Meskipun beberapa scene bisa ditebak karena bersifat pengulangan adegan alias footage yang sama film ini layak untuk ditonton. Ketegangan dimulai sejak awal. Apa yang bisa kita petik dari film terlaris terbaru ini?

1. Jangan Kembali ke Isla Nublar Masa Lalu Kita.

Isla Nublar

Isla Nublar via https://www.google.com

Masa lalu sebaik apa pun, tidak bisa mendikte masa depan kita. Sebaliknya, masa lalu sekelam apa pun, tidak membuat masa depan kita segelap itu. Masih ada harapan di depan untuk membuatnya lebih baik. Saat Claire diperankan oleh Bryce Dallas Howard dan Owen diperankan oleh Christ Pratt kembali ke Isla Nublar untuk menyelamatkan binatang yang terancam punah, diri mereka pun terancan binasa di pulau yang dilanda lahar panas.

Advertisement

Sejak film dinosaurus pertama, kembali ke kejayaan masa lalu hanya mengulang sejarah kelam. Ketimbang terus-menerus menoleh ke belakang dengan harapan bisa memperbaiki keadaan yang sudah lewat jauh lebih baik jika kita melangkah maju untuk mencapai masa depan yang lebih gemilang.

2. Nafsu Liar Tidak Bisa Dibendung, Dikungkung, Apalagi Dikurung

Nafsu Liar

Nafsu Liar via https://www.google.com

Benjamin Lockwood pria kaya dengan ambisi besar menginginkan agar dinosaurus yang berada di pulau Isla Nublar tidak punah karena meletusnya gunung berapi, dengan memindahkannya ke lahan aman terisolasi. Tanpa sepengetahuannya di bawah meja orang yang dia percaya, Mills diperankan oleh Rafe Spall justru membuat rencana bejad sendiri, yaitu menjual spesies itu dengan harga selangit melalui lelang internasional.

Ironisnya, dia melakukan itu di ‘dapur’ kastil milik Lockwood sendiri yang karena sakit tidak pernah keluar rumah. Dengan atau tanpa kita sadari, kita seringkali menutupi kebiasaan buruk kita dengan pencitraan. Alih-alih sukses, biasanya kebiasaan buruk itu akan ‘dimunculkan’ oleh alam dan mempermalukan kita. Jauh lebih baik jika kita bertekad untuk membuang saja kebiasaan itu dan menggantikannya dengan yang baru.

3. A Friend In Need Is A Friend Indeed

Advertisement

Di tengah kesukaran, sahabat sejati muncul seperti pelampung saat kita hendak tenggelam. Seberapa banyak kawan yang tiba-tiba muncul saat kita kaya dan jaya? Sebaliknya, seberapa gelintir sahabat yang muncul saat kita di tengah bencana dan prahara?

Owen menunjukkan diri sebagai sahabat sejati bagi Claire yang terkungkung dalam wahana kaca yang tenggelam di laut bersama Franklin Webb yang diperankan dengan begitu kocak oleh Justice Smith.

4. Stop Playing God

Berhentilah bermain menjadi Tuhan. Sampai kapan pun ciptaan tetap ciptaan. Mana ada tanah liat yang merasa lebih jago ketimbang tangan Penjunan? Jika kita merasa paling jago sehingga berhak menentukan mana makhluk yang bisa hidup dan mana yang kita hapuskan dari muka bumi, kita keblinger, persis seperti Thanos di Avengers: Invinity Wars.

Sejak film jurassic yang pertama, tema ini muncul. Dinosaurus tidak bisa dikendalikan. Sekali lepas, tamat sudah. Theme Park berisi makhluk-makhluk buasa ini tidak begitu saja bisa kita kendalikan lewat teknologi. Bencana alam dan kesalahan kerja membuat semua rencana kita bubar.

Meskipun Dr. Henry Wu diperankan dengan apik oleh B.D. Wong dengan kecerdasannya mampu menghidupkan kembali makhluk prasejarah ini, satu kekeliruan saja membuatnya tak terkendali. Siapa yang sanggup menciptakan alam semesta kecuali Tuhan?

5. Alam Punya Cara Sendiri Untuk Hidup

Ini yang paling saya suka, alam akan menemukan jalannya sendiri. Persis seperti celetukan Ian Malcom di Jurassic Park: “Life uh…finds a way.” Sejak teknologi kloning ditemukan, orang ingin menguasai alam semesta dengan kemampuan intelektualnya. Sejak Jurassic pertama, ilmuwan ingin menciptakan dinosaurus yang tidak bisa berkembang biak sendiri tanpa campur tangan manusia.

Faktanya karena dianggap punya gen jantan sekaligus betina mereka bisa bertelur dan akhirnnya bertambah banyak. Kita bisa saja mengendalikan mereka di laboratorium. Namun, bagaimana jika mereka berada di alam liar? Sanggupkah kita mengendalikan seluruh alam semesta?

6. Bersatu Karena Musuh Satu

Di saat mengalami ancaman bersamalah kita bisa bersatu. Seperti film serbuah Alien tema khas Marvel dan DC Comic bukan hanya Avengers dan superheroes yang bersatu, politisi dan pemegang kekuasaan pun berkumpul untuk berjuang bersama. Ian Malcolm diperankan oleh Jeff Goldblum diminta pendapatnya oleh dunia apakah kita perlu menyelamatkan penghuni Isla Nublar atau membiarkannya binasa karena seleksi alam.

Seharusnya tanpa ada ancaman dari luar pun, jika kita ingin hidup tenang dan damai sejahtera, persatuan itu indah. Jangan malah perang saudara dengan perang tagar, perang hoax, dan perang black champaign menjelang pilkada. Tidak malu tuh sama dinosaurus? Senjata terbaik untuk melawan musuh adalah persatuan.

7. Yang Baik Menang Terakhir

Si jahat pada akhirnya kalah melawan yang baik. Tema klasik ini dirajut dengan baik di film ini. Tokoh jahat yang mengeksploitasi dinosaurus menjadi santap malamnya yang pertama begitu lepas dari kurungan. Kepala pasukan yang memimpin penangkapan paksa, bahkan mencabut gigi dinosaurus liar, menjadi orang pertama yang dimangsa oleh makhluk liar purba itu.

Bendahara konglomerat yang menyalahgunakan wewenangnya justru dimangsa binatang yang dia biakkan sendiri untuk senjata perang. Ketika dinosaurus baik yang sudah dibeli dan dimenangkan lewat lelang serta dibawa ke negara masing-masing maupun yang dilepaskan oleh ‘cucu’ Rockwood peperangan baru tidak lama kemudian akan terjadi.

Hidup tidak tidak akan sama lagi karena makhluk purba itu hidup bersama-sama kita sekarang. Jadi, jangan kaget ketika berenang atau surfing di laut, tiba-tiba kita dimangsa atau bahkan ditelan begitu saja oleh dakosaurus, mosasaurus, thallasomadon, nothosaurus.

Namun, pelajaran paling penting dari film ini adalah Tuhan tetap berkuasa dan tidak bisa dipermainkan oleh ciptaan-Nya. Siapa arogan akan memakan getah kesombongannya ditelan oleh mulut keangkuhannya. Selamat menonton dan menjadi bijak.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya