Saran yang diberikan oleh orang lain kepadamu tentang hubunganmu dengan pasaganmu bisa saja bermacam-macam. Keluarga dan temanmu memiliki niat baik dan dukungan buatmu dalam pikiran mereka; sedangkan yang lain bisa saja merusak hubunganmu dengan memberi saran buruk karena mereka cemburu terhadapmu atau pasanganmu. Namun, kata-kata bijak yang paling tulus sekalipun terkadang memiliki dampak negatif pada sebuah hubungan.

Dalam artikel ini akan dibahas saran macam apa yang disarankan oleh ahli psikologi untuk kamu hindari jika kamu menginginkan sebuah hubungan menjadi sehat dan bertahan lebih lama. Kuy, langsung saja disimak ya!

1. "Kamu harus menemukan seseorang yang lebih baik demi kebaikan dirimu sendiri."

"Kamu harus menemukan seseorang yang lebih baik demi kebaikan dirimu sendiri." via http://newscult.com

Jika kamu menjalin sebuah hubungan hanya karena kamu menginginkan keuntungan pribadi, mungkin kamu berada di jalur yang sangat salah. Pengambilan keuntungan pribadi, menurut psikolog, tidak bisa menjadi alasan yang memadai untuk memulai atau mengakhiri sebuah hubungan. Dengan berbuat demikian, kamu bisa menghancurkan sebuah pernikahan yang benar-benar bahagia atau memulai hidup yang sama sekali tidak bisa membawa kebahagiaan bagimu.

2. "Tunjukkan pada mereka siapa bosnya. Jangan biarkan mereka mengendalikanmu!"

"Tunjukkan pada mereka siapa bosnya. Jangan biarkan mereka mengendalikanmu!" via http://static4.businessinsider.com

Pertama-tama, pasangan kekasih memiliki bidang tanggung jawab yang berbeda dalam sebuah hubungan, dan tampaknya normal bahwa masing-masing mengambil peran utama dari waktu ke waktu.

Advertisement

Hanya rasa saling pengertian dan rasa hormat dari pasangan yang bisa membuat sebuah biduk rumah tangga berjalan sebagaimana mestinya dan membuatnya benar-benar kuat.

3. "Mintalah pasanganmu bersikap romantis!"

"Mintalah pasanganmu bersikap romantis!" via https://experiencelife.com

Psikolog mengklaim bahwa ada periode romantis tertentu dalam sebuah hubungan apa pun yang biasanya terjadi setelah beberapa lama. Pasanganmu tidak bisa hidup selamanya seperti para aktor dalam komedi romantis, seperti menjadi baper saat mereka saling melihat.

Itulah mengapa kamu tidak dapat menuntut pasanganmu untuk berada dalam fase bulan madu hubunganmu setiap saat. Setiap hubungan memiliki fase perkembangan yang berbeda, masing-masing memiliki kelebihannya tersendiri.

4. "Diamlah. Jangan memperburuk keadaan."

"Diamlah. Jangan memperburuk keadaan." via http://i.dailymail.co.uk

Advertisement

Hampir tidak mungkin untuk menghindari konflik dalam suatu hubungan. Namun, lebih baik menyelesaikan konflik saat itu terjadi. Kamu seharusnya tidak menekan perasaanmu dan menunggu sampai mereka keluar suatu hari karena ini akan menyebabkan lebih banyak kerusakan pada sebuah hubungan atau pernikahan. Jangan mainkan kartu sebagai korban. Sebaiknya diskusikan perasaanmu langsung dengan pasanganmu.

5. "Baca saja chat di smartphone atau laptop mereka, kamu punya hak untuk itu!"

"Baca saja chat di smartphone atau laptop mereka, kamu punya hak untuk itu!" via https://static.independent.co.uk

Gangguan seperti itu dalam kehidupan pribadi pasangan (membuat panggilan mengganggu, membaca obrolan pribadi, melacak lokasi pasangan) dianggap oleh spesialis hukum keluarga sebagai langkah awal menuju perilaku kasar dalam keluarga.

Bisa jadi tidak hanya fisik tapi emosional juga. Jangan dengarkan saran semacam ini, dan jangan membuat pasanganmu menjadi sandera akan kecemburuanmu.

6. "Ingatkan dia bahwa penghasilannya tidak cukup."

"Ingatkan dia bahwa penghasilannya tidak cukup." via https://cdn-images-1.medium.com

Saran ini adalah cara yang paling baik untuk mengubah sedikit kesalahpahaman menjadi konflik yang lebih besar di antara sepasang kekasih. Kamu tahu akan hal itu, jika kamu benar-benar menginginkannya, kamu bisa menemukan banyak lagi celaan dan makian untuk membuatnya menjadi lebih buruk lagi.

Spesialis mengatakan bahwa kamu tidak boleh mendiskusikan masalah ini dengan pasanganmu setiap hari, dan mencoba untuk tidak menyebutkan hal seperti ini selama konflik besar.

7. "Lihatlah aku dan belajarlah."

"Lihatlah aku dan belajarlah." via https://static1.squarespace.com

Mengajar dengan kamu sendiri sebagai teladannya bekerja lebih baik dengan anak-anak, bukan dengan pasangan kekasih. Kamu bukan lagi anak kecil, dan kamu seharusnya tidak lagi meniru perilaku orang lain.

Bila kamu memiliki kesulitan dalam pernikahan, jangan melihat keluarga lain dan mencoba untuk menyalin cara hidup mereka. Namun, ini tidak berarti kamu tidak bisa mencoba menghindari beberapa kesalahan yang mereka buat.

8. Kamu tahu lebih baik dari dalam dirimu sendiri.

Kamu tahu lebih baik dari dalam dirimu sendiri. via https://mbworld.org

Jadi mengapa kita cenderung mendengarkan kata-kata yang mungkin tidak bisa membawa kita sesuatu yang baik? Mungkin karena jauh di dalam kita percaya bahwa orang bisa melihat lebih baik dari luar, dan memberi kita nasehat rasional.

Namun, ini adalah perasaan yang sangat menyesatkan karena hubungan yang kamu jalani sangat kompleks dan penuh dengan rincian yang tidak diketahui orang lain tahu kecuali kamu berdua dengan pasanganmu. Itulah mengapa kamu harus mendengarkan hanya pikiran dan hatimu sendiri.

9. Bonus: Kasar tapi benar

Bonus: Kasar tapi benar via https://files.brightside.me

Semoga hubunganmu tetap awet ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya