinya mungkin bisa meledak.

Advertisement

Lebih baik membicarakannya bersama dan meletakkan masalah di depan mata berdua, sambil perlahan mencari solusi yang tepat untuk dapat melangkah maju.

2. Kamu berhak merasakan perasaan aman dan tenang bersamanya, hubungan yang dijalani terasa tidak terburu-buru

Unsplash

Unsplash via https://unsplash.com

Jika bersamanya kamu merasa ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman, coba katakan dan jelaskan apa yang membuat hubungan terasa seperti itu.

Karena komunikasi bukanlah panasea atau obat mujarab dari segala masalah. Jadi ketika ada masalah ingatkan kembali dirimu, bahwa dirimu dan dia adalah orang yang berbeda yang sedang berjalan bersama.

Advertisement

3. Hubungan tidak semestinya mengikat hanya berdua, tetap tekuni hobi, pekerjaan, dan kegiatan bersama teman juga

Pinterest

Pinterest via https://id.pinterest.com

Suatu hubungan seharusnya tidak terlalu mengikat. Seperti menjaga seseorang, kamu tidak bisa selalu mengikatnya. Sesekali biarkan dia terbang dengan aktivitas dan impiannya, asalkan didasari komitmen berdua.

Hubungan yang tidak posesif tentu bisa membuat hubungan saling mendukung.

Bergandengan tangan, tetap melakukan hobi dan aktivitas bersama teman-teman juga agar hidup tetap menyenangkan.

4. Mandiri secara finansial dalam keluarga juga bisa menjadikan hubungan yang sehat dan setara

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels via https://www.pexels.com

Ini bukan lagi tentang split bill atau gengsi siapa yang membayar pada kencan pertama.

Kehidupan rumah tangga masa depan tentu bukan hanya tentang kasih sayang. Ada banyak variabel yang harus dipikirkan untuk bisa bertahan, apalagi nanti saat sang buah hati hadir di tengah-tengah keluarga.

Kesehatan keluarga, pendidikan anak, tagihan bulanan. tentunya semua harus dipikirkan matang-matang sebelum Anda benar-benar yakin melangkah bersama dalam rumah tangga.

5. Menunjukkan hal rutin yang membuat hidup layak untuk disyukuri

Photo by Vera Arsic on Pexels

Photo by Vera Arsic on Pexels via https://www.pexels.com

Hal-hal kecil yang membuat keluarga menjadi hangat tentunya tidak boleh dilupakan. Misalnya, memberikan teh hangat setelah pasangan bekerja seharian. Bisa juga dengan merapikan tas atau pakaian pasangan setelah lelah bekerja. Pahami juga bahasa cinta pasangan, agar lebih mudah dalam menjaga hubungan 🙂

6. Memberi diri untuk mengisi kebutuhan satu sama lain membuat suasana rumah menjadi lebih hangat

Kebutuhan dalam rumah tangga bukan hanya berupa perasaan atau diri saja. Di dalamnya sangat mungkin juga terdiri dari kebutuhan untuk bertahan hidup dalam keadaan sulit satu sama lain.

Tidak memaksakan kehendak sendiri, saling berbagi satu sama lain, juga dengan saling membantu dan peka terhadap kebutuhan pasangan dan keluarga adalah kunci sukses membangun keluarga.

7. Mengalahkan ego masing-masing untuk bisa membangun rumah yang bukan hanya sebentuk bangunan

Unsplash

Unsplash via https://unsplash.com

Dalam menjalankan rumah tangga, baiknya tidak mementingkan ego masing-masing. Sebagian besar masalah datang dari hal-hal sepele. Mulai dari lupa mengangkat jemuran padahal sedang hujan, lupa mematikan laptop saat tidur, dll. Marahnya sebentara aja ya, kemudian selesaikan dengan berdiskusi dan mencari solusi masalah.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Work on details. Trust the process :))

CLOSE